
Rosaline masih menangis. Dan terkejut mendengar ucapan hamil dari Lintang.
"Lintang... Kamu apaan si ah," ucap kisya dengan lemah.
"Kis dia bapaknya! Mesti tau lah, kalau dia bakalan punya bayi lagi," ucap Lintang begitu lantang.
"Lintang kamu nyebelin deh,"
kata kisya sambil memejamkan mata.
"Jadi kamu hamil sayang, ya Tuhanku, terimakasih banyak!" kata Jino dengan mata berkaca-kaca.
Dan kisya hanya terdiam.
Jino reflek langsung memeluk Kisya. Dan menggendong Kisya.
"Sayang terimakasih, sudah memberikan aku kebahagiaan sebesar ini!" ucap Jino mengecup kening Kisya dengan lembut dan menggendong Kisya dengan mesra. Kini kisya hanya bisa memejamkan mata. Saat Jino mengecupnya. Rosaline bertambah marah. Emosi jiwanya memuncak, dan kecemburuan sudah merasuk hatinya. Lalu mendorong Jino sampai Jino dan Kisya terjatuh
Bruuggkh!!
Jino dan kisya terjatuh, dan perut Kisya terbentur begitu keras, tubuh Jino menindih Kisya. Rosaline mendorong dengan sangat kuat saat itu.
"Aww," ucap Kisya kesakitan dan tiba-tiba keluar darah banyak.
"Sayang?" Jino terlihat cemas melihat Kisya perdarahan.
"Sinting lo!" teriak Lintang sambil mendorong Rosaline dan memukul rosaline sehingga Rosaline babak belur.
Jino menangis melihat Kisya kesakitan, darahnya bertambah banyak menetes dari pangkal paha sang istri. Lintang sudah melapor pada polisi dan langsung membawa Kisya ke rumah sakit.
Sepanjang jalan Kisya menangis kesakitan. Sepanjang itu pula Jino memeluk Kisya dengan cemas dan dengan mata yang basah.
"Aw, sakit...Bayiku Kak, aku takut bayiku kenapa-napa hu hu hu," Kisya menangis tersedu. Jino sungguh tidak tega melihat Kisya merintih menahan sakitnya.
__ADS_1
Sesampainya mereka di rumah sakit. Kisya langsung masuk ke ruangan bersalin. Jino dan Lintang sangat cemas. Jino lalu menelepon Bunda Nisya dan papahnya.
Lalu Dokter pun keluar dari ruang bersalin.
"Suami dari ibu Kisya," panggil Dokter.
"Iya saya Dok," jawab Jino.
"Maap pak, karena benturannya sangat keras, jadi janin di dalam kandungan istri anda tidak bisa di selamatkan. Ibu kisya mengalami keguguran," ucap Dokter.
"A apa keguguran? Tidak mungkin dok, kenapa cuma sebentar, ya Tuhan, ya Tuhan, sayang, ya Tuhan," ucap Jino terkejut lalu Jino menangis dan merasa sangat menyesal. tangan Jino mengepal sangat hebat. Dia begitu marah terhadap Rosaline. Wanita itu telah membunuh bayi yang bahkan belum terlahir.
"Kisya kasian banget, padahal tadi pagi dia senang sekali pas tau kalo dia sedang hamil,"
ucap Lintang dengan tangisannya. Jino melihat Lintang dengan penuh sesal.
Sedang kini Kisya masih belum siuman setelah mendapatkan suntikan valium petidin saat Dokter melalukan tindakan kuretase.
(kuretase adalah proses pengangkatan jaringan janin yang mati di dalam rahim, supaya rahim bersih dan mencegah terjadinya perdarahan)
"Apa aku keguguran?" Kisya tak kuat menahan tangisnya. Air matanya tak terbendung. Wanita itu merasakan kesakitan yang amat dalam. Seolah hatinya hancur berkeping-keping. Bayi itu adalah harapannya untuk bahagia, kini semua telah hancur. Hatinya ikut mati dengan kepergian janin dalam rahimnya. Hanya tangis lirih yang kini bisa dia lakukan.
"Sayang... Sabar sayang!" ucap Jino dengan kecemasannya.
"Kamu, kakak senang melihat aku menderita? Lihatlah betapa sakitnya jadi aku, aku sudah menyangi bayi kitaz sekarang bahkan dia sudah tidak ada lagi, kenapa Tuhan telah dan adil padaku, kenapa dia memberi terus dia mengambil lagi, kenapa, kenapa?" teriak Kisya dengan tangisanya yang meledak. Wanita itu terlihat begitu hancur dan terpuruk.
"Aku ingin bayiku kembali kak, kembalikan dia!" tangis Kisya semakin nyaring. Dan Jino hanya bisa memeluknya dengan penuh kasih sayang. Bukan hanya Kisya yang merasakan kepedihan kehilangan bayinya. Tetapi sebagai seorang ayah, Jino juga merasakan kesakitan yang sama pula. Tetapi pria itu harus lebih tegar, agar sang istri bisa kuat menghadapi cobaan besar ini.
"Kis, Jino. Aku nelpon dulu ya!" ucap Lintang sambil keluar kamar.
"Kita masih punya kesempatan lain untuk memiliki bayi lagi sayang!" kata Jino sambil terus memeluk Kisya dengan penuh kelembutan.
"Ini gara-gara ka-kak. Kalau saja kakak tidak bersama gadis ja-hat itu, bayiku tidak akan kegu-gu-ran. dan dia tidak akan me-ning-gal,"
__ADS_1
ucap Kisya sesegukan.
"Iya sayang, maapkan kakak. Ini salah kakak karena terlalu bahagia mendengar kabar kamu mengandung, jadi kakak mengendong kamu sayang... Tidak menyangka Rosaline tega berbuat ini pada Kita," ucap Jino dengan sedih. Jino mengecup lembut kening sang istri dengan penuh rasa cinta. Rasa sesal dalam hati Jino tak bisa terelakkan lagi. Pria itu merasakan semua kesakitan sang istri.
"Kisya, ya Tuhan," ucap Mama Murni sambil datang membawa Baby Vano dalam gendongannya.
"Mama, Baby Vano," ucap Kisya sambil menyeka air matanya.
"Sayang ada apa ini. Kenapa bisa terjadi?" tanya sang Mama sambil mendudukan Baby Vano di samping Kisya.
"Ma, ini semua salah Kisya tidak bisa menjaga diri dengan baik. Kisya baru tau, tadi pagi. kalau dia ada di rahim Kisya. Tapi ternyata sore ini... Dia sudah tidak ada lagi.
Padahal Kisya senang banget Kisya hamil. Kisya merindukan Baby Vano sampai tak tertahan lagi. Dengan kehadiran bayi lain mungkin rasa rindu ini akan berkurang," ucap Kisya dengan tangisannya sambil memeluk Baby Vano erat.
"Sudah sayang, sabarkan hatimu, ya! Ini cobaan. Kalian bisa mencoba lagi, kamu masih muda dan sehat, Mama yakin kamu bisa cepat hamil lagi," ucap Mama Murni dengan mata yang berkaca-kaca. Kisya masih menangis dengan sedihnya. Dan Jino masih setia menemaninya.
"Maapin aku sayang!" ucap Jino begitu pelan.
"Kenapa kakak selalu nyakitin aku? Aku benci sm kakak," ucap Kisya dengan tangisannya yang begitu lirih.
Jino hanya terdiam dengan hati yang sakit. Dia merasa sangat bersalah atas insident ini. Padahal kehamilan Kisya saat ini bisa membuat rumah tangga mereka kembali utuh. karena memang Jino dan Kisya sudah sangat menanti hadirnya Baby cinta dalam hidup mereka, tetapi kini semuanya sirna. Baby itu telah pergi untuk selamanya.
Georjino.
Aku bertemu Rosaline tanpa sengaja. Aku sudah tak enak hati saat bertemu denganya. Benar saja ternyata ada kista disana.
Sayang... Kamu terlihat sangat pucat. Tapi kamu masih selalu cantik. Aku merindukanmu sayang. Aku selalu merindukanmu. Sudah sebulan kita tidak berjumpa. Pas ketemu malah kamu lihat aku sedang bersama Rosaline.
Aku sangat takut kamu salah faham sayang, aku cinta banget sama kamu. Rosaline bukan siapa-siapaku. Mungkin kamu sedang sakit sayang, wajahmu pucat dan muntah terus. Ternyata kamu sedang hamil sayang. Aku sungguh bahagia mendengar berita itu.
Aku pun bisa memelukmu aku menggendongmu dengan cepat karena saking senangnya aku akan menjadi Ayah. Tapi-tiba tiba Rosaline mendorong kita sampai kita terjatuh. Ya-Tuhan aku tak menyangka Rosaline sangat jahat. Membuat Kisya keguguran. Ini semua salahku. Aku selalu bikin Kisya sedih. Aku memang suami yang tidak becus.
Aku melihat lagi air mata Kisya. Hatiku sangat sakit melihat dia menangis. Apa yang harus aku lakukan. Aku sangat menyayanginya. Tapi dia malah semakin membenciku sepertinya.
__ADS_1
"Sayang tolong maapkan aku!"
Bersambung.