Jino dan Kisya

Jino dan Kisya
Maaf


__ADS_3

Jeff masih Menggenggam erat tangan Kisya. Setelah satu jam Kisya tertidur akhirnya wanita itu bangun.


"Kak." Ucap Kisya pelan. Jeff begitu senang melihat istrinya sudah bangun.


"Sayang ." Ucap Jeff dengan penuh kelembutan.


Tubuh Kisya bergetar dan Kisya bangun Dengan sisa tenaga yang dia miliki. Kisya menatap Jeff dengan mata yang berkaca-kaca. Air matanya hampir saja menetes. Dia menghela nafas dengan sangat susah. Kisya mengingat kembali ucapan sang bunda. Ucapan yang menyatakan bahwa Jeff adalah suami Kisya , suami yang sah secara agama.


Sakit dan perih dia rasakan dihatinya. Karena secara tidak langsung dia sudah berselingkuh dari suaminya Jeff. Dadanya seolah sesak dan sulit untuk bernafas.


"Menangislah jika itu bisa membuatmu lega!.. Ucap Jeff dengan suara pelan. Menggenggam lembut jemari Kisya. Kisya lalu langsung memeluk Jeff dengan sangat erat. Kisya tak bisa lagi membendung air matanya. Dia menangis sejadi-jadinya. Air matanya menetes membasahi pipi sampai ke pundak Jeff. Jeff hanya bisa menghela nafas.


"Ma-af, ma-af kak." Kisya mengucapkan kata maaf dengan suara tangisnya yang begitu nyaring. Dia merasa sangat bersalah pada Jeff karena sudah berpindah hati. Andai dia tau lebih awal kalo Jeff adalah suaminya. Mungkin kejadianya tidak akan seperti ini. Mungkin dia akan lebih menghindari Jino dan melupakan nama itu selamanya. Tapi kini nasi sudah menjadi bubur. Dia bahkan sudah menyerahkan beberapa pelukan serta kecupan pada pria lain selain suaminya.


Rasa bersalahnya ini membuat hatinya semakin sakit dan perih. Dia merasakan sakit yang tak terkira,apalagi dengan Jeff. Jeff pastilah lebih sakit dari yang dia bayangkan. Kisya pada dasarnya seorang gadis yang sangat baik dan selalu mengikuti norma dan ajaran orang tuanya. Tak disangka kalo dia ternyata bisa menduakan suaminya. Tanpa dia sadari dia berdosa dan berselingkuh di belakang suaminya.


"Jangan menangis lagi, apa yang harus aku maafkan, kamu tidak bersalah apapun !..

__ADS_1


Jeff mengelus rambut Kisya dengan sangat lembut. Membuat kisya semakin merasakan sakit karena setelah menduakanya.


"Aku bersalah terhadap kakak." Tangis Kisya tak terelakan lagi. Terdengar begitu nyaring dan menyakitkan. Jeff hanya bisa menghela nafas berat. Sedang bunda Nisya hanya bisa menatap dengan tatapan sedih. Bunda Nisya melihat sebuah sesal dimana sang putri. Dan bunda Nisya berharap buah hatinya bisa menerima kenyataan ini. Sepertinya Kisya bisa menerima walau dengan hati dan perasaan yang pedih.


Bunda Nisya lalu membawakan segelas air putih untuk putrinya. Dia taruh gelas itu di meja dekat Kisya dan Jeff berpelukan. Bunda Nisya tak sanggup untuk menggangu mereka berdua. Terlalu tidak tega jika bunda Nisha melakukanya. Bunda lalu duduk di sofa diseberang Kisya dan Jeff. Kisya masih menangis dengan lirih, dan Jeff masih terdiam dengan mata yang terpejam.


Kisya masih ingat ketika Jeff ingin mengecupnya, sedangkan Kisya menolak untuk di kecup oleh jeff. Dia tidak menyangka bahwa dia sudah berdosa terhadap suaminya. Malah memberikan kecupan pada pria lain yang sudah jelas pria itu adalah kakak iparnya sendiri. Mengingat hal itu tangisan Kisya semakin melirih. Wajahnya sendu dan terlihat sangat kacau.


"Maafkan aku untuk semuanya kak, aku sungguh tidak berniat mengabaikan mu, aku tidak tau kalo kamu sebenernya adalah suamiku, aku tidak tau kalo kita sudah menikah, kak aku mohon ampuni aku!.. Kisya masih menangis dan Jeff bergetar ketika mendengar ucapan sang istri. Jeff tau Kisya sudah berpaling hati makanya dia sangat sedih mendengar ucapan dari mulut Kisya. Ucapanya sangat jelas bahwa dia meminta maaf karena sudah berpaling.


"Kak."


"Iya sayang?...


"Aku berjanji akan berubah, tolong beri aku waktu." Ucap Kisya dengan tangisan lirihnya. Tangisan yang tadi meledak sepeti sebuah bom kini berubah menjadi tangisan yang kirim dan sendu. Isak tangis gadis itu masih terdengar namun tidak terlalu kencang.


"Iya sayang." Hanya itu yang bisa Jeff ucapkan saat ini. Di sisi lain Jeff senang karena Kisya tau bahwa dia adalah suaminya, sehingga Kisya akan lebih bisa menjaga jarak terhadap pria yang telah merubah hati istrinya. Tatapi di sisi lain Jeff merasa sedih, Jeff merasa kasihan melihat begitu tersiksa nya kisya dengan penyesalan. Bahkan Tangisanya sungguh mengoyak hatinya. Dia sangat tidak tega melihat Kisya menangis seperti ini. Apalagi melihat Kisya syok seperti tadi.

__ADS_1


Rasa bimbang dengan hal yang dia hadapi saat ini membuat mulutnya kelu. Tapi Jeff yakin dengan sangat bahwa cintanya terhadap kisya tidak akan berubah oleh apapun. Bahkan akan semakin besar dan tak lekang oleh waktu. Selama ini Jeff selalu melakukan itu untuk kisya. Karena dalam hati Jeff hanya terukir nama kisya. Tidak perduli apa yang Kisya perbuat dan tidak perduli dengan apa yang terjadi dengan Kisya, Jeff akan selalu mencintai Kisya apa adanya.


Jeff yakin jika Kisya berubah, pasti kisya suatu saat akan mengerti bahwa ada pria yang begitu mencintainya dan menerima dia apa adanya baik buruknya Kisya. Jeff yakin kisya akan tau betapa besar cintanya terhadap Kisya. Jeff yakin kisya akan mengerti bahwa tidak ada yang bisa merubah cintanya terhadap Kisya kecuali sebuah kematian.


Rasa cinta Jeff yang besar memang sudah tumbuh semenjak 5 tahun lalu. Dan cinta itu selalu dia jaga setiap saat. Walau Jeff sempat kecewa ternyata Kisya telah berubah. Berubah dan meninggalkan dirinya dalam cinta yang bertepuk sebelah tangan. Jeff masih bisa memaafkan Kisya. Karena Jeff tau, dirinya tak bisa hidup tanpa Kisya. Jangankan sehari bahkan sedetikpun hatinya selalu berbisik nama kisya. Setiap bedabaran jantung Jeff selalu berdetak atas nama Kisya. Dia hanya berharap Kisya bisa sama sepetinya. Berharap Kisya bisa segera kembali mencintainya lagi seperti dulu.


Kini Kisya sudah berhenti menangis. Tetapi air matanya masih menetes tanpa dia sadari. Kisya melepaskan melupakanya dan kini menatap Jeff dengan mata basahnya. Bibirnya bergetar menahan tangis. Dia tidak mau menangis lagi. Jeff tersenyum manis menatap kisya.


"Minumlah !... Ucap bunda pelan.


Jeff lalu mengambil gelas yang sudah bunda Nisya siapkan di meja. Kisya dengan perlahan menerima gelas tersebut dan meminum air putih itu dengan perlahan-lahan.


"Tersenyumlah, karena senyumu begitu indah." Ucap Jeff dengan senyuman manisnya.


Bersambung❤️


Gimana nih tim Jeff mana suaranya?...

__ADS_1


__ADS_2