Jino dan Kisya

Jino dan Kisya
Kecupan maap


__ADS_3

"Maapkan aku Kis maap, maapkan aku !..


Jino meneteskan air matanya dan memejamkan matanya karena rasa sakit yang menyiksanya. Sakit karena sebuah penyesalan yang selalu membuatnya seperti jatuh ke dalam lubang tanpa dasar.



Hati dan pikirannya telah benar benar merasa tersiksa . Hanya sebuah kata maap walau beribu ribu kali di ucapkan olehnya. Tanpa maap dari Kisya semua itu percuma. Kisya yang ada di hadapannya bukanlah Kisya yang akan memberinya maap. Beribu maaf yang Jino ucapkan semua hanya percuma jika diucapkan Sekarang. Mungkin menunggu kisya sembuh dari ingatannya baru Jino bisa mengucap maap.



Dan itupun tidak bisa dipastikan Kisya akan memapkanya. Jino jelas melihat betul bagaimana Kisya menjerit menangis meraung seperti orang gila ketika tau dirinya ternoda saat itu . Jino melihat jelas tatapan mata Kisya yang ketakutan saat dulu Jino mencoba meminta maap.



Jino merasa dirinya sangat tak termaafkan. Jika saat ini Jino merasa nyaman bersama Kisya itu bukanlah sebuah perasaan cinta. Tetapi sebuah perasaan tenang karena Jino bisa bersama orang yang telah dia lukai dahulu. Bersama dengan Kisya mendapatkan sebuah ketenangan karena Jino merasa Kisya memaapkanya. Walau itu semua hanya sebuah hayalanya belaka.



Maap yang Jino ucapkan saat ini adalah maap yang percuma. Karena sekarang yang ada di hadapannya bukanlah Kisya yang sebenarnya. Tetapi Kisya yang baru yang polos dan tidak tahu apa apa. Kisya yang benar-benar merasa dirinya seorang rembulan yang masih perawan. Padahal sebenarnya rembulan kini bukanlah perawan .



Air mata Jino menetes membasahi pipi lembutnya. Kisya merasa sangat iba melihat Jino dengan wajah yang begitu tersiksa. Kisya lalu mengelus pipi Jino dengan tangan kanan dan dengan lembut menyeka air mata Jino.



"Sudahkah kak, tidak baik seperti ini !..


Ucap Kisya dengan tatapan mata yang begitu sendu dan bening.



Sesaat Jino menatap Kisya dan berpaling menatap sang buah hati yang sedang Kisya gendong. Jino lalu memeluk Kisya dengan lembut namun tidak erat. Karena takut membuat sang buah hati terjepit .



Jino mengelus rambut Kisya yang hitam seindah malam. Lalu mengecup kening kisya dengan sangat lembut tanpa napsu. Kedua bola mata itu dengan tajam menatap seluruh wajah cantik yang ada dihadapannya. Semua terlihat indah baik mata bibir dan dagu Kisya tidak ada cacat sedikitpun.



Baru Jino sadari kalo kisya begitu cantik. Pantaslah dia bisa mendapatkan seorang bayi yang begitu tampan. Terkadang senyumnya Vano memang sangat mirip dengan senyuman wanita di hadapannya. Tidak di pungkiri karena hubungan darah sangatlah kental.



"Kamu adalah adik iparku Kis, tetapi kini kita malah bersama"


Ucap Jino dengan pelan sambil menatap wajah Kisya yang begitu cantik. Dia menatap tanpa berkedip. Dan Kisya tersenyum manis. Jino tersentak melihat senyuman Kisya. Seolah ada darah yang naik ke kepalanya. Dengan tiba tiba Jino mendekat dan langsung mengecup bibir kisya dengan sangat lembut.



Kecupan yang sangat lembut dan ringan tetapi berubah menjadi kecupan yang panas . Ketika Kisya kini membalas kecupan jino. Kedua nafas memburu. Debaran jantung yang berpacu seolah memberi alunan romantis pada kedua sisi yang menyatu. Jino menggigit pelan bibir kisya dan memainkan lidahnya dengan penuh rasa nafsu.



Kisya memanas dan semakin membalas kecupan jino. bibir mereka saling bertaut. Lidah mereka saling bermain semakin dalam dan semakin menggebu. Jino melahap habis bibir manis itu. Melumatnya bagaikan sebuah candy yang manis. Mata mereka menutup merasakan betapa menggebu nya aura mereka. Mereka saling berbalas lumatan dan saling menelan Saliva.



"Hmm



Kisya mulai kehabisan nafas. Jino menghentikan ciumannya sesaat. Dan membiarkan Kisya menarik nafas panjang. Mata Jino semakin berkabut. Dan Kembali mencium kisya dengan sangat lama. Mereka saling menikmati suasana. Tanpa mereka sadari bayi yang ada tengah tengah mereka terbangun dan merasa sesak .

__ADS_1



Tangan Jino mulai berjalan-jalan dan memegang punggung kisya dengan penuh hasrat. Kisya merasakan geli dan menggeliat. Lalu merapatkan badannya lebih mendekat ke badan Jino.



"Hu huuu aaa mammaam


Tangis si kecil karena terhimpit.



Mereka terkejut. Jino dan kisya menghentikan ciuman mereka.



"Oh baby sayang"


Ucap Kisya merasa terkejut melihat Vano menangis.



"Sampai lupa ada kamu sayang!


Ucap Jino mengecup kening sang buah hati. Jino lalu menggendong baby Vano menenangkan bayi itu. Sembari menenangkan pikirannya juga yang merasa aneh dengan tindakan nya barusan.



Kisya sendiri merasa sangat kikuk kenapa dirinya bisa terhanyut seperti itu. Merasa malu dengan perbuatanya .



"Kenapa aku seperti cewe murahan mau saja di cium oleh calon kakak iparku sendiri, dan itu adalah ciuman yang sangat lama"


Ucap Kisya menerawang apa yang sudah dia lakukan sambil memegang bibirnya.




"Bodoh, kalo Jeff sampai tau , aku akan mati dihajarnya!..


Ucap Jino dalam hatinya.



Baby Vano kini sudah tenang dan kembali tidur. Jino melihat kisya yang sedang duduk menatap jauh ke arah pantai. Waktu sudah larut malam sekitar jam 9 malam. Jino sendiri sampai lupa bahwa mereka belum makan malam.



"Kis


Ucap Jino pelan sambil memegang bahu Kisya pelan.



"Hmm


Kisya menoleh.



Wajah mereka berdua memerah. Jino menelan Saliva dan mengajak Kisya untuk berinteraksi tanpa saling menatap.

__ADS_1



"Ayo kita makan!



Kisya bangkit lalu pindah ke tempat yang lebih hangat .


Mereka lalu mulai memesan makanan. Suasana begitu canggung dan kikuk . Mereka masih saling membuang muka . Mereka tidak berani saling memandang setelah apa yang mereka lakukan. Wajah Kisya Masi memerah begitupula dengan Jino.



Mereka mulai menyantap makan masing masing. Tanpa berkata sepatah katapun. Jino sudah terbiasa makan sambil menggendong bayinya. 


Mereka lalu selesai makan dengan sangat hening. Waktu sudah menunjukkan pukul 21.30 sudah sangat larut untuk berjalan jalan membawa seorang bayi.



"Kak ayo pulang !


Ucap Kisya memecah keheningan.


Jino mengangguk lalu tersenyum dengan manis. Dan mereka berjalan lagi menuju ke hotel tempat mereka menginap. Dengan erat Jino memeluk sang bayi agar tidak kedinginan. Angin malam berhembus semakin Dingin. Baby Vano sangat pucat karena kedinginan.



Jino dan Kisya segera mempercepat langkah mereka karena takut baby Vano hipotermia. sesampainya di hotel ternyata pesta lintang sudah selesai dan para tamu undangan sudah mulai masuk ke kamar masing-masing. Terlihat baby Vano menggigil. Kulitnya membiru dan sepetinya kesulitan bernafas .



"Ya ampun sayang kamu kedinginan nak" ucap Jino merasa sangat cemas .


Kisya melihat Vano dengan tatapan sedih dan cemas.



"Sayang ,kamu jangan sakit baby!...


Kisya meneteskan air matanya melihat bayi Vano yang membiru dengan badan yang sangat dingin.


Bayi sekecil Vano memang tidak boleh kedinginan. Usia 3 bulan untuk bayi adalah usia yang masih rentan hipotermia.



"Sepertinya aku harus membawanya ke dokter!..


Ucap Jino merasa sangat cemas.



"Kita akan kemana kak?..


Kisya merasa sangat cemas.



"Ayo kita ke lobi kita minta pegawai hotel untuk mengantar kita ke rumah sakit!...


Ucap Jino sambil mempercepat langkahnya. Sedang Kisya mengikuti dari belakang.



Bersambung.

__ADS_1




__ADS_2