Jino dan Kisya

Jino dan Kisya
Ngamuklah


__ADS_3

Di sebuah gudang yang gelap. Gadis itu masih meringkuk di lantai, dengan luka di kepalanya. Seorang pria mulai melepaskan pakaiannya, melempar kaos yang dia gunakan lalu menghampiri Kisya. Pria itu ingin membuka pakaian wanita di hadapannya, dia membuka satu persatu kancing baju wanita yang kini meringkuk tak berdaya.


Kisya tidak tahu harus berbuat apa, tubuhnya terasa sakit, terasa remuk, dan hancur. Dia bahkan tidak bisa membuka matanya, karena kepalanya berdenyut begitu kencang. Sehingga dia begitu kesakitan. Darah segar mulai menetes dari kepalanya, semakin lama semakin banyak.


Pria itu kini telah berhasil melepas pakaian bagian atas yang Kisya kenakan. Pria bertato itu memiliki tubuh yang besar. Dan pria itu benar-benar begitu takjub melihat kemolekan tubuh wanita mungil yang berada di hadapannya.


"Ayo cepatlah lakukan, aku sudah tidak sabar kamu terlalu banyak bermain-main," ujar salah satu pria yang kini sedang mengelilingi tubuh wanita lemah itu.


"Sabarlah aku sedang berusaha melepas pakaiannya," jawab pria tersebut sambil berusaha melepaskan pakaian bagian bawah, wanita yang kini sudah tak berdaya.


Dengan perlahan pria itu menyentuh lembut rambut Kisya dan hendak mengecup kening Kisya.


Kisya tersadar dia dengan perlahan membuka matanya. Alangkah terkejutnya dia, saat dia menyadari bahwa kini ada pria yang sedang berusaha mendekatinya. berusaha mengecupnya. Ingin sekali wanita berteriak meminta tolong, kepada siapapun itu, agar dia bisa bebas dari cengkraman pria berbadan besar itu.


Wanita itu terus meronta, mendorong pria yang kini hendak menggagahinya. Kakinya menendang-nendang sehingga terkena ke arah perut si pria. Tangisan dalam hening kini sudah tak bisa lagi di ungkapkan. Air mata kepedihan sudah dia keluarkan, kini dia sungguh tak bisa lagi berbuat apapun. Bahkan tangisan pun dia lakukan dalam keadaan diam.


Mulutnya masih tersumpal rapat dan tidak bisa berkata apapun. Sebenarnya hatinya menjerit dan menangis, dia berusaha sekuat tenaga untuk menghindari serangan dari pria yang ada di hadapannya.


"Kamu semakin membuatku begitu gemas, Nona manis," pria itu tersenyum dengan gembira, di ikuti tawa beberapa pria yang kini sedang menonton aksi erotis itu.


"Tuhan tolonglah aku, aku harus bagaimana lagi. Bahkan aku tidak bisa menjerit, berteriak, dan meminta tolong, aku sekarang hanya bisa meminta tolong Kepada Mu saja, Tolong selamatkan aku, dari pria-pria yang hendak menyentuhku, tolong lindungi tubuhku agar tidak ternoda," batin Kisya menjerit meminta pertolongan kepada Tuhannya.


Hatinya begitu tercabik bagaikan teriris oleh sembilu. Ketika pria itu mulai menyentuh pipinya dan mulai memberikan sentuhan-sentuhan di daerah lehernya. Dengan tangannya yang kasar dan besar. kisya terus meronta namun Kisya pun sungguh tak sanggup, karena badan pria itu begitu kekar dan kuat. Dia hanya meminta kepada Tuhan untuk melindungi dirinya.


"Ayo cepat lakukan, kami sudah tidak sabar ingin mencobanya juga," teriak salah satu teman pria yang ada di belakangnya. Pria itu menyeringai dan hendak menyentuh bagian intim Kisya dengan mulutnya tetapi tiba-tiba saja.

__ADS_1


Braakkk.


Pintu gudang itu terbuka oleh tendangan seorang pria yang di ikuti beberapa orang pria kekar Berbaju hitam di belakangnya.


Pria yang baru datang itu benar-benar merasa geram. Wajahnya memerah dan tangannya mengepal, dia begitu marah melihat seorang gadis yang hendak di gagahi oleh pria yang tidak pantas hidup di muka bumi ini.


"Kurang ajar," teriak pria itu sambil berlari kearah gadis yang kini tak berdaya. Dengan satu hentakan pria itu menendang laki-laki yang kini hendak menggauli wanita tak berdaya itu.


Bug bug bug.


Dengan membabi buta, pria tampan itu menghajar preman yang hendak menyentuh tubuh wanita, yang sangat dia kasihi.


"Beraninya tangan kotor mau itu menyentuh istriku!" Teriak Jino sambil mencoba memutar tangan preman tersebut sampai terkilir.


Kreekk.


"Aaaaaaa," teriak preman itu merasa kesakitan ketika dengan sekuat tenaga Jino mematahkan tangan yang telah menyentuh tubuh istrinya.


Anak buah Jino menghajar preman lainnya, sampai babak belur pula. Jino telah berhasil mematahkan tangan kanan pria tersebut, dan kini dia kembali menghajar pria itu sampai pria itu benar-benar tak berdaya. Wajah preman itu sudah babak belur, dan penuh dengan darah.


Amarah Jino sudah tidak tertahankan lagi, ketika melihat istrinya kini hanya mengenakan pakaian dalam saja.


"Beraninya kamu membuka pakaian istriku!" teriak Jino sambil menghajar pria itu, di daerah mata, dengan membabi buta. Mata pria tersebut mengeluarkan darah karena Jino benar-benar menghajarnya dengan penuh amarah.


Entah kenapa kali ini Jino memiliki kekuatan dan tenaga yang ekstra, untuk menghajar pria yang bahkan badannya lebih besar dari padanya.

__ADS_1


Bugg bugg bugg.


Jino terus menghajar pria tersebut, bahkan preman tersebut kini sudah terkapar lemas di lantai. Tetapi Jino tidak berhenti menghajarnya. Jino benar-benar ingin membunuh pria tersebut, karena telah berani menyentuh dan membuat istrinya tersakiti.


Kisya membuka matanya dengan perlahan-lahan, tubuhnya bergetar dan dia memeluk tubuhnya yang polos. Air matanya menetes tanpa henti, ketika melihat sang suami telah menghajar pria yang hendak menyentuhnya tadi. Wanita itu menangis dalam diam, dia tak kuasa membendung semua duka yang dia rasakan. Semuanya teramat sakit, semuanya teramat perih, sebuah luka yang menggores hatinya begitu dalam.


Air mata berjatuhan bahkan sudah tak beraturan lagi. Matanya terus memandang kearah sang suami, yang penuh dengan amarah. Jino hendak membunuh pria yang sekarang sedang dia duduki, dan dia hajar tersebut.


Salah satu anak buah Jino datang menghampiri Jino dan menarik tangan Jino supaya Jino berhenti memukuli pria tersebut.


"Beraninya kamu menghalangiku?" Teriak Jino sambil menatap anak buahnya.


"Bos kamu bisa membunuhnya, kalau kamu membunuh manusia, kamu bisa di penjara. Sudah biarkan saja selanjutnya Polisi yang menanganinya!" Pria itu berkata demi melindungi Jino dari rasa amarah yang memuncak.


"Dia telah menyentuh istriku, aku harus membunuhnya!" Jino kembali berteriak, dengan seribu amarah yang dia rasakan.


"Sudahlah Bos, sudah. Dia sudah tidak berdaya. Lihatlah dia sudah hampir mati. matanya pun sepertinya akan buta karena kamu terus memukulnya. Tangannya sudah terlihat patah. Kamu ingin membunuhnya. Apa kamu tidak kasihan pada istrimu, lihat istrimu, dia sedang menggigil ketakutan melihatmu!" Ucapan anak buah Jino menjelaskan agar Jino bisa meredam emosinya.


Jino tersadar bahwa kini istrinya sedang ketakutan, dari kejauhan Jino menatap pilu istrinya yang kini masih polos, memeluk tubuhnya sendiri yang penuh getaran ketakutan.


"Kisya, sayang," Jino tersadar bahwa Kisya kini benar-benar ketakutan, karena tindakan pria tersebut. Jino bangkit dan berjalan menghampiri sang istri. Dia membuka kemeja yang dia kenakan, lalu memakaikannya kepada sang istri. Wanita itu masih menggigil ketakutan, dia masih meneteskan air mata yang begitu deras.


Dengan perlahan Jino membuka lakban yang menutupi mulut istrinya. Lalu dengan segera pria itu memeluk erat tubuh sang istri yang bergetar ketakutan.


Bersambung.

__ADS_1


kak jino dan kisya minta ucapan selamat tahun baru ya, di tanda panah di bawah itu. kakak tinggal klik saja dan menulis di sana ya.



__ADS_2