Jino dan Kisya

Jino dan Kisya
Hadiah Spesial


__ADS_3

"Apa yang terjadi pada Kisya?" Bunda Nisya begitu cemas. Karena kini Jino bahkan hanya menangis sambil mengecup seluruh pipi Kisya, dan memeluk istrinya dengan begitu berat.


"Jino ada apa, Jino?" tanya mama Murni terlihat benar-benar terkejut.


"Apa ini, apa yang terjadi dengan Kisya?" Lintang bergumam dengan perlahan, dia sangat takut terjadi sesuatu hal kepada sahabatnya.


"Sayang maafkan Daddy selama ini telah mengabaikanmu Mom. Aku pikir kamu tidak menderita seperti ini, ternyata kamu menderita sendirian, aku benar-benar merasa menjadi suami yang tidak berguna," ungkap Jino sambil terus memeluk sang istri dengan erat. Kisya sendiri hanya terdiam dengan mata yang terpejam.


"Apakah begitu lemas, Sayang?" tanya Jino sambil mengelus lembut rambut sang istri.


"Aku sangat lemas, sampai rasanya kakiku tidak bisa bertumpu, tetapi aku memaksakan diri untuk datang kemari, karena aku tidak percaya kalau kamu selingkuh, Sayang." Kisya benar-benar menangis, saat itu. Dia masih ingat betapa sakit hatinya, saat semalam mendengar Jino menyebut orang lain dengan sebutan sayang.


"Maafkan aku ya Sayang, jika kejutan seperti ini ternyata bisa membuatmu shok dan stress maka tidak akan aku lakukannya," ungkap Jino dengan kesedihannya, pria itu menyesali perbuatannya karena telah membuat sang istri merasa cemburu.


"Kalian bicara apa, terus berbicara berdua, dan tidak menjawab pernyataan Bunda. Sebenarnya apa yang terjadi, Kisya sakit apa? Jangan membuat Bunda sedih, Bunda cemas sekali cepat katakan Kikis sakit apa?"tanya bunda Nisya dengan ketakutannya.


Wanita paruh baya itu tidak mampu mendengar kata-kata bahwa putrinya sedang merasakan kesakitan. Dia sangat takut kehilangan putrinya setelah dia kehilangan Rasya, dan Kisya adalah segalanya untukku bunda Nisya.


"Jangankan Bunda Nisya, Mama juga benar-benar mencemaskan keadaan Kisya, sekarang katakan kepada Mama sebenarnya apa isi surat tersebut?" Mama Murni meneteskan air matanya. Karena rasa cemas yang kini sudah menjelma di hadapannya.


"Mama, Mama dan Bunda tidak usah cemas," jawab Kisya dengan perlahan, wanita itu terlihat lemah letih dan lesu.

__ADS_1


"Mama, Bunda, dalam amplop tersebut menyatakan bahwa Kisya mengalami anemia berat dan dia harus banyak beristirahat, tetapi gara-gara Jino Jadi pingsan seperti ini, Dokter mengatakan kalau dibiarkan maka Kikis akan keguguran," kata Jino dengan mata yang berkaca-kaca.


"Apa keguguran?" teriak Bunda Nisya.


"Keguguran, maksud kamu?" Mama Murni mengerutkan dahinya.


"Jadi, Kikis hamil?" kata Papa Geovandra dengan senyum yang mekar.


"Iya Pa, Kisya hamil Pa, kisah hamil," teriak Jino dengan bahagia, lalu pria itu mengecup kening Kisya, setelah itu langsung mengecup perut sang istri dengan penuh kasih sayang.


"Ya Tuhan aku akan segera mendapat cucu kedua." Bunda Nisya begitu bahagia, ia langsung menangis sambil memeluk putri kesayangannya, dia tidak percaya bahwa kini Kisya sedang mengandung lagi.


"Kisya ampun. Selamat datang." Mama Murni begitu senang dan semua orang yang ada di sana pun ikut bahagia, termasuk Lintang. Tiba-tiba saja seorang anak kecil langsung tersenyum ke arah Kisya.


"Anak Mom sini Sayang Mom lelah sekali, Mom bahkan tidak sanggup untuk bangun, tapi Mommy masih bisa memeluk kamu sayangku," ungkap Kisya sambil memeluk buah hatinya, wanita itu begitu bahagia walaupun kondisinya begitu lemah. Tetapi dia bisa memberikan kejutan untuk suami dan keluarganya.


"Terima kasih Sayang, ini adalah kado sepesial yang sangat istimewa, akhirnya kita akan memiliki anak kedua," kata Jino sambil menolehkan senyum yang manis Kepada Kisya.


"Sama-sama Sayang, tetapi kejutan yang kamu berikan padaku sungguh membuat aku hampir saja kehilangan rasa percaya diriku, aku sempat bingung dengan kehamilanku, pada saat Dokter mengatakan bahwa aku sedang mengandung aku merasa tidak senang, karena mungkin kamu tidak akan suka dengan kabar ini," kata Kisya.


"Apa maksudmu dengan ucapan tidak senang? Tentu saja aku sangat senang, suami mana yang tidak bahagia diberikan anak lagi oleh istrinya, kamu itu jahat sekali, selalu saja berpikiran buruk kepadaku," ucap Jino sambil menatap sang istri dengan tajam dan Kisya pun menorehkan senyumannya.

__ADS_1


"Bagus ya, kalau memang kamu senang Sayang, ini bayi kita aku hadiahkan untuk ulang tahun pernikahan kita," kata Kikis dengan senyuman yang merekah, Jino langsung mengecup bibir sang istri dan lembut, tanpa malu. Padahal kini banyak orang yang sedang menyaksikannya tetapi Jino sungguh tidak peduli.


Pria itu begitu bahagia karena sekarang dia akan menjadi seorang ayah dari putra/putri kedua mereka.


"Ya Tuhan anak ini, kita sudah menjadi penonton kamu malah sengaja memberikan adegan seperti itu ya." Lintang terkekeh dengan sikap Jino dan Kisya, lalu mereka langsung melepaskan tautan bibir mereka, dan menorehkan senyum yang manis kepada Lintang dan semua orang.


"Ini karena aku sangat senang, saking senangnya aku tidak bisa berkata apa pun, sekarang aku harus menjaga istriku dengan baik, menjaga bayi kami, agar bagi kami selalu sehat dan tidak akan pernah terjadi keguguran lagi," kata Jino sambil mengelus lembut perut Kisya, lalu ke Kisya pun menorehkan senyum yang manis.


Di sisi lain Lintang langsung ditarik oleh seorang laki-laki.


"Apa-apaan ini?" Wanita itu begitu terkejut tetapi ternyata itu adalah suaminya.


"Sayang, kihatlah Kisya sudah memberikan Jino seorang bayi lagi, kita tambah lagi ya," ucap Boy sambil menorehkan senyum yang manis kepada sang istri.


"Sayang. Baiklah kalau begitu," ucap Lintang sambil mengecup lembut pipi sang suami.


"Ayo kita buat sekarang," ajak Boy kepada sang istri.


"Ya Tuhan apa-apaan ini, pestanya kan belum dimulai." Lintang merengek, karena dia masih ingin berada di dalam pesta tersebut.


Tetapi Boy sama sekali tidak peduli, pria itu langsung menggendong sang istri dan membawa istrinya masuk ke dalam kamar hotel yang sudah mereka pesan.

__ADS_1


Sedang Jino dan Kisya beserta yang lainnya melanjutkan pesta ulang tahun pernikahan Jino dan Kisya dengan hati yang bahagia.


__ADS_2