Jino dan Kisya

Jino dan Kisya
Kita Sedang Honeymoon


__ADS_3

Suara dering bel membangunkan Jino. Dari tadi Jino memang sudah terbangun tetapi Jino kembali tertidur karena menunggu pesanan makanan yang lama. Ini Jino terbangun dan dia melangkah berjalan menuju ke pintu. Dia mempersilakan pelayan untuk menyajikan makanan di meja sofanya.


"Igeos-i teugbyeolhan eumsig-ibnikka?"


(Apakah ini makanan spesial nya). Jino Berkata sambil memperhatikan pelayan Hotel itu menyajikan makanan yang dia pesan. Terlihat pelayan itu tersenyum sambil mengangguk.


"Joh-ayo,i eumsig-i jaemiiss-eul geos gat-ayo. daedanhi gamsahabnida."


(Baiklah akan aku coba, sepertinya makanan ini menarik Terima kasih banyak ya Ini tipsnya). Ucap Jino sambil memberikan beberapa lembar uang Dolar.


"Daedanhi gamsahabnida hananim-ui teugbyeolhan yolileul jeulgisigi balabnida."


(Terima kasih banyak Tuan, semoga anda menikmati sajian spesial dari kami). ucap pelayan itu sambil menerima tips dari Jino lalu pelayan Hotel itu pergi meninggalkan kamar Jino.


Jino tersenyum melihat sajian makanan yang begitu menggugah selera. Ia ingin segera memakan sajian itu. Terlihat hidangan makanan itu begitu indah menarik dan terlihat lezat. Sesaat Jino mengalihkan pandangannya melihat ke arah Kisya. Kisya yang masih tertidur dengan lelap yang masih kelelahan karena kerja keras, terus-menerus. Jino menyadari bahwa sang istri kelelahan karena dirinya. Jino melangkah menuju ke kasur tempat dimana istrinya tertidur.


"Sayang," Jino membelai rambut Kisya dengan lembut dan penuh kasih sayang.


Kisya masih tertidur dengan lelap. Jino menatap Kisya dengan senyuman yang begitu manis. Wanita yang sedang tidur itu adalah kekasih hatinya. Jino begitu mencinta wanita itu.


"Sayang, bangun yuk! Kita makan dulu." ucap Jino dengan lembut menyentuh hidung sang istri.


Kisya masih tidak ada respon. Sepertinya Kisya begitu lelah sehingga dia tertidur sampai sepulas itu.


"Sayang, bangun yuk!" Untuk ketiga kalinya Jino membangunkan sang istri. Kali ini Kisya bergerak. Dia dengan perlahan membuka matanya.


"Bangun, yuk!"


"Kak, Kikis masih ngantuk!" Kisya berkata begitu pelan dengan sangat manja.


"Iya, makan dulu, terus nanti kita tidur lagi, Daddy udah sangat lapar, Mom!" Jino mengelus rambut Kisya dengan lembut dan penuh cinta.


"Cape banget, gak bisa bangun...," sekali lagi wanita itu merengek. Jino terkekeh dan langsung menggendong sang istri dalam peluknya.


"Aahh..., Apaan sih kak?" Kisya merasa malu karena Jino Menggendong tubuhnya tanpa selimut. Jino hanya menggendong dengan wajah tersenyum.


"Ambilkan selimut ku!" Wanita itu kembali merengek.

__ADS_1


"Iya, duduk dulu di sini ya, sayang!" Jino mendudukan sang istri di sofa yang mejanya sudah di isi dengan berbagai sajian menu istimewa. Lalu jino melangkah kembali untuk mengambil handuk untuk sang istri. Jino membantu Kisya untuk mengenakan handuk.


"Ayo sayang kita makan, kita sudah bekerja keras, waktunya kita isi perut kita dengan makanan yang enak!" ucap Jino sambil menyuapi sang istri sebuah kimbap. Kisya langsung menerima suapan dari sang suami. Jino tidak henti menyuapi sang istri makan. Kali ini mereka makan begitu banyak dan lahap.


"Ini sudah jam berapa yang?" kisya bertanya dengan mulut yang masih penuh dengan makanan. Jino terkekeh melihat tingkah sang istri.


"Lucu sekali sih sayang, habiskan dulu makanannya, baru deh bicara." Pria itu tersenyum manis sambil menatap sang istri yang pipinya kembung karena penuh dengan makanan.


Kisya ingin menyela tetapi mulutnya begitu penuh. Dengan susah payah wanita itu menelan semua makanan yang ada di mulutnya. Tetapi baru saja Kisya mau bicara, Jino langsung memberi lagi sesendok penuh nasi beserta potongan ayam.


"Ehhmm... " Kisya mengunyah kembali makanan yang ada di mulutnya. Jino masih terkekeh melihat istrinya begitu lucu. Jino memang sengaja menyuapi Kisya sampai mulut Kisya begitu penuh.


Dengan susah payah wanita itu menelan semua makanannya. Dan lagi-lagi Jino hendak menyuapinya.


"Mppp... Cupkuppp!" Kisya menutup mulutnya. Dia sudah tidak kuat kekenyangan. Tetapi Jino masih saja menyuapi Kisya makan. Kali ini mulutnya tertutup rapat oleh kedua tangannya.


"Sesuap lagi sayang!" Bujuk Jino dengan senyum manisnya.


"Enggak mau kak!" Kisya masih menutup mulutnya.


"Satuu saja!"


"Ayo lah sayang, biar kuat!" Jino kembali membujuk.


"Kuat, emang mau ngapain?" Wanita itu mengerutkan keningnya.


"Ya , menghadapi malam, kita mau ngapain dong, kita membuat bayi cantik," ucap Jino sambil memegang perutnya sendiri dan menggosok-gosok seolah pria itu sedang mengandung.


"What, lagi?" Mata Kisya membulat. Mulunya menganga. Dia tidak percaya dengan apa yang dia dengar barusan. Sang suami mengajaknya untuk kolaborasi lagi membuat bayi malam ini. Kisya sudah membayangkan bahwa dirinya, pasti tidak akan bisa tidur lelap lagi malam ini. Padahal tubuhnya sudah sangat kelelahan.


"Iya, kenapa..?" Jino terkekeh.


"Ampun Dad, Mommy sudah tidak punya tenaga lagi hik hiks...," Kisya pura-pura menangis dengan manja.


Jino semakin gemas melihat tingkah sang istri seperti itu. Menurut Jino saat ini tingkah Kisya begitu menggemaskan. Dan Jino sangat suka dengan sikap manja sang istri. Hal seperti ini yang bahkan sangat di rindukan oleh Jino. Ketika mereka berdua terpisah jarak dan waktu kemaren.


"Memangnya Daddy ngapain?"Jino masih terkekeh dengan rauh wajah yang begitu bahagia. Dia begitu menikmati moment tersebut. Dimana dia bisa menyaksikan sang istri bermanja-manja kepadanya.

__ADS_1


"Ahh, kakak...," Kisya mencubit perut Jino dengan pelan. Namun membuat Jino kegelian. Jino masih terkekeh. Dan akhirnya mereka berdua tertawa dengan bahagia. Makan sore mereka adalah rapelan dari sarapan dan makan siang.


Setelah mereka makan. Perut mereka sudah sangat penuh. Mereka lalu menghabiskan waktu sore mereka hanya di dalam kamar saja. Duduk santai di depan televisi. Mereka begitu santai. Menghabiskan waktu dengan leha-leha. Jino menjadikan paha sang istri mejadi sebuah bantal. Mereka begitu asik menonton sebuah drama komedi.


Tidak henti mereka tertawa dengan cerita yang mereka saksikan mereka begitu bahagia, Saat mereka menertawakan tokoh di dalam televisi. Sehingga perut mereka kesakitan karena terus menerus tertawa.


"Mandi yuk!" ajak Kisya pada sang suami. Pasalnya sedari semalam Kisya bahkan belum mengenakan pakaian dengan betul. Wanita itu masih mengenakan handuk saja sedari tadi. Sedang sang suami hanya mengenakan boxer saja.


"Enggak ah!" ucap Jino.


"Loh, ko?" Kisya terkekeh karena suaminya menjadi malas mandi.


"Nanti saja!" tangkas Jino.


"Dari kemaren kita bahkan belum Mandi, sayang!" Kisya masih terkekeh. Mereka bahkan sudah bermandi keringat beberapa kali.


"Tapi Daddy masih capek Mom!"


"Loh, emamg mandi mengeluarkan tenaga ya?"


" Iya Mom, karena kalau kota yang mandi berdua, akan terjadi sesuatu hal." Jino menyunggingkan senyum nakalnya.


"WHAT.., MESUUM...!" Kisya berteriak sambil melempar bantal ke wajah sang suami. Lalu Kisya beranjak pergi ke kamar mandi.


"Gak papa Mom, kita kan sedang honeymoon." Jino segera berlari mengejar sang istri ke kamar mandi.


🌺🌺🌺


**Bersambung.


Hai sayangku, terimakasih ya kalian masih setia baca Jino dan Kisya sampai saat ini. tapi sepertinya kalian lupa ya untuk menekan jempolnya...


saya perhatikan di grafik, yang baca Jino masih banyak.. bahkan puluhan ribu pembaca,,tapi sayangnya yg like ko sedikit🤭. ayo dong kasih aku dukung dan semangat. cuma tekan like setelah membaca, dan memberi rating 😘.


semoga kalian tidak lupa lagi ya sayang.


salam sayang dariku.

__ADS_1


Evangelin Harvey


Lee**


__ADS_2