Jino dan Kisya

Jino dan Kisya
Penyesalan


__ADS_3

Rania masih terduduk di tanah basah. Air hujan mulai mengguyur seluruh kota. Rania masih menangis berharap jeff berenang ke permukaan. Dia menyesal telah membuat jeff kesal padanya. Isi hatinya hanya berteriak menyerukan nama Jeff. Rania sangat mencintai Jeff. Cintanya sangat besar kepada Jeff. Namun sayang sikapnya itu membuat Jeff sendiri merasa geram.


"Aku akan menunggu kamu disini kak!" Ucap Rania dengan air mata yang terus menetes. Air hujan terus mengguyur membasahi tubuh mungil gadis itu.


"Rania, ayo kita pulang!" Ajak seorang yang menggunakan seragam polisi. Rania terlihat lemah karena terus terguyur air hujan.


"Kak Ardi." Ucap Rania lemah.


"Ayo pulang!" Ucap pria yang tampil begitu gagah dengan seragamnya. Seorang perwira polisi yang terlihat begitu tampan. Badan yang tegap dan tinggi membuat dia terlihat begitu menawan dan gagah.


"Aku mau nunggu kak Jeff, aku ingin dia kak!" Rania lemah. Hujan semakin deras dan mereka sudah sangat basah. Tubuh Rania yang lelah karena sedari pagi menunggu di sambil menangis. Ardi menggendong rania dan membawanya ke dalam mobil patroli miliknya.


Kini Rania sudah berada di dalam mobil polisi itu.


"Aku mau nunggu kak Jeff, aku yakin dia akan baik-baik saja!" Rania menangis dengan lemah. Ardi menatap Rania dengan tatapan iba.


"Kamu terlalu memaksakan Rania, Jeff tidak menyukaimu." Ucap Ardi sambil menyeka wajah Rania yang basah dengan tisyu. Ardi adalah teman sekelas Jeff. Dia sangat dekat dengan Jeff. Mereka bersahabat bahkan saling bergantung satu dengan yang lainya.


Ardi tau dengan jelas betapa Rania menekan Jeff dengan ancaman ancaman yang bersangkutan dengan Jino dan Kisya.


Rania tertidur dengan mata yang basah dan tubuh yang mengigil kedinginan. Ardi menghela nafas berat dan mengemudikan kendaraanya menuju ke rumah Rania.


Rania tertidur dengan lelap. Sampailah mereka didepan rumah Rania. Ardi turun dan membawa Rania dalam gendonganya.  Ardi masuk ke dalam rumah. Runahnya terlihat kosong. Ardi masuk dengan leluasa.

__ADS_1


Ardi masuk ke kamar Rania dan membuka baju Rania yang basah. Ardi mengambil baju piyama milik rania dan menggantikan baju rania. Setelah selesai membantu Rania mengganti baju. Ardi lalu duduk dan mengelus lembut rambut gadis itu dengan lembut.


"Cintamu yang seperti ini, membuat dia membencimu, kamu harusnya sadar diri sebelum kecelakaan itu terjadi, sekarang Jeff sudah tidak ada, seharusnya kamu bisa lebih luluh, lebih iklas dan sabar, aku tak bisa membantumu kalo masalahnya dengan hati." Ucap Ardi menatap Rania penuh kasih sayang." Lalu Ardi pun beranjak dan pergi meninggalkan Rania dikamarnya sendirian.


Pintu tertutup menandakan Ardi sudah di luar kamar. Rania membuka matanya perlahan. Air matanya menetes tanpa bisa dia bendung lagi.


"Kak Jeff maafkan aku, aku menyesal kak, aku menyesal kak." Rania terus menangis dalam sesal yang tiada batas. Rania merasakan sebuah sesal yang amat dalam. Karena dia terlalu memaksakan cintanya kepada Jeff.


"Aku mencintaimu kak, aku mencintaimu, aku tidak menyangka kamu lebih memilih mati dari pada hidup bersama denganku, kak kenapa kamu begitu mencintainya, gadis itu bahkan tidak lebih cantik dariku, kak maafkan aku, maafkan aku, aku mohon kamu harus selamat, aku berjanji tidak akan menggangu hidupmu lagi, yang penting kamu hidup, kamu harus hidup kak, aku mohon." Rania terus menangis dalam pilu. Malam itu adalam malan tersakit yang dia rasakan.


Air matanya terus nenetes dan tak bisa dia hentikan.


"Aku ingin mengandung bayimu kak, aku akan menjaga bayi kita dengan baik, aku tidak akan menggangumu, aku mohon kamu harus selamat dan hidup!" Rania menangis sambil mengelus perut ratanya. Harapan dibalik sebuah sesal. Sesal yang tak bisa dia elakan lagi. Malam itu Rania hanya bisa menghabiskan gelapnya suasana dengan tangisan.


Kisya terbangun dalam gelap malam. Dia duduk dan melihat ke sekeliling. Terlihat Bunda Nisya sudah terlelap di sofa. Papa Geovandra dan Mama Murni bahkan sudah tidak ada. Dia hanya di temani oelh Bunda Nisya. Kisya turun dan berjalan menuju ke luar kamarnya. Kisya berjalan di lorong rumah sakit yang sudah sangat sepi.


Tidak ada satupun nyawa yang masih terjaga. Kisya terus berjalan tanpa atah dan tujuan. Kisya masuk ke dalam lif, dan akhirnya sampai di lantai paling atas. Kisya berjalan menuju rootrop. Dia melihat seisi kota dari rootrop. Malam semakin larut dan angin malam semakin menusuk. Air mata Kisya terjatuh tanpa dia inginkan.


"Yatuhan penyesalan ini perih sekali, aku telah menduakan suamiku, kak Jeff maafkan aku, aku tidak tau bahwa setahun ini kamu adalah suami siaga untuku, selalu berkorban banyak untuku, jahatnya diriku karena sudah mencintai orang lain. Andai saja aku tau lebih awal bahwa kamu suamiku, maka aku pasti akan lebih bisa menjaga hatiku. Kak maafkan aku kak, aku menyesal kak!" Kisya menangis dengan sangat melirih. Dia merutuki perbuatanya karena sudah membagi hatinya pada jino. Dia merasa sangat bersalah pada jeff.


Dia telah berdosa dan telah menjadi seorang istri yang jahat. Kisya terus menyalahkan dirinya karena selama ini selalu mengabaikan jeff. Kisya menyesal dan sesal itu sangat menyiksa hatinya. Sesal datang terlambat. Setelah semuanya sudah tak bisa lagi dirubah. Rasa sesak akibat penyesalan ini membuat kisya tersiksa dalam pilu.


"Aku akan menyusulmu kak, menebus semua dosa-dosaku, aku istri yang tidak berguna!" Kisya terus menitikan air matanya dan melangkah menuju ke pinggur rootrop. Kisya ingin melempar dirinya dari atap gedung.

__ADS_1


"Aaaaaahhhh..."


Brugghhh.


Kisya terjatuh bersama seseorang yang memeluknya dengan sangat erat.


"Aw." Kisya meringis. Dia melihat kekiri dan kekanan. Ternyata dia tidak jatuh ke bawah. Ternyata dia cuma jatuh ke pinggir saja. Karena seseorang menarik dan memeluknya dengan erat.


"Bodoh." Ucap seorang laki-laki yang masih memeluk tubuh Kisya dengan erat. Kisya mengenal jelas dengan suara yang dia dengar. Air matanya terjatuh lagi dan langsung mendorong tubuh kekar si pria dengan kasar.


"Aku ingin menyusul dia, aku ingin menyusul suamiku, aku wanita pendosa." Tangis Kisya meledak. Dan meronta mendorong pria yang masih erat memeluknya. Pria itu seolah tidak mau melepaskan pelukanya.


"Lepaskan aku lepaskan!" Jerit kisya dengan lengkingan yang menusuk ke dasar sanubari. Kisya merasa sangat berdosa pada jeff karena belum bisa menjadi istri yang baik untunya.


Bersambung🌺


Bagaimana sampai sini?...


bisa kah kalian menebak kembali bagaimana nasib jino dan kisya selama jeff hilang?...


aku ingin lihat lagi imaginasi kalian kembali.. eh iya siapa yang mau ikut grup chat, sudahlah kalian masuk?.. ada grup chat fb dan ada grup chat WA.. tinggalkan no hp kalian agar aku bisa memasukan no kalian. atau langsung masuk masuk dulu ke grup fb.


yasudah terimaksih banyak, selamat siang sabahat. love love buat kalian semua.

__ADS_1


__ADS_2