
Hari sudah mulai sore, sudah lima jam lamanya tim SAR mencari keberadaan Jeff . Mereka menyerah dan akan melanjutkan pencarian pada esok hari. Jino pun segera berganti kostum. Jino terlihat lelah karena menyelam terlalu lama.
"Papa tidak menyangka Jeff bisa seperti ini ?" Tuan Geovandra mulai meneteskan air matanya lagi dan lagi. Jino hanya bisa terdiam dengan helaan nafas yang berat. Setidaknya Jino sudah berusaha mencari keberadaan Jeff dengan tanganya sendiri. Dia berharap sang adik tidak dia temukan. Karena kalo dia menemukan sang adik maka Jeff pasti sudah tidak bernyawa.
Jino berharap bahwa Jeff selamat dan berenang ke tepian danau. Itu sebuah harapanya. Papa Geovandra dan Jino bergegas untuk pergi ke rumah sakit dan melihat keberadaan Kisya. Sesampainya mereka di rumah sakit. Mereka langsung ke ruang rawat inapnya Kisya. Kisya sudah di pindahkan dari IGD ke ruang perawatan .
Dokter bilang Kisya baik-baik saja dan Kisya masih syok. Kisya masih dalam pengaruh obat dan sebentar lagi akan bangun.
Kreekk.
Suara pintu terbuka dan terlihat Papa dan Jino masuk ke ruangan itu.
"Papa, bagaimana Pa, mana Jeff?" Ucap Mama Murni sambil berjalan menghampiri sang suami dengan kecemasanya yang teramat. Tuan Geovandra hanya terdiam sambil menelan Saliva dengan sangat berat.
"Papa kenapa diam?" Mama Murni mulai berteriak. Tuan Geovandra langsung memeluk lembut sang istri. Tapi Mama Murni melepaskan pelukan sang suami.
"Mama mau lihat Jeff Pa, Jeff dimana, apa dia di IGD?" Sekali lagi Mama murni bertanya. Matanya mulai memerah dan jantungnya berpacu begitu cepat.
"Jino dan tim SAR sudah mencari keberadaan Jeff, tetapi Jeff masih belum bisa ditemukan ." Ucap Papa Geovandra sambil menggenggam erat tangan sang istri. Mama Murni tak bisa lagi membendung air matanya. Bahkan dia menangis sejadi-jadinya.
__ADS_1
"Papa , lalu Jeff kemana, apa Jeff sudah berenang!" Tangis Mama Murni dengan nyaring.
"Kita tidak tau, semoga saja seperti itu, Ma."
"Jeff , Jeff, kamu dimana nak?" Jerit Mama Murni dengan tangisan yang teramat sangat kencang. Mama Murni tak percaya bahwa putranya hilang begitu saja. Dia tidak mengira kejadian seperti ini akan menimpa keluarga mereka. Tubuh Mama Murni sepeti rapuh tanpa tulang. Dia begitu lemas dan tak berdaya. Mama Murni terduduk di lantai dengan air mata yang terus mengalir.
Papa Geovandra lalu memeluk sang istri dengan lembut.
"Sabarlah Ma, Jino sudah mencari sampai dia kelelahan, Jino bilang Jeff sudah tidak ada di dalam mobil, di perkirakan Jeff sudah bebas dan berenang ke pinggir danau." Ucap Papa Geovandra dengan lembut sambil memeluk sang istri. Sedang Mama Murni masih terisak dengan rasa sakit dalam dadanya.
Putra kesayangannya telah mengalami musibah yang tidak dia sangka-sangka.
Rasa sakit menjalar ke seluruh tubuhnya. Dia merasa sangat pilu dan melemah. Dia tak berdaya dengan keadaan. Hatinya tercabik dan ingin rasanya ikut tenggelam ke dasar danau untuk menemani Jeff. Ibu mana yang tidak merasakan rasa sakit ketika tau bahwa putra yang sangat dia kasihi ternyata dinyatakan hilang.
"Apa Jeff bisa bertahan selama itu dalam air?" Mama Murni masih terisak dengan rasa sakit yang di rasakan.
"Semoga saja Jeff bisa keluar dari danau lebih cepat Ma!" Papa Geovandra masih memeluk sang istri yang terlihat sangat rapuh. Mereka sungguh merasakan sebuah rasa sakit yang menyerang seluruh tubuh mereka. Ketika seorang anak yang mereka sayangi dinyatakan hilang itu adalah kesakitan yang luar biasa.
"Masih ada harapan kan Pa?" Mama Murni menatap sang suami Dengan mata yang merah dan basah. Papa Geovandra lalu menyeka air mata sang istri dengan lembut. Dia mengangguk pelan. "Iya Ma, masih."
__ADS_1
Mama Murni masih menangis dengan lirih. Dia tak kuasa dengan keadaan yang menimpanya.
"Bahkan semua persiapan sudah selesai, dan pengantin pria malah dinyatakan hilang, ya Tuhan." Tangis Mama Murni kembali kencang. Dia tak bisa mengendalikan emosi dalam hatinya. Jiwanya meronta dan merasa sangat hancur. Pikiranya kacau dan tak tentu arah. Dia berharap putranya bisa selamat dari musibah yang menimpanya. Papa Geovandra hanya bisa memeluk sang istri dengan lembut.
Bunda Nisya yang hanya bisa melihat Dengan tetesan air mata yang tak henti. Bunda Nisya bersedih karena menantunya belum bisa ditemukan. Sesaat dia menatap Mama Murni dan sesaat dia menatap Kisya yang masih tertidur. Sedang Jino kini tengah duduk di samping Kisya dengan wajah yang lelah. Jino lelah karena terus mencari keberadaan Jeff di dasar danau.
Wajah Jino pun terlihat pucat. Jino bahkan belum makan hari itu. Jino baru pulang dari Swiss dan belum makan apapun. Dia langsung meluncur untuk mencari keberadaan sang adik. Jino memang tidak terlalu akrab dengan Jeff. Tapi Jino sekuat tenaga mencari keberadaan Jeff. Jino melihat betapa Papa dan Mamanya sangat terpukul akibat kejadian ini.
Jino akan terus berusaha untuk mencari keberadaan Jeff besok dan besoknya lagi. Walau Jino masih berharaf Jeff sudah keluar dari dalam air. Jino tak berharaf dia menemukan Jeff di dasar danau. Dia berharap Jeff telah berhasil berenang ke tepi danau. Jino melihat wajah Kisya yang pucat masih tertidur dengan lelap. Rasa lega datang padanya . Karena Kisya selamat dan tak terluka sedikitpun.
Bunda Nisya masih termenung karena kesedihan pun tak luput menyerangnya. Air mata kadang menetes tanpa dia sadari. Kejadian ini sungguh telah membuat semua orang merasa sedih. Apalagi rencana pernikahan yang sudah siap, sembilan puluh lima persen. Apa yang harus mereka lakukan dengan undangan yang telah mereka sebar?
Bersambung❤️
Apa Jeff sudah naik ke tepi danau?...
atau Jeff sudah temukan sebagai mayat?...
😭😭😭
__ADS_1