Jino dan Kisya

Jino dan Kisya
Insomnia Parah


__ADS_3

Mereka akhirnya menyantap makan malam bersama. Jino sangat menyukai masakan sang istri. Lidahnya kini sudah sangat pemilih. Dia bahkan selalu membawa bekal ke kantornya. Rasa sayangnya terhadap keluarga dan istrinya membuat dia merasa sangat tenang dan damai. Dia berharap semoga keluarganya selalu diberi kesehatan dan kebahagiaan.


Setelah selesai makan malam akhirnya Jino dan Kisya memutuskan untuk tidur. Jino terus menempel pada sang istri. Bahkan Kisya ke kamar mandipun Jino ikut. Jino seperti anak kucing yang mengikuti majikannya. Tetapi Jino melewatkan sesuatu. Jino lupa tidak menjaga Kisya dari meminum obatnya. Sampai akhirnya Jino di tinggal tidur lebih dahulu oleh Kisya.


Jino merasa sangat kecewa karena kisya tidur lebih dahulu. Tetapi mau bagaimana lagi. Obat itu begitu penting untuk Kisya. Karena terbukti menyembuhkan defresi Kisya. Saat itu Jino tidak bisa tidur semalaman. Jino mulai insomnia lagi.


Satu hari,


Satu minggu,


Satu bulan,


Dua bulan sudah Jino mengalami insomnia. Dia sungguh tidak bisa tidur jika berada di dekat Kisya. Setiap malam Jino selalu memeluk sang istri. Dia sungguh tidak bisa memejamkan mata sama sekali. Jino hanya bisa memandangi wajah cantik sang istri sambil memeluk dengan sangat erat.


Sebagai laki-laki normal, Jino menginginkan hal yang lebih dari sang istri. Itu sangat menggangu pikiranya. Dia merasa sangat pusing.


Ceklek.


Malam Jino keluar dari kamar mandi dan hanya menggunakan handuk di pinggangnya. Kisya menatap Jino dan Kisya menundukan wajahnya karena malu. Lalu Kisya segera pergi ke kamar mandi. Kisya hendak berendam dengan air hangat dan beberapa bunga mawar. Karena memang kisya sudah kelelahan setelah kegiatan di kampus seharian. Maka suasananya pun sangat romantis. Banyak bunga mawar. Dan Kisya berendam air bunga mawar merah di bathup.


10.menit


20.menit


40.menit


Kisya masih belum keluar dari kamar mandi.


Dan itu membuat Jino merasa cemas. Apa yang terjadi dengan Kisya. Banyak sekali pertanyaan di benak Jino. Sampai satu pertanyaan muncul dan membuat Jino semakin kalap.


"Ya Tuhan jangan-jangan Kisya pingsan." Ucap Jino sangat cemas.


Lalu Jino segera mengetok pintu namun Kisya tidak menyaut.


Lalu Jino mendobrak pintu kamar mandi dan ternyata. Terlihat Kisya tertidur sambil berendam air mawar.


Mata Jino terbelalak. Jino masih takut Kisya tidak bisa bangun dan pingsan. Padahal Kisya hanya tertidur karena kelelahan. Jino langsung masuk ke bathup dan memeluk Kisya sambil menangis.

__ADS_1


"Bangun Kis sayang bangun, Jangan tinggalin aku dan Vano, jangan Kis."


Ucap Jino dengan kecemasannya dan air mata yang terus menetes.


Kisya merasa mimpinya terganggu dan kisya terbangun. Dengan perlahan Kisya membuka mata.


"Kak."


Ucap Kisya pelan.


"Ahh...  Kamu tidak apa-apa kan?" Ucap Jino cemas


"Aku cuma kelelahan kak."


Ucap Kisya dengan senyumannya


Tanpa mereka sadari Kisya Masih belum mengenakan handuk.


Kini Jino baru sadar karena dengan jelas Jino melihat tubuh Kisya yang seputih susu berendam air bunga mawar merah membuat Kisya semakin cantik dan memikat.


Rasanya Jino ingin sekali menerkam kisya.


"Kamu cantik Kis."


Ucap Jino berbisik pada Kisya. Lalu Jino menggendong tubuh Kisya dan mendudukan Kisya di kloset.


Jino mengambil dua buah handuk ,satu handuk Jino kasih ke Kisya untuk Kisya kenakan dan satu handuk Jino pakai untuk mengeringkan rambut kisya yang basah. Beberapa kali Jino menelan ludah dengan sangat susah.


Nafsunya sangat tinggi. Ingin sekali dia memeluk mencium dan bercinta dengan Kisya. Apalagi semenjak putus dengan Lintang, jino sudah tidak bisa lagi menyalurkan nafsu lelakinya. Sudah lama sekali sudah dua tahun lebih.


Kisya masih tertunduk malu. Setelah mengeringkan rambut Kisya. Jino lalu menggendong Kisya ke tempat tidur. Lalu menyelimuti tubuh Kisya dengan selimut. Dan Jino membuka kaos oblong yang dia kenakan karena tadi sudah basah sewaktu  masuk ke bathup.


Jino tidur menggunakan celana pendek saja. Dan kisya hanya menggunakan handuk yang melilit sampai ke dada. Jino masuk ke selimut yang Kisya kenakan dan langsung memeluk Kisya dengan erat.


"Tidurlah besok kita akan sangat lelah pindahan rumah." Jino kini sudah membeli rumah yang sangat besar jauh lebih besar dari apartmentnya.


Ucap Jino sambil memeluk Kisya dengan erat namun lembut. Sebenarnya Jino sudah tidak kuat menahan nafsunya akan tetapi Jino tidak mau lagi memaksa kisya untuk melayaninya. Jino hanya akan memeluk Kisya dengan lembut saja. Jino akan bersabar sampai Kisya membuka hati padanya dan mau bercinta dengannya.

__ADS_1


Jantung Kisya berdebar sangat kencang ketika kulit mereka bersentuhan. Kisya sangat gugup sehingga bernafaspun rasanya teramat sulit. Apalagi kini Jino memeluknya. Membuat jantung Kisya merasa mau terlepas. Setelah beberapa menit akhirnya Kisya terlelap.


Malam semakin larut. Karena malam semakin dingin . Jino akhirnya terlelap sekejap lalu terbangun lagi. Jino sangat terkejut saat melihat handuk kisya sudah terlepas entah di mana. Kini Kisya benar-benar naked hanya berbalut selimut yang mereka kenakan berdua. Mata Jino terbelalak saat melihat dada kisya yang. Sebisa mungkin Jino menahan nafsunya. Tapi adiknya sudah terbangun dan minta untuk di puas kan.


Jino hanya berpikir hanya menyentuhnya sedikit saja. Hanya ingin mencium nya saja. Itu batin jino.


Jino memberanikan diri membangunkan Kisya karena dia sudah di penuhi kabut nafsu.


"kiss." Bisik Jino sambil menyentuh pipi Kisya. Kisya akhirnya membuka matanya dengan Perlahan.


"kakak kenapa?" Ucap Kisya serak


"Apa kamu udah siap manjalankan kewajibanmu sebagai istri?" Ucap Jino berbisik.


"Ah, Kak, Maaf aku masih belum siap.


Malam ini aku sangat mengantuk." Ucap Kisya memelas.


Sesaat Jino tampak sangat kecewa dengan ucapan Kisya.


Kisya melihat jelas wajah kecewa jino.


"Kak maaf."


"Tidak apa apa,  Aku akan menunggu mu sampai siap!" Ucap Jino pelan sambil menahan hasratnya.


Lalu Jino mengecup kening Kisya dan memeluk tubuh naked Kisya.


Dan mencoba memejamkan mata.


Akan tetapi Jino tak biaa tidur sama sekali. Karena tubuh kisya sangat menggoda. Kisya begitu cantik dan membuat adik Jino tidak bisa tidur semalaman.


Jino tak bisa tidur setiap malam. Sedang kisya tidur dengan sangat lelap. Itu membuat jino begitu lelah.


Waktu berlalu kini 8 bulan sudah usia pernikahan mereka. Kisya Masi belum menunaikan tugasnya sebagai istri Jino. Jino yang bertekad hanya akan melalukan dengan ijin Kisya pun benar-benar Jino tepati. Setiap malam-malam mereka habiskan dengan berpelukan. Dan tidak lebih dari itu. Walau hasrat Jino begitu besar akhirnya sekuat tenaga Jino bisa menahannya.


Jino merasa prustasi karena setiap malam dia tidak bisa tertidur dengan lelap. Karena adiknya selalu terbangun dan menegang. Itu jadi menghambat pekerjaannya. Sehingga Jino setiap hari harus bekerja dengan mata panda dan terus terusan mengantuk.

__ADS_1


Jino kini memutuskan untuk pulang lebih malam. Sudah dua minggu lebih Jino selalu pulang subuh bahkan lebih sering tidak pulang. Jino bukannya bermain, bekerja ataupun berselingkuh. Jino pulang larut atau bahkan tidak pulang hanya untuk tidur di kantor. Karena jino tidak bisa tidur kalo berdekatan dengan kisya.


🌺 Bersambung 🌺


__ADS_2