
Ceklek.
Seseorang membuka pintu. Ternyata yang datang itu Papa Geovandra. Kisya yang sedang duduk di atas pangkuan Jino begitu malu saat itu. Karena ketauan Papa mertuanya. Kisya segera turun dari pangkuan Jino dan duduk di samping sang suami.
"Pa." Sapa Jino.
Papa langsung duduk di hadapan anak dan menantunya. Papa melihat Jino dan Kisya dengan instens.
"Ada apa lagi, kenapa menambah luka pada tubuh kalian?" Ucap Papa heran.
"Ada seseorang yang ingin menabrak Kikis Pa!" Ucap Jino.
"Benarkah, terus apa sudah tertangkap?" Papa begitu terkejut saat mendengar ucapan Jino barusan.
"Dia kabur Pa, tadi kami jatuh dan mobinya melesat kabur begitu saja, Jino dan yang lain tidak melihat nomor polisi mobil tersebut." Tutur Jino menjelaskan.
"Apa di sana ada camera CCTV?" Tanya Papa.
"Jino belum memeriksa Pa." Ucap Jino.
"Yasudah, kamu istrirahatlah dahulu, biar Papa yang mengurus semuanya pekerjaan kantor hari ini!" Ucap Papa.
"Tidak perlu Pa, Jino masih bisa bekerja!' Ucap Jino.
"Kalian jangan berbohong, Papa tau kalian kalo bersama tidak bisa bekerja dengan betul." Papa menatap putranya dengan senyuman.
"Papa ko berkata seperti itu?" Jino menepis.
"Jelas kan semuanya.. Papa melihat itu, kalian tadi sedang apa?" Tanya Papa. Jino dan Kisya hanya bisa terdiam dengan wajah yang malu.
__ADS_1
"Emhh, hanya saling mengobati luka!' Ucap Jino pelan.
"Yasudah, pulang dan lanjutkan di rumah, obati luka kalian sampai sembuh hari ini, karena besok kamu akan ke Surabaya untuk menandatangani kontrak dengan perusahaan baru!" Ucap Papa.
Jino tersenyum dan mengangguk. Dia tidak menyangka papa nya begitu pengertian. Papa langsung pergi meninggalkan Jino dan Kisya. Sedang Jino dan Kisya saling memandang dengan senyuman yang begitu menggebu.
Cup.
Jino mengecup tangan Kisya dengan lembut.
"Ayo kita pulang!" Ucap Jino menatap sang istri penuh kasih sayang.
"Oke!" Kisya mengangguk dengan wajah manisnya. Mereka lalu keluar dari dalam ruangan kerja Jino. Jino tidak pernah melepaskan genggaman tangan sang istri. Sehingga itu kembali menjadi sebuah tontonan menarik para karyawan di perusahaannya. Jino dan Kisya menjadi bahan gosip terkini di perusahaan. Mereka pasangan yang dikagumi oleh para karyawan.
Jino dan Kisya memutuskan untuk mampir di sebuah resto untuk makan siang. Mereka makan dengan lahap. Lalu mereka memutuskan untuk menjemput sang buah hati di rumah Mama Murni. Mama Murni berat sekali melepaskan Baby Vano. Dan berharap cepat besok. Agar bisa mengasuh cucu tampannya lagi. Jino dan kisya lalu pulang ke apartemen mereka.
Malam semakin larut. Akhirnya bayi yang aktif itu terdiam. Baby Vano tertidur dengan sangat lelap. Sepertinya dia sangat lelah bermain. Kisya menidurkan Baby Vano di bok bayi. Dan Kisya mulai turun ke lantai bawah. Terlihat sang suami sedang menonton televisi. Kisya mulai ke dapur dan hendak mempersiapkan makan malam.
"Nyonya butuh bantuan?" Ucap bibi.
"Tidak bi terimakasih, bibi istrirahat saja di kamar!" Ucap Kisya dengan senyumanya. Bibi sangat senang karena Nyonya mudanya itu sangat baik hati. Kisya tau bahwa bibi sudah sangat baik merawat Jino sedari kecil. Sehingga Kisya sangat berterimakasih karenanya. Bibi lalu masuk ke kamar. Kisya melihat bibi semakin tua. Tetapi dia tidak tega untuk memberhentikan bibi begitu saja. Lagian Jino juga sudah sangat sayang kepada bibinya itu.
Kisya memulai masak. Dia memasak beberapa menu kesukaan Jino. Begitu seriusnya dia memasak sampai Kisya tidak nenyadari bahwa ada orang di belakangnya. Seseorang lalu memeluk Kisya dari belakang.
"Ah, ya ampun kak, kamu mengejutkan aku!" Ucap Kisya terkejut.
Jino tidak memperdulikan Kisya yang sedang sibuk. Dia terus memeluk snag istri dan mengecup punggung leher sang istri dengan lembut. Jino hanya bisa memejamkan mata sambil menghirup bau tubuh Kisya yang begitu wangi. Jino seolah merasa sangat kecanduan dibuatnya. Kini Kisya sudah menjadi candu dalam hidup Jino.
Manisnya sebuah pernikahan jino rasakan. Walau malam pertama masih selalu tertunda tetapi mereka masih bisa selalu bersikap romantis.
__ADS_1
Jino menepel bak anak mengikuti ibunya. Kisya kekanan, ikut kekanan, Kisya ke kiri dan Jino ikut kekiri. Itu membuat Kisya begitu kesusahan saat memasak.
"Ya ampun sayang, aku kan belum selesai masak!" Ucap Kisya.
"Aku tak bisa jauh darimu sayang." Ucap Jino pelan sambil terus menempel pada sang istri. Kisya tersenyum dengan kemanjaan sang suami. Kisya terus melanjutkan masaknya dan jino masih menepel padanya.
Ini saat termanja Jino, dan Kisya begitu senang suaminya manja seperti itu. Karena kemanjaan Jino baginya begitu menggemaskan. Kisya menadapatkan hal baru dan mengetahui beberapa sikap Jino yang manja seperti itu.
"Aku manja hanya padamu!" Bisik Jino.
"Iya sayang, tapi kan aku sedang memasak, nanti gosong loh!" Ucap Kisya Dengan senyumanya. Jino membalikan tubuh Kisya dan langsung menyerang Kisya dengan kecupan manisnya. Kisya hanya bisa memejamkan mata dan memeluk tubuh sang suami. Tetapi tiba-tiba saja tercium bau gosong. Kisya langsung mendorong Jino dan melihat masakanya.
"Ya ampun untungnya tidak gosong!" Ucap Kisya segera mematikan kompornya. Jini hanya terkekeh melihat kepanikan sang istri. Kisya melanjutkan lagi memasaknya dan Jino kini sudah duduk di meja makan. Sepertinya kini perut Jino sudah mulai keroncongan. Wangi masakan Kisya sangat menggugah indra penciumannya. Sehingga Jino sudah tidak sabar untuk menyantap masakan sang istri.
🌺Bersambung🌺
Catatan author
Selamat pagi sahabat Jino dan Kisya.. termakasih karena sudah memberikan suara. Ternyata kalian masih ingin melanjutkan kisah cinta berliku Jino dan Kisya. Maafkan aku dengan segala kekuranganku ya.
Mohon maaf yang memang sedang menanti malam pertama Jino dan kisya, tunggu saja alurnya. Pada waktunya tiba, mereka akan melakukan malam pertama.
Sabar ya sabar oke... Pasti akan datang waktu untuk mereka. Mereka bahkan belum bulan madu kan? Jadi inti nya sabar.
Dan aku up satu dulu ya, aku janji nanti sore aku up lagi, aku kan dah janji up sehari dua eps. Karena pagi ini aku harus bekerja. Yang mau masuk grup Jino dan Kisya Facebook silakan cari di pencarian. Yang di sana ada juga link untuk masuk ke grup wa Jino dan Kisya.
Terimakasih buat semuanya yang sudah mendukung aku, kalian selalu menguatkan aku dari semua hujatan yang aku terima.
Salam sayang Lee🌺 Evangelin_Harvey
__ADS_1