
Korea selatan, masih di pulau Jeju.
Setelah mengajak makan malam akhirnya Jino pun membawa sang istri pulang ke hotel. Malam itu menjadi malam yang panas untuk mereka berdua, mereka masih edisi berbulan madu, tanpa ada hambatan sedikitpun. Mereka memadu Kasih dengan penuh cinta dan kasih sayang. Sampai-sampai Kisya di buat berteriak sejadi-jadinya oleh sang suami.
Malam itu Jino merasa sangat bahagia ketika melihat sang istri begitu senang. Mereka berdua saling mengisi cinta dan mengisi kasih sayang. Mereka mereka menyatu bagaikan sebuah alunan yang berpacu, dengan kerinduan. Wanita itu terkadang menangis dengan lirih Ketika sang suami terus menerus mengajaknya bercinta pada saat dirinya sudah sangat lelah.
Jino hanya bisa melihat Kisya dengan senyum yang miring, dia sungguh nakal karena terus-menerus membuat istrinya begadang semalaman. Tetapi kali ini dia berjanji ini untuk keempat kalinya di malam itu, setelah itu Jino akan membiarkan Kisya tertidur dengan lelap.
Akhirnya suatu kesenangan pun muncul di antara keduanya. Keduanya kini berasa terbang ke awan melampaui langit biru yang menjunjung tinggi. Rasa lelah sudah tidak dapat di artikan lagi, tapi mereka mencapai kesenangan mereka sendiri. Sebagai seorang pria Jino merasa sangat bangga karena bisa membuat istrinya terus-terusan bermanja-manja.
Bahkan suara manja sang istri bisa menambah Jino bersemangat untuk melakukan hal itu. Kini mereka sedang mengatur nafas, mengatur nafas mereka dari tubuh yang lelah itu. Tubuh yang penuh keringat tanpa bisa mereka tutupi sama sekali. Pria itu lalu mengelus lembut perut sang istri berharap istrinya segera mengandung jabang bayi.
Wanita yang sedang tergelap itu dengan perlahan membuka matanya dan menyentuh tangan sang suami, dia tersenyum dan berharap apa yang di inginkan oleh dia dan suaminya segera dikabulkan oleh Tuhan. Jino telah menitipkan beberapa bibit unggul untuk sang istri.
__ADS_1
Jino yakin perpaduan keduanya akan sangat sempurna jika berbentuk sebagai seorang bayi perempuan. Karena sudah sangat terbukti perpaduan antara Jino dan Kisya menjelma menjadi seorang Geovano yang begitu tampan dan lucu. Kisya terus-menerus merasa bahagia ketika Jino mengajaknya berbulan madu selama 10 hari ini, dia benar-benar sangat bahagia.
Karena dia begitu lelah setelah aktivitas berat yang mereka lakukan, wanita itu pun akhirnya benar-benar terlelap. Tubuhnya masih basah dengan keringat. Dia sungguh tidak sanggup untuk membasuh diri ke kamar mandi. Lain halnya dengan Jino, melihat Kisya yang tengah terlelap namun Jino sama sekali tidak bisa menutupkan matanya.
Entah kenapa perasaan cemas tiba-tiba muncul dengan seketika. Sehingga malam itu Jino tidak bisa tidur lelap sama sekali, karena sebuah perasaan aneh telah menjelma menyelimuti tubuhnya. Padahal pria itu sudah sangat lelah menggauli istrinya sampai 4 kali dan memang membuat lututnya begitu kendor dan tak bisa lagi berbuat lebih dari itu.
Harusnya kelelahan yang Jino rasakan membuat dia cepat terlelap, tertidur dan terbuai ke alam mimpi. Tetapi itu tidak terjadi sama sekali, malam itu Jino merasa hatinya berdebar, perasaan tidak nyaman pun membuat dia begitu tidak tenang.
Entah kenapa malam itu Jino merasakan sesuatu hal yang berbeda. Jino merasa ketakutan, dan dia sangat takut kehilangan istrinya. Ketika Kisya sedang tertidur lelap, bahkan Jino terus-menerus mengecup dan memeluk sang istri dan Dia meyakinkan bahwa tidak akan terjadi apa-apa, tidak akan terjadi sesuatu hal yang membuat mereka berpisah. Namun rasa cemas menggeluti seluruh tubuhnya semalaman. Dia menghitung detik-detik waktu yang berputar, berharap bisa secepatnya tidur namun dia tidak bisa.
"Ada apa ini, ada apa denganku. Apakah aku benar-benar stress?" dia berkata dan bertanya kepada hatinya. Entah kenapa dia sendiri merasa bingung dengan pikirannya. Sampai saat pagi pun tiba Jino sama sekali tidak bisa terlelap dengan tenang. Dia melihat sang istri begitu asyik tertidur di buai mimpi,namun dirinya tidak bisa melakukan hal itu. Malam itu menjadi Malam Penuh kegelisahan untuk Jino, sebuah kegelisahan yang tidak tahu berasal dari mana dan apakah akan terjadi atau tidak, semuanya Jino rasakan secara tiba-tiba dan aneh.
"Sayang ada apa ini. Kenapa aku begitu takut kehilanganmu? Malam ini aku tidak mau melepaskan tubuhmu dari dekatku. Aku ingin terus memelukmu. Kamu adalah sayangku, cintaku, dan kekasihku. sebenarnya apa yang terjadi, kenapa hatiku begitu resah dan gelisah seperti ini. Padahal kamu berada di dalam pelukanku, tetapi aku merasakan hal aneh sebuah perasaan ketakutan akan kehilanganmu." Pria itu Berkata sambil mengelus lembut rambut sang istri dengan penuh kasih sayang.
__ADS_1
Jina terus memeluk sang istri, mendekapnya begitu dalam. Dia benar-benar meyakinkan diri bahwa tidak akan terjadi apapun yang akan menimpa mereka berdua. Tetapi walau sudah di yakinkan hatinya tetap tidak bisa berbohong, rasa takut tiba-tiba muncul kembali menjelma dan membuat hatinya merasa di peras, dadanya seolah sulit untuk bernafas.
Helaan nafas berat dan kasar dia lemparkan saat itu. Pikirannya terasa goyah dan kacau, apa sebenarnya yang terjadi, kenapa dia bisa berpikiran seperti itu, dia sendiri pun tidak tahu. Sebuah pertanyaan yang di lontarkan pada dirinya sendiri, ketika saat ini bahkan sudah jam 4 pagi, dia masih berada dalam kecemasan yang tidak menentu.
Sebuah ketakutan Sesuatu akan terjadi pada mereka berdua. Entah apa itu. Jina pun tidak tahu tetapi hatinya terus berdebar, dan berdetak begitu kencang saking takutnya. Jino selalu meyakinkan diri seyakin-yakinnya bahwa tidak akan pernah terjadi apapun itu, sesuatu yang akan membahayakan mereka berdua.
Tetapi keyakinan itu tidak membuat Jino langsung menghilangkan rasa cemas dan gelisahnya. Pria itu kini hanya bisa terdiam dengan kebisuan yang menjelma.
"Tuhan, kenapa hatiku begitu takut seperti ini. Apa yang sebenarnya akan terjadi pada keluarga kami, kenapa tiba-tiba aku merasakan ketakutan yang teramat sangat, begitu takut kehilangan wanita yang ada di sampingku, wanita yang kini telah menjadi Ibu dari anakku, wanita yang benar-benar cantik dan polos dan begitu penurut, Ada apa ini Tuhan, tolong jangan lakukan apapun yang bisa menyakiti hati kami, tolong lindungilah cinta kami Tuhan. Aku tidak memiliki cinta lain selain dirinya," Jino berdo'a kepada Tuhan sambil memejamkan mata agar tidak terjadi hal apapun yang menimpa mereka berdua.
Bersambung.🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺
Hallo sahabat Jino dan Kisya, jangan lupa vote ya setelah membaca. Salam sayang dariku Evangelin Harvey/Lee.
__ADS_1