Jino dan Kisya

Jino dan Kisya
Sebuah P E S A N


__ADS_3

Kisya sudah duduk di balkon kamar hotelnya. Semilir angin malam terasa menusuk ke rongga dadanya. Tiba-tiba saja dua buah tangan kekar memeluk perutnya dari belakang. Jino menenggelamkan wajahnya di bahu Kisya. "Dingin yang, masuk yuk!" Ajak Jino.


Namun Kisya masih menggeleng. Dia masih ingin menikmati malam yang indah ini. Kemerlip lampu kota Jakarta memang luar biasa indahnya. Indah terlihat seperti kunang-kunang yang sedang beterbangan. Rasanya kesejukan menerpa tubuhnya. Membuat dia larut dalam irama malam yang dan mengalun indah.


Jino masih setia dengan pelukan yang erat. Dia menatap indahnya kota yang berwarna warni.


"Tidak ada bintang, tetapi hanya ada lampu kota!" Ucap Jino pelan.


"Hmm, lampu kota terlihat sangat indah pada malam hari, aku suka kak!" Kisya masih terpokus pada lampu kota itu. Sedari kecil Kisya memang suka dengan kemerlip lampu dan bintang pada malam hari. Sebuah kebiasaan Kisya, dia selalu menatap bintang di balkon kamarnya. Karena rumahnya tidak terlalu tinggi maka dia tidak bisa melihat indahnya kemerlip lampu kota.


Jino mengecup lembut pipi sang istri dengan lembut. Dia lalu beranjak dan duduk di kursi. Jino mengambil ponselnya.


"Sini!" Ajak Jino.


Kisya menoleh dan tersenyum. "Ada apa?"


"Kita syefie." Jino tersenyum manis.

__ADS_1


"Ya ampun kak, aku mau!" Kisya langsung duduk di pangkuan sang suami. Mereka lalu berfoto berdua. Jino langsung mengirim poto tersebut pada akun Instagram dan akun Facebook miliknya. Mereka begitu bahagia. Senyum manis terus menghampiri kedua wajah pasangan pengantin ini. Bahkan keduanya masih belum menikmati indahnya suasana romantis sebagai suami istri.


Mereka belum menuntaskan ritual malam pertama mereka. Tiba-tiba ponsel Kisya berdering. Dengan segera Kisya membuka ponselnya. ternyata ada pesan masuk. Pesan dari nomor tidak dia kenal.


- 0877xxxxxxx-


Begitu mesranya pengantin baru, bahkan kamu melupakan mantan suamimu yang masih belum jelas keberadaannya. Kamu bahagia di atas luka hati Jeff. Kamu memang murahan, dengan gampang berpindah hati pada suami barumu padahal suami lamamu masih belum jelas keberadaannya, dasar pelacur.


Kisya membaca pesan singkat tersebut. Kisya terdiam membisu. Mulutnya menganga. Dan air matanya tak bisa lagi dia bendung. Kisya menangis dalam diam. Jino lalu menghampiri Kisya dan melihat ponsel milik Kisya. Jino membaca isi pesan yang masuk. Jino pun merasa terkejut kenapa ada orang yang berkata setega itu. Bahkan Kisya sudah berusaha tegar dan bangkit kembali setelah kecelakaan. Tetapi kini malah drop lagi.


Kisya terus menangis dalam penyesalan. Sesal itu kini datang lagi dan menyelimuti malam dinginnya.


"Jangan sentuh aku kak, aku tidak pantas mendapatkan semua kebahagiaan ini!" Ucap Kisya dengan tangisan yang melirih. Kisya terus menangis dengan pilu. Tatapan matanya begitu sendu. Dia kembali ke titik awal. Titik dimana dirinya menyesal karena sudah menyia-nyiakan Jeff dan malah berbahagia bersama Jino.


Jino terkejut Kisya bahkan tidak mau dia sentuh. Jino merasakan sebuah beban hati yang membuatnya terasa amat sesak. Jino menatap Kisya penuh rasa cinta. Kisya masih menangis sesegukan. Kini Jino tidak bisa berbuat apapun. Dia hanya bisa duduk terdiam menemani sang istri yang sedang menangis dengan pilu.


"Siapa yang mengirim pesan?" Jino berpikir sangat keras. Jino mencatat nomor ponsel tersebut. lalu mengirim nomor tersebut kepada anak buahnya agar segera di lacak. Tetapi selang beberapa menit anak buahnya mengatakan bahwa nomor tersebut sudah tidak aktuf lagi. Jino begitu frustasi dibuatnya.

__ADS_1


Jino masuk ke dalam kamar dan mengambil obat milik Kisya. Jino lalu menyodorkan obat tersebut kepada sang istri untuk segera di minum


Dia tidak peduli dengan epek haldol pada sang istri. Tentunya Kisya akan Segera tertidur setelah meminum obatnya. Jino tak peduli lagi dengan malam besar yang telah dia rencanakan. Yang pasti saat ini Jino hanya ingin Kisya tenang dan tidak cemas lagi.


Jino tak tega melihat Kisya terus menangis dalam kepiluan dan rasa bersalahnya. Kisya dengan perlahan meminum obat tersebut. Kisya masih menangis. Namun kini suara tangisnya mulai pelan. Benar saja, kisya langsung tertidur. Kisya tertidur di kursi Balkon. Jino menatap pilu sang istri. Dia tidak tega istrinya seperti itu.


Jino menggendong tubuh mungil sang istri menuju ke tempat tidurnya. Dia melihat istrinya begitu tersiksa dengan rasa bersalahnyam.  Jino merasa geram dengan orang yang sudah meneror Kisya. Karena itu diabakan berusahan mencari orang itu sampai dapat. Dia tidak akan membiarkan orang itu menyiksa batin sang istri.


Jino begitu memanas dan geram. Wajahnya memerah menahan amarah. Dia berfikir keras, siapa orang yang berani mengusik kehidupan keluarganya. Dia tidak akan membiarkan orang itu hidup dengan tenang. Berkat orang itu, Kisya akhirnya kembali menderita Dengan segala rasa bersalah yang merasuki jiwanya.


Jino mengelus lembut rambut sang istri. Tak tega dia melihat istrinya menderita seperti itu. Kalau suatu saat orang itu telah di ketahui. Maka jino akan mengganjarnya habis-habisan. Dia takan perduli dia pria ataupun wanita. Jino akan membuat mereka merasakan hal yang sama dengan apa yang di rasakan oleh istri tercintanya.


Jino duduk menatap sang istri dengan pilu. Malam itu malam terpedih yang Jino rasa. Karena di malam bahagianya dia merasa begitu tidak tega melihat penderitaan sang istri. Jino berharap malam seperti ini tidak terjadi lagi. Dia mengambil ponsel Kisya dan melepas kartu simnya. Jino mematahkan kartu itu dan besok akan membeli kartu sim baru untuk Kisya. Jino tidak mau Kisya diteror lagi. Jino lalu merebahkan diri di samping istrinya. Jino memeluk erat tubuh sang istri. Jino mencoba untuk memejamkan matanya. Namun tak bisa. Rasa kesal dan amarah masih mengelilingi seluruh tubuhnya.


Sebuah kemarahan membuat rasa kantuknya Hilang. Jino ingin sekali tertidur dengan lelap namun tak bisa. Malam itu terasa amat panjang untuknya. Dia hanya bisa memeluk sang istri dan berusaha memejamkan matanya. Namun pikiranya melayang kemana-mana. Dia begitu resah dan gelisah. Gara-gara teror sms tersebut membuat ritual malam pertama yang dia nantikan gagal lagi. Tetapi Jino akan terus bersabar karena waktunya masih panjang.


Dia akan mendapatkan kesempatan itu besok,  lusa dan sampai seumur hidupnya. Tapi sekarang misinya adalah menemukan pengirim pesan teror tersebut. Jino yakin dengan sangat, bahwa suatu saat dia akan menemukan identitas orang tersebut. Keyakinanya sangat kuat. Malam semakin larut dan saat itu bahkan hampir subuh. Jino masih terjaga sambil memeluk tubuh sang istri.

__ADS_1


Dia begitu kesal karena dia tidak bisa tidur lagi malam itu.


🌺 Bersambung 🌺


__ADS_2