Jino dan Kisya

Jino dan Kisya
Bekas sesar?


__ADS_3

"Eh, kamu marah ya?" Rania terkekeh.


"Tidak juga, aku biasa saja, aku percaya kepada suamiku, Rania sebaliknya kamu pulang, karena Dokter sebentar lagi akan datang untuk visite." Kisya mengusir Rania secara halus. Kisya sudah ridak tahan dengan wanita itu. Rasanya dia sangat geram dibuatnya.


"Ya sudahlah kalau begitu aku pulang, tetapi aku hanya ingin bilang, hati-hati pada sekertarismu, Jino bisa saja kuat, tetapi kalau terlalu sering bertemu maka akan sangat bahaya, karena mereka berada di zona nyaman!" ucap Rania sambil pergi.


Kisya hanya terdiam ketika mendengar ucapan temannya itu. Kisya merasa terbakar api cemburu. Dadanya panas dan menggebu. Tetapi Kisya harus bisa kuat dan percaya kepada sang suami. Kisya yakin dengan sepenuh hati kalau suaminya tidak akan berbuat seperti itu. Kisya begitu yakin dengan Jino. Kisya tahu Jino dengan jelas.


Walau kisya meyakinkan diri tetapi rasa takut selalu saja datang menghampiri. Karena manusia bisa saja berubah. Helaan nafas berat dia lontarkan dengan sembarang. Tiba-tiba saja Dokter anak datang. Dokter itu memeriksa keadaan Baby Vano. Dan Baby Vano sudah boleh pulang nanti sore. Dan Kisya begitu senang. Dengan kabar dari sang Dokter anak tersebut.


Mama Murni pun datang selepas Dokter visite. Kisya pamit sebentar untuk berkonsultasi ke Dokter kandungan perihal siklus haidnya. Dan Mama mengijinkan. Baby Vano menangis tidak mau di tinggal. Tetapi Kisya sudah sangat tidak nyaman dengan datang bulannya kali ini. Dia ingin berkonsultasi kepada ahlinya.


Dengan terpaksa Kisya membiarkan Baby Vano yang memangis bersama dengan Mama Murni. Kisya lalu ke pendaftaran untuk ke berobat ke poli kandungan. Disana Kisya di sambut hangat oleh seorang Dokter cantik bernama Anida. Dokter Anida kini, sedang duduk berdua dengan Dokter umum.


"Silahkan masuk Nyonya Davis," ucap seorang perawat memanggil Kisya untuk masuk ke ruangan Dokter Anida. Dan Kisya pun segera masuk ke dalam ruangan poli kandungan. Kisya duduk di kursi pasien dan menghadap ke Dokter yang cantik itu. Ternyata ada dua Dokter.


"Selamat pagi Nyonya, ada yang bisa saya bantu?" Dokter kandungan iu terseyum manis.


"Iya Dok saya mau konsultasi," ucap Kisya.


"Boleh bu silahkan, bagaimana bu?" Dokter itu tersenyum manis. Sedang Dokter satu lagi masih sibuk dengan Laptopnya.


"Begini Dok, seminggu yang lalu saya pikir saya datang bulan, karena pas saya mandi, saya lihat di celana dalam saya ada segaris plek. Tetapi ternyata hanya sekali saja. Saya sungguh senang. Karena saya tidak jadi menstruasi. Eh empat hari kemudian ternyata saya datang bulan, dan itu sangat banyak, saya ingin lihat apakah rahim saya sehat atau tidak, saya ingin sekali mengandung Dok, tetapi saya malah datang bulan tiga hari lalu," kisya berkata dengan penuh kepedihan.


"Oh.. jadi anda pikir anda tidak jadi datang bulan ya waktu itu, karena keluarnya cuma segaris dan tidak keluar lagi, itu tidak masalah, sebetulnya, mungkin anda terlalu stres jadi siklus datang bulan anda, tidak seperti biasanya!" Dokter Anida menjelaskan Dengan ramah.


"Oh jadi terlalu stres ya dok, saya mau program kehamilan Dok, apa saya bisa!"


"Jelas bisa, mari saya lihat dulu kondisi rahim Nyonya!"


Perawat lalu menyarankan Kisya untuk berbaring dan akan segera dilakukan USG untuk melihat kondisi rahimnya Kisya. Dan Kisya hanya menurut saja. Dokter lalu melakukan USG.

__ADS_1


"Kondisi rahim anda bagus, namun jarak operasi sectio cesarea anda masih belum bagus untuk hamil lagi?"


"Apa,  sectio cesarea dok?" Kisya kurang mengerti dengan bahasa yang Dokter katakan.


"Bekas sesar bu, seperinya masih baru ya, saya lihat dari luka dalamnya belum bagus untuk mengandung lagi, tetapi luka luar malah tidak terlihat sama sekali, anda bagus sekali merawat luka anda."


"Dok anda pasti salah, ini bukan bekas operasi sesar, ini bekas operasi apendik dok!" Sela Kisya dengan senyumannya.


Dokter Anida mengerutkan keningnya, "Benarkah?" lalu Dokter Anida melihat ke arah temannya. 


"Dokter Allana maaf bisa kemari sebentar!"


Dokter Allana pun menyimpan laptopnya lalu bergegas menghampiri Dokter Anida dan Kisya.


"Iya Dok?"


"Lihat dokter Lana, ini katanya bekas apendicsitis?"


"Terimakasih, Dokter Lana ,silhakan duduk kembali!" dan Dokter Allana langsung duduk kembali dan dengan santai membuka laptopnya kembali. Dokter Allana sedang kuliah kembali jurusan SPOG jadi banyak bahan yang harus beliau pelajari bersama dengan Dokter Anida.


"Ini bukan bekas sesar dok, ini bekas operasi usus buntu dok, setahun setengah lalu saya kena usus buntu!" ucap Kisya dengan keyakinannya. Dokter Anida sendiri hanya mengangguk mendengar keyakinan dari pasienya itu. Padajal Dokter Anida tahu dengan jelas banwa pasiennya itu pernah operasi sesar.


Dulu Kisya di operasi di rumah sakit yang jauh dari kota, sengaja supaya tidak terlalu terlihat oleh orang sekitar rumah bawa kisya hamil dan melahirkan. Karena itu menjadi rahasia sampai saat ini. Dokter Anida merasa heran dengan pasiennya tetapi dia tidak ambil pusing. Dia hanya akan memeriksa kesehatan rahim Kisya saja.


Dokter Anisa tidak bisa memaksa keyakinan pasien. Karena takut malah mengganggu kesehatan mental pasienya. Setelah di lakukan pemeriksaan. Kisya pun di beri resep multivitamin oleh Dokter kandungan itu. Kisya berterimakasih karena Dokter sudah memeriksa dirinya lalu Kisya segera ke apotek rumah sakit untuk menebus obatnya


Dokter Anida dan Dokter Allana merasa heran dengan sikap pasienya yang seperti itu. Tetapi mereka hanya diam untuk menjaga privasi pasien.


Setelah menebus obatnya. Kisya lalu kembali ke kamar rawat Baby Vano. Dia masuk dan melihat Baby Vano masih menangis.


"Ada apa ini sayang?" ucap Kisya sambil menggendong anak kesayangan.

__ADS_1


"Mamamama." Baby Vano berceloteh dengan tangisanya.


"Sedari tadi Dede tidak mau diam, terus menangis dan ingin ikut denganmu Kis!" ucap Mama Murni sambil meneguk air putihnya.


"Oh ya ampun, kasian sekali anak Mommy, Mommy kan cuma pergi sebentar sayang, Dede ko manja banget sih," Kisya mengecup kening sang buah hati lalu memeluknya dengan sangat gemas. Baby Vano lalu terdiam dengan nafasnya yang masih tersenggal. Bayi itu masih sesegukan sambil memeluk erat Mommy-nya.


"Bagaimana kata Dokter Kis?" Tanya Mama Murni.


"Semuanya baik Ma, tetapi ada hal yang aneh, sepetinya Kikis tidak bisa kembali periksa ke Dokter itu lagi deh." ucap Kisya.


"Memangnya kenapa?"


"Dokter tadi tidak bisa membedakan mana bekas sesar mana bekas usus buntu Ma, dan kikis jadi tidak percaya akan kepintaran ilmu medisnya." Kisya menghela nafas kecewa.


Mana Murni sesat terdiam mendengar ucapan sang menantu. Pasalnya dia tahu dengan jelas kenyataan yang terjadi.


🌺🌺🌺


**Bersambung


sayangku mohon maaf untuk ketelambatan update, sebetulnya saya sudah berusaha setor chapter setiap hari, sayangnya tidak bisa di update oleh pihak mangatoon setiap hari, entah kenapa, dan itupun membuat saya kecewa.


satu yang pasti, aku sayang kalian semua.


dan maaf ada nama author yang sama dengan namaku, maaf kalian bisa lihat dengan jelas bahwa namaku.


Evangelin Harvey


jika hanya evangelin saja, berarti itu bukan aku ya.


ada kesamaan nama dan sepertinya dia author baru. kalian bisa mengenaliku kan**?

__ADS_1


__ADS_2