
"Apa yang akan kalian lakukan padaku? Aku harus pergi, aku harus menemui suamiku. Apakah abang semua bisa bahasa Indonesia?" Ucap gadis itu dengan tubuh yang bergetar Kisya benar-benar merasa ketakutan, karena kali ini dia benar-benar sendirian. Dia di kelilingi oleh beberapa orang pria yang berbadan besar, dan tegap. Dia tidak tahu harus bagaimana.
"Brother please let me go, my husband is waiting for me! " (abang tolong biarkan aku pergi, suamiku telah menungguku!"). Sekali lagi wanita itu memohon dengan tubuh yang bergetar, wajahnya sudah terlihat begitu pucat, keringat dingin sudah mengguyur di sekujur tubuhnya.
"Ibwa, agashi dangsin-i museun mal-eulhago, ulineun danji jaemileulhaeyahabnida, neomu geogjeonghaji masibsio, ulineun dangsin-eul budeuleobge chwigeubhabnida,"
(Hei nona bicara apa kamu, sebaiknya kita bersenang-senang saja, jangan terlalu cemas, kami akan memperlakukanmu dengan lembut,").
Ujar salah satu pria bertubuh besar itu sambil terkekeh, menatap Kisya dan dia benar-benar sungguh terpikat, melihat tubuh Kisya yang molek dan cantik.
"Bicara apa kamu, aku tidak mengerti, aku mohon bicara dalam bahasa Inggris!" Gadis itu mulai ketakutan, ketika salah satu pria itu, kini mulai memegang rambutnya, mencium bau rambut Kisya dari belakang.
"Lepaskan rambutku, jangan sentuh rambutku!" Ucap Kisya dengan mata yang berkaca-kaca. Lalu wanita itu menepis tangan pria tersebut karena telah berani mencium wangi rambutnya.
Tetapi setelah tangan Kisya menepis tangan pria tersebut. Wajah pria tersebut terlihat marah dan dia menatap Kisya dengan tatapan yang begitu tajam, ia seolah ingin memakan Kisya hidup-hidup wajahnya merah padam, dan tangannya pun mengepal. Kisya melihat perubahan wajah dari pria tersebut. Dan dia langsung menitikkan air mata, rasa takut sudah mengerumuni seluruh jiwanya. Ia sungguh tak tahu harus berpikir bagaimana, harus berkata apa lagi, dia sungguh ketakutan saat itu.
"Gamhi nae son-eul eojileobhigo, nae son-eul bisnagan leseun-eul badgo, chingudeul ap-eseo moyoggam-eul neukkinda!"
(Beraninya kamu menepis tanganku, kamu akan mendapat pelajaran karena sudah menepis tanganku, aku merasa terhina di depan teman-temanku!").
Pria itu mulai memegang tangan Kisya dengan sangat kencang, Kisya berusaha menepis dan melepaskan diri dari pria tersebut. Tapi pria itu benar-benar bertenaga sangat kuat, tangan Kisya di pegang dengan sangat kuat sehingga wanita itu sungguh tidak bisa bergerak.
"Lepaskan aku bang, aku mohon!" Gadis itu mulai menangis dengan lirih, air matanya sudah berjatuhan tak beraturan. Ketakutan sudah menyelimuti seluruh jiwanya, hatinya begitu sakit dan kelu, kini dia berharap seseorang bisa menyelamatkannya dari cengkraman pria-pria jahat ini.
Pria itu terus mencengkram tangan Kisya, sedangkan beberapa pria lain hanya terkekeh menertawakan sikap dari pria itu, pria itu sama sekali tidak berperikemanusiaan, mereka menertawakan Kisya yang sedang berusaha melepaskan diri dari cengkraman pria itu.
__ADS_1
"Lepas bang, aku mohon lepasin aku, lepas, tanganku sakit, tolong lepaskan tanganku," jerit Kisya dengan tangisan yang begitu meledak, tangannya sudah kesakitan karena pria itu memegang tangan Kisya begitu erat.
"Plakkk."
Salah satu pria itu menampar pipi Kisya dengan sangat kencang, sehingga wajah Kisya terbanting ke pinggir.
"Aw." Gadis itu benar-benar merasa sakit. Tamparan kepada pipinya benar-benar membuat dia tak berdaya, kedua tangannya sudah di pegang dari belakang, dan kini bahkan wajahnya di pegang oleh pria yang lainnya.
Air mata sudah tak dapat lagi dia bendung, dia menangis sejadi-jadinya, dia meronta sekuat tenaganya, tetapi kedua pria itu hanya tertawa di ikuti oleh tawa dari pria-pria lainnya.
Wanita itu merasakan sesuatu yang sangat sakit dalam hatinya, kepalanya berdenyut begitu hebat ketika kini bahkan salah satu pria itu menjambak rambutnya, hingga wajahnya menengadah ke atas.
Tetesan air mata sudah bisa lagi dia tahan, suaranya sudah habis di pakai untuk dia teriak. Namun teriakannya itu bahkan tidak bisa di dengar oleh orang luar, mulutnya kini sudah di sumpal dengan sebuah koran dan dilakban oleh pria tersebut.
Tak bisa lagi wanita itu memohon, tak bisa lagi wanita itu berteriak. Tangannya sudah di ikat kuat dengan lakban yang sangat rapat. Mulut yang tertutup lakban itu kini tengah basah, dengan air mata yang membanjiri pipinya. Wanita itu benar-benar merasa ketakutan, hatinya begitu berdebar, tubuhnya lemah dan tak berdaya.
"Dangsin-i chimchag han han ulineun sangnyang hal geos-ibnida."
(Tenanglah manis, kami akan bersikap lembut, asal kamu tenang!")
Ucap salah satu pria yang kini sedang memanggul Kisya di atas pundaknya.
Wanita itu terus meronta dengan air mata yang terus menetes. Dia benar-benar tidak bisa berbuat apa-apa lagi, dia bahkan sudah tidak sanggup untuk berteriak. Mulutnya tersumpal koran dan di rapatkan oleh lakban.
Ucapan pria tersebut bahkan tidak bisa dia mengerti. Dia sungguh tidak bisa berbahasa Korea, dia hanya berbekal bahasa Inggris untuk bisa berjalan-jalan di sana. Wanita itu terus meronta dengan tangisan yang tak henti, tangisan tanpa suara Namun air matanya mengalir begitu deras.
__ADS_1
"Tolong selamatkan aku, kak Jino!" Ucap wanita itu dalam hatinya, dia benar-benar tidak bisa berteriak sama sekali, bahkan kini nafasnya begitu sesak, pria itu telah membawanya ke sebuah gudang yang sangat gelap, lalu secara tiba-tiba tubuh mungil itu di lemparkan ke lantai.
"Bruugghh."
Tubuh yang mungil itu terlempar sangat kencang. Dan kini telah meringkuk di lantai. sebuah kesakitan di sekujur tubuhnya, membuat dia benar-benar tak bisa bernafas dengan lega, nafasnya terasa sesak dan tulang-tulangnya pun seolah remuk. Wanita itu sungguh lemah tak berdaya, kini dia tidak bisa membuka matanya, kepalanya berdenyut sangat hebat, setelah tanpa sengaja kepala itu terbentur terkena lantai.
Darah segar kini telah menetes menghujani pipi wanita itu, ketika darah segar tiba-tiba keluar deras dari kepala dan jidatnya kisya.
"Uwhh.. kak!" Gadis itu dalam hatinya. Dia merasakan kesakitan yang teramat dalam, air matanya bercampur dengan tetesan darah yang mengalir begitu deras. Sedangkan pria-pria tersebut malah menertawakan semua kesakitan yang Kisya rasakan. Wanita itu sungguh tak berdaya dengan keadaannya. Tubuhnya sungguh sakit, hatinya pun bagai teriris. Situasi yang benar-benar membuat dia tak bisa bertahan.
Matanya tak sanggup lagi untuk membuka. Dia begitu lemah dengan kesakitan yang dia dera. Helaan nafas berat di lontarkan, gadis itu benar-benar tersiksa dengan keadaan ini.
"Hahahah hahahah hahahah," tawa senang dan bahagia terdengar begitu riuh, terlontar dari setiap pria yang sekarang sedang menonton Kisya yang lemah tak berdaya. Rok pendek kisya kini tersibak memperlihatkan paha mulusnya, dan itu membuat pria-pria itu semakin tertawa dengan senang.
bersambung.
Aku tak sanggup berkata-kata hatiku sakit menulis ini semua😔.
Tolong beri dukungan untuk Jino dan kisya ya.
Jangan lupa like dan vote.
salam sayang dariku Evangelin Harvey.
Mampir juga ke Nathan ya kak.
__ADS_1