Jino dan Kisya

Jino dan Kisya
Lelah


__ADS_3

Kisya sudah menangis dengan pilu. Jino terkekeh melihat sang istri menagis dengan manja seperti itu. Jino lalu memeluk tubuh mungil itu dan mengelusnya dengan lembut.


"Cup cup cup, jangan nangis sayang, aku berjanji tidak akan mengulanginya lagi!" Ucap Jino masih terkekeh.


"Janji ya kak, aku sudah sangat lelah, dua hari ini kamu bahkan tidak memperbolehkan aku turun dari tempat tidur." Kisya masih memangis dengan sesegukan. Kali ini keliaran jino kambuh kembali. Jino memang tidak pernah bisa tahan jika berdekatan dengan Kisya. Selalu saja terjadi hal yang membuat dirinya seolah seperti srigala yang buas.


Kisya sudah merubah semua kehidupanya. Jino lagi-lagi membuat Kisya tak berdaya dalam dekapnya. Sampai Kisya menangis memohon ampun pada sang suami.


"Iya sayang hari ini kita istirahat dulu ya!" Jino masih terkekeh. Dia menyadari bahwa perbuatanya telah membuat sang istri tersiksa karena kelelahan. Tetapi apa mau dikata karena memang dirinya tak bisa lagi menjaga diri jika sudah bersama Dengan istrinya.


"Aku sudah tak bertenaga kak, apakah kakak ingin membuat aku mati kelelahan, kamu jahatin aku yang, aku bahkan tidak bisa tidur sama sekali, siang dan malam kamu menggangguku !" Rengek Kisya manja. Jino masih terkekeh. Dia memeluk erat tubuh polos sang istri. Entah kenapa Jino selalu ada tenaga extra untuk dia melakukan itu.


Karena kalo di pikir-pikir dia sendiri seperti sudah kehabisan tenaga dan tubuhnya seperti tak bertulang. Namun ya karena aura yang menggebu. Maka tenaga cadangan selalu datang dan langsung bisa di gunakan.


"Ayo kita tidur saja sayang, kita lanjut besok ya!" Ucap Jino lembut.


"Janji, kita akan tidur!" Kisya merengek.


"Iya janji sayang!" Lalu merekapun mulai memejamkan mata. Kisya yang sudah sangat lelah karena harus terus meladeni keinginan sang suani kini bisa bernafas dengan lega. Pasalnya dia begitu mengantuk dan tubuhnya sangat tersiksa karena lelah. Kisya sendiri tidak memungkiri bahwa yang diberikan oleh sang suami adalah sebuah kenikmatan dunia. Namun dirinya tak bisa jika harus terus melakukan itu dalam dua hari ini. Kisya hanya ingin tidur. Itu saja!


Kisya dan Jino sudah mulai masuk ke dunia mimpi. Mereka masih asik berpelukan dan terlelap. Mereka adalah sepasang suami istri rasa pengantin baru. Karena memang mereka baru melakukan itu dua hari ini. Padahal mereka sudah menikah sangat lama. Delapan bulan bukan waktu yang sebentar. Dan mereka melewati waktu itu dengan sia-sia dan kesalahfahaman.

__ADS_1


Udara kota bandung memang dingin. Apalagi udara di kota ciwidey. Setelah tidur semalaman penuh. Kisya terbangun pada jam lima pagi karena perutnya terasa sangat lapar. Kisya lalu menelepon petugas glamping lakaside untuk membawakan mereka sarapan lebih cepat. Karena tenaganya terkuras habis dan itu membuat kisya sangat lapar.


Kisya turun dari tempat tidurnya dan memunguti pakaiannya yang berserakan di lantai. Lalu kisya mencoba untuk mandi air hangat. Setelah mandi Kisya bergegas untuk mengenakan pakaiannya kembali. Tubuhnya mulai bergetar lagi. Dia mulai kedinginan lagi. Untungnya petugas glamping lakaside datang membawakan makanan dan minuman yang Kisya pesan.


Satu gelas susu coklat hangat sudah ada di tangan Kisya. Rasanya begitu hangat di perut. Kisya mengecup kening sang suami hendak membangunkannya. Namun Jino benar-benar tidak bangun. Jino malah terus tidur. Yakin dengan seyakin-yakinnya bahwa Jino telah mencapai titik terlelah.


"Sayang, sarapan udah dateng loh!" Ucap Kisya. Namun Jino seolah enggan untuk membuka matanya. Kisya terus menggangu Jino. Kisya mengecup seluruh wajah Jino. Jino masih tidak mau bangun. Kisya mengelitiki kaki Jino, Jino tidak bangun juga. Dan Kisya menyiprat wajah Jino dengan air dingin. Tetapi bang Jino masih betah di alam mimpi.


"Yasudah, kalo kakak tidak mau bangun juga, aku tinggal pulang !" Ucap Kisya sambil beranjak pergi. Jino langsung membuka matanya saat tau bahwa dirinya mau di tinggalkan oleh sang istri.


"Sayang, jangan pergi!" Jino memanggil sang istri dengan suara seraknya.


Kisya menoleh, dan tersenyum dengan manis. Kisya kembali mendekati sang suami dan duduk di sampingnya.


"Baiklah sayang." Jino beranjak ke kamar mandi dan membasuk mukanya. Sebenarnya Jino masih  enggan untuk mandi, karena kota bandung tepatnya di daerah ciwidey  sudah seperti di kutub utara saja. Tetapi jadi Jino mandi deh, karena masih banyak kegiatan yang akan Jino lakukan hari ini bersama sang istri.


Air yang dingin itu telah membasuh tubuh lelah Jino sehingga dia tampak lebih segar dari sebelumnya. Terlihat sang istri sudah menunggunya untuk sarapan. Jino duduk setelah mengenakan pakaian. Dia memulai sarapan di pagi itu. Jino dan Kisya makan sangat lahap. Mereka mengisi batrai tubuh mereka yang sudah low.


"Makanlah yang banyak sayang, kalo habis ya kita pesan lagi!" Ucap Jino dengan senyumannya.


"Iya kak, ini juga sudah banyak!" Ucap Kisya sambil tersenyum.

__ADS_1


"Aku tau kamu lelah karena kita masih harus melakukan beberapa hal lagi siang ini, sebelum kita pulang!"


"Beberapa hal, apa itu?"


"Kita akan membuat beberapa bayi dan tentunya itu butuh tenaga besar!"


Mata kisya membulat mendengar ucapan sang suami. Dia terkejut bahkan Jino masih bisa berkata seperti itu padahal dia sudah sangat kelelahan.


"Ya ampun kak, masih belum cukupkah!" Ucap Kisya terkekeh. Jino menggelengkan kepalanya. Lalu mendekati sang istri dan memeluk lembut tubuh sang istri dengan penuh cinta.


"Tidak akan berhenti!" Jino mengecup lembut kening sang istri. Kisya tersenyum dengan manis. Dia tidak menyangka bahwa suaminya bisa berkata seperti itu. Dia merasa Jino sekarang sudah menjadi kucing hutan yang begitu jinak. Membuat Kisya selalu merasa hatinya melumer setiap saat. Dua hari di kota bandung. Menyisakan tubuh yang lelah untuk mereka berdua. Tetapi itu sangat indah bahkan tidak bisa di ungkapkan dengan kata-kata.


"Selesai makan kita jalan-jalan di pinggir danau ya!" Ajak Jino.


"Baiklah kak, ayo kita habiskan dulu makananya." Ucap Kisya lalu mereka melanjukan lagi makan mereka. Setelah selesai makan. Jino dan kisya memutuskan untuk berjalan-jalan di pinggir danau yang bernama situ Patenggang. Tempat dimana mereka menginap. Glamping lakaside adalah sebuah tempat yang berdiri kokoh seperti sebuah kapal besar. Tepatnya sebuah resto yang begitu menarik. Mereka menginap di sebelah kapal tersebut dengan pasilitas perkemahan yang begitu lengkap. Glamping lakaside itu berdiri kokoh di samping situ patenggang.


Makanya pagi itu Jino dan Kisya tidak mau membuang-buang waktu lagi. Mereka akan mengisi pagi mereka dengan berjalan-jalan dan mengambil sebuah poto untuk mereka posting ke sosial media.


🌺Bersambung 🌺


Glamping lakaside sebuah tempat yang Jino dan Kisya kunjungi.. apa kalian mau ke daerah Ciwidey juga?.. aku sudah beberapa kali kesa , beneran bagus dan dingin.

__ADS_1




__ADS_2