Jino dan Kisya

Jino dan Kisya
Penolakan


__ADS_3

Kisya masih belum sadarkan diri. Setelah beberapa jam di ruang tindakan. Dokter bilang kisya mengalami shok dan ingatannya kembali lagi. Jino terus menggenggam tangan sang istri dengan lembut. Bunda Nisya dan Papa Geovandra kini sudah datang. Terlihat bunda Nisya begitu mencemaskan putrinya.


"Bagaimana ini Bun. Kisya sepertinya sangat membenci Jino Bun. Jino tidak mau Kisya membenci Jino lagi. Jino sudah sayang banget sama Kisya Bun," Ucap Jino dengan tangisannya yang melirih.


"Berdo'a Saja Jino. Semoga pas Kisya bangun dia akan segera memaafkanmu," ucap Bunda Nisya sambil mengelus pundak sang menantu demi menenangkanya.


"Papa sudah melapor ke polisi Seoul.  Dan mereka pasti akan segera menemukan Penjahatnya!" Papa Geovandra berkata dengan serius


"Baby Vano, Baby Vano mana Bun?" tanya Jino dengan cemas.


"Baby Vano berada di Hotel bersama Mama Murni, dan dia datang bersama dengan, sudahlah lupakan saja," Bunda Nisya tersenyum dengan manis menatapa ke arah putra menantunya.


"Besok Kisya harus melihat Baby Vano. Siapa tau hatinya melunak saat melihat betapa menggemaskanya anak kami," kata Jino sambil menitikan air matanya. Jino mencona tersenyum di atas semua kegalauan hatinya.


Malam itu semua semakin cemas. Semua memikirkan apa yang akan Kisya lakukan ketika bangun. Apakah Kisya akan defresi kembali? Atau kah akan baik-baik saja? Semuanya bergelayut dalam angan dan pikiran masing-masing.


Dan benar saja Kisya akhirnya bangun. Dengan perlahan wanita cantik itu mencoba membuka matanya yang dengan berat. Orang pertama yang Kisya lihat adalah Jino. Sang suami yang kini sangat dia benci. Jino tersenyum memeluk sang istri yang kini bangun. Pelukan yang begitu lembut penuh dengan rasa cinta. Pria itu begitu bahagia ketika melihat sang istri membuka matanya. Setelah cemas menanti karena Kisya tidak kunjung bangun.


"Ka-kamu?" ucap Kisya terbata.


"Sayang kamu udah bangun? Alhmdulilah, Terima kasih ya Tuhan, istriku baik-baik saja," ucap Jino dengan senyuman lega.


Sesaat suasana sangat hening. Jino masih memeluk tubuh sang istri dengan penuh kelembutan. Pria itu benar benar ingin memeluk Kisya seperti ini dari awal. Namun tiba-tiba saja Kisya mendorong tubub Jino dengan perlahan.


"Bu Bundaaa," Ucap Kisya dengan mata berkaca-kaca menatap sang bunda dengan lekat.

__ADS_1


"Sayang. Apa ada yang sakit?" Tanya bunda sangat lembut.


"Bunda-bundaa, kikis mohon dengan sanga. Usir dia dari sini bunda. Kikis takut bunda Kikis takut melihat dia,"


ucap Kisya menangis sambil memeluk sang bunda..


Deg.


Hati Jino serasa remuk, Dadanya sakit bagai ada yang menusuk ke dalam hatinya sampai luka bertubi-tubi.


"Sayang_," ucap Jino terhenti seat Dan Jino pun menangis sambil mencoba memeluk Kisya.


"Aahhh kamu, kenapa ada di sini?pergi kamu! Pria jahat. Aku benci kamu!" Wanita itu menjerit dengan sangat kencang sambil mendorong Jino sampai punggung Jino terbentur tembok.


Buggh.


"Sayang?" jino menatap Kisya dengan pilu. Dia begitu tersakiti dengan sikap sang istri yang seperti itu


"Pergi! Bunda tolong Bunda. Kikis takut bunda. Bunda, Jino jahat bunda. Pria ini yang sudah memaksa Kikis bunda, dia jahat, dia bukan orang baik hu hu hu," Kisya menjerit dengan tangisannya.


"Memaksa apa sayang, Kisya... Lihat bunda nak, ada apa?" Bunda berkata seolah-olah tidak tau apa-apa tentang apa yang kisya ucapkan barusan.


"Dia bunda... Dia udah memaksa Kisya Bunda. Dia telah, telag menodai Kikis Bun. Sakit sekali Bun kikis tidak mau Bun. Kis takut sama dia bunda, tolong kikis bunda!" Kisya masih menangis dengan tangisannya yang meledak.


"slSayang Kisya tenangin dulu emosi kamu sayang. Dengarkan Bunda sayang. Dia adalah Jino dan dia sekarang adalah suami kamu nak!" Kata Bunda Nisya dengan pelan dan peluh kelembutan.

__ADS_1


"A, apa maksud bunda?" kisya sedikit terkejut mendengar ucapan bunda Nisya.


Jino terdiam dan bunda Nisya pun hanya tersenyum. Padahal bunda Nisya sama tegangnya dengan Jino. Tiba-tiba saja seseorang masuk. Dan itu adalah Mama Murni, Mama Murni datang sambil menggendong Baby Vano. Jino tersenyum dengan manis. Terlihat bahwa Jino begitu merindukan buah hatinya. Dengan segera Jino memeluk sang buah hati, dan mendekati Kisya kembali.


"Sayang... Lihat siapa ini?" ucap Jino sambil menggendong Baby Vano


"Mamama mam, momm," celoteh Baby Vano menanis ingin di gendong oleh Kisya. Balita itu begitu merindukam Mommy-nya.


"Ah siapa lagi dia?" kisya sedikit terkejut.


"Ini bayi kita sayang, dia tumbuh menjadi balita yang sehat dan sangat tanpan, usianya sudah 18 bulan," tutur Jino dengan senyumanya. Jino berharap Kisya bisa menerima Baby Vano dengan hati yang ikhlas. Karena inilah satu-satunya harapan Jino untuk saat ini.


"Bayi itu lahir juga. Kamu menodaiku sampai aku hamil dan melahirkan bayi itu. Benar begitu?" Wanita itu semakin menjerit histeris dan menangis. Dia memeluk Bunda Nisya dan tidak mau menatap ke arah Jino dan baby Vano sama sekali.


Jino merasa sangat sedih, melihat Kisya begitu membencinya. Kisya sama sekali tidak mau bertemu dengan Jino. Juga dengan Baby Vano. Karena Kisya terus menangis akhirnya Jino memutuskan untuk keluar membawa Baby Vano dalam gendonganya.


"Ya Tuhan ini mimpi burukku kini menjadi kenyataan. Istriku yang sangat aku cintai dan sangat aku puja kini telah membenciku,"


Ucap Jino dalam hatinya dengan air matanya yang menetes. Dia masih menggendong buah hatinya. Berjalan menelusuri lorong rumah sakit yang seolah sangat panjang.


Baby Vano meronta dan menangis ingin kembali ke ruangan sang Mommy. Dia menjerit sambil menunjuk ke arah kamar rawat inapnya Kisya. Namun Jino terus berjalan menjauhi ruangan itu.


"Jangan menangis lagi, sayang! Kini sudah tidak ada tempat lagi di hatinya untuk kita," Jino menitikan air matanya sambil mengelus lembut punggung sang buah hati tercinta.


Nafasnya begitu berat bahkan untuk sekedar menghirup udara segar pun tak sanggup. Pria itu kini terbuang dengan sia-sia. Di antara puing-puing luka hatinya yang terdalam. Dia masih menyimpan rasa cinta dan harapan. Semoga istrinya bisa memafkannya suatu hari nanti.

__ADS_1


Bersambung.


Aduh kak mungkin sisa 15 chapter lagi menuju ending... Siapkan hati kalian ya.. konplik akan sangat berat. Karena memang sudah mau selesai.


__ADS_2