Jino dan Kisya

Jino dan Kisya
Mimpi


__ADS_3

Kisya ."


"Iya Kisya. Biarkan Kisya ikut merawat baby Vano, jangan kamu jauhkan dia dari ibunya."


"Anak papa itu sebenarnya siapa?..


Jino apa Kisya?..


Ucap Jino dengan wajah yang kesal.


"Tentu saja kamu, tetapi kamu tidak boleh melupakan ibu dari anakmu, tadi bunda Nisya menelepon papa, katanya Kisya sangat terpukul karena kamu melarangnya bertemu dengan baby Vano. Ingat lah Jino , Kisya adalah ibu kandungnya."


"Pa, Jino tidak akan pernah lupa kalo Kisya adalah ibu dari baby Vano. Jino tidak akan lupa kalo Vano adalah anak kami, tetapi."


"Tetapi apa nak?..


Tuan Geovandra terheran .


"Tetapi pa, karena itulah jino ingin menjauh dari Kisya."


Jino menghela nafas berat.


"Maksud kamu apa Jino?...


"Karena Kisya adalah ibu dari anaku, dan jika mereka dekat dan bersama aku seolah ingin memiliki mereka pa, tolonglah, bantu Jino kali ini saja, agar Jino tidak serakah!...


Mata Jino mulai memerah. Nafasnya berat dan seperti tersenggal.


Tuan Geovandra menatap mata sang putra dengan tatapan penuh kecurigaan.


"Kamu menyukai kisya?...


Ucapan papa Geovandra membuat Jino seraya berhenti berdetak.


Sebuah pertanyaan yang terasa sulit untuk di jawab. Dia sendiri masih bingung dengan perasaannya.


"Suka?..


Ucap Jino seolah bertanya pada dirinya sendiri.

__ADS_1


"Apa iya kamu menyukai kisya?..


Sekali lagi papa Geovandra mengajukan pertanyaan.


Jino terdiam dengan kebingunganya. Helaan nafas berat dia rasakan. Sesekali Jino menelan Saliva karena bingung dengan Pertanyaan yang papanya lontarkan .


"Jino jujur sama papa!!!...


"Jino tidak tau pa apakah ini perasaan suka atau bukan, untuk sekarang rasanya Jino hanya ingin menghindar dari Kisya. Karena rasanya sesak dan sakit kalo mengingat Kisya adalah adik ipar Jino ."


Ucap Jino dengan helaan nafas yang begitu berat.


"Bodoh sekali kamu, kenapa perasaan suka mu datang belakangan, coba saja kamu suka pada gadis itu sejak dulu!..


Ucap papa Geovandra dengan penuh penekanan.


Jino terdiam mendengar ucapan sang papa. Jino memang terasa amat bodoh. Karena memang baru sadar bahwa dia menyukai kisya. Butuh setahun Lebih untuk menumbuhkan rasa suka terhadap Kisya. Dan rasa suka itu datang terlambat.


"Nasi sudah menjadi bubur pa!..


Jino menghela nafas berat.


Tutur papa Geovandra dengan wajah yang sangat serius.


"Tapi pa."


"Ikuti saja saran papa, dari pada nanti bunda Nisya mengamuk dan mengambil baby Vano dari pelukku , bagaimana?..


Ucap papa.


"Itu tidak akan terjadi, dia harus membunuh Jino dulu sebelum mengambil Vano dari pelukan Jino !..


Ucap Jino  dengan aura kemarahanya.


"Iya ,karena itu kamu harus membiarkan Kisya tetap bersama dengan baby Vano, sehingga bunda Nisya tidak akan mengambil baby Vano dari pelukanku nak."


"Baiklah pa, jika memang itu jalan terbaik, nanti aku akan berbicara pada Jeff."


Ucap Jino pelan .

__ADS_1


Jino sangat takut mendengar kata-kata mengambil. Jino sungguh tidak mau kehilangan baby Vano. Karena baby Vano adalah separuh nyawanya. Dan Jino Takan bisa hidup tanpa baby Vano. Rasa sayangnya pada sang putra tidak ada tandinganya. Sehingga Jino sangat takut jika bunda Nisya kelak mengambil baby Vano dari pelukannya. Jino menghela nafas berat. Dan kini hanya bisa duduk dengan wajah yang lemas.


Tuan Geovandra lalu menelephone Jeff dan memberi tahu bahwa Jeff boleh bermain bersama Kisya ke apartemen Jino ketika Jino sedang bekerja. Tentu saja Jeff merasa sangat senang. Jeff sangat tidak tega Kisya menderita dengan kerinduanya. Tetapi apa daya. Baby Vano adalah milik dari abangnya Jino. Sehingga dia tidak bisa marah dan hanya bisa memendam rasa kesalnya.


Tuan Geovandra lalu pulang dan kini Jino terdiam sendiri dalam lamunanya. Jino menghela nafas dan memejamkan matanya. Ada rasa sesal dalam dadanya ketika mengingat nama Kisya. Jino sadar kini Jino menyukai kisya. Dan dia harus segera melupakan rasa suka nya terhadap Kisya.


dia bertekad akan bisa melupakan Kisya secepat mungkin. Karena itu sangat tidak baik untuknya. Dia sadar betul bahwa Jeff akan membunuhnya jika sampai Jeff tau perasaanya terhadap sang istri. Perasaanya harus segera di hilangkan. Karena jelas Kisya adalah adik iparnya. Jino kini memejamkan mata dan mulai tertidur.


"Lepaskan aku kak lepas, aku mohon sakit kak!..


Jerit Kisya dengan Tangisanya yang meledak, Kisya berusaha memukul dan mengigit bahu Jino sebagai pertahanan terakhirnya.


"Maap maap ,maap maapin aku Kis, maapin aku!..


Jino menangis dan menitikan air matanya. Rupanya Jino bermimpi. Jino terus meminta maap kepada Kisya ,terus meminta maap dengan ketakutanya yang begitu dalam.


Bibi terheran melihat Jino berteriak sambil tertidur. Bibi dengan segera memnggoyangkan badan Jino untuk membangunkan Jino.


"Tidak Kisya maapin maapin aku Kis, aku minta maap, aku tidak akan menyakitimu lagi Kis!..


Jino masih menangis dalam tidurnya.


Bibi terlihat cemas. Dan terus menggoyangkan badan Jino namun Jino tidak kunjung bangun.


"Maapin aku Kis, maapin aku Kis, aku sayang sama kamu Kis maapin aku, jangan menangis lagi aku mohon jangan!..


Tangis Jino semakin menjadi. Air matanya membanjir namun dia masih terus memejamkan matanya. Bibi sudah berusaha menggoyangkan badannya namun masih tidak mau bangun.


"Tuan muda bangun tuan!..


Ucap bibi sambil menggoyangkan badan Jino dengan kencang. Tetapi jino Masi berteriak dengan Tangisanya. Bibi berlari ke arah kamar mandi lalu mengambil air satu gayung. Dan menyiramkan ke wajah Jino.


Byuur.


Air itu mendarat tepat di wajah Jino membuat Jino terkejut.


"Kisya."


Ucap Jino terkejut dan membuka matanya dengan cepat. Nafasnya berburu. Degup jantungnya tidak normal dan lebih cepat dari biasanya. Mimpinya tadi adalah mimpi yang sangat buruk. Dimana dia bermimpi mengulangi hal yang sama.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2