
"Baiklah terimakasih Rose sayang, om sangat bersyukur karena kamu mau membantu kami!" Papa Geovandra berkata sambil tersenyum senang. Dia akhirnya bisa bernafas dengan lega setelah mendengar jawaban dari Rosaline.
"Sama-sama om, yaudah om Rose mau syuting lagi ya!" gadis itu berkata sambil mengehela nafas
"Kenapa dengan helaan nafas itu?" tanya Papa Geovandra sambil mengerutkan keningnya..
"Rose cape om, tapi Rose tidak mau pulang sebelum Rose sukses!" gadis itu berkata dengan optimis.
"Iya sayang, jika kamu sudah lelah pulanglah, Jino juga begitu merindukan kamu, setelah kamu pergi, Jino seperti kehilangan adik kecilnya!" ucap Papa Geovandra.
"Aku tidak mau jadi adiknya kak Jino!" Rosaline terkekeh.
"Anak ini." Papa pun tersenyum.
"Yasudah om, babay."
"Iya Rose, jaga kondisi baik-baik ya, jangan sampai sakit!"
"Siap om."
Lalu sambungan telepon mereka pun terputus. Papa begitu lega dan tenang akhirnya saham Rosaline berhasil di ambil alih oleh Jino. Memang tidak banyak, hanya 10 persen tetapi itu sangat membantu pada saat rapat dewan direksi nanti.
Papa Geovandra lalu menelepon Angel untuk mengurus pemindah tanganan saham Rosaline kepada Jino. Dan Angel meng-iyakan. Senyum bahagia terlintas di wajah sang Papa. Dia ingin masalah ini segera selesai. Dan dia ingin putranya segera pulang.
🌺🌺🌺
Di Amsterdam semuanya masih terlihat sibuk. Angel memberitahu Jino tentang kabar yang diberikan oleh Presiden Direktur barusan. Sebuah senyum manis terpancar di wajah Jino. Betapa leganya dia karena Rosaline akhirnya lebih memilih memberikan saham kepada Jino ketimbang kepada Jacob.
__ADS_1
Kemelut perebutan perusahaan ini membuat dirinya semakin pusing saja. Dia sudah ingin pulang dan merindukan sang istri tercinta. Akhirnya Jino sudah mendapatkan barang bukti terlibatan Jacob dalam penggelapan dana perusahaan yang begitu banyak, dengan jumlah ratusan Milion dolar.
Jino mulai berangkat ke kantor Polisi untuk memberikan beberapa bukti kejahatan Jacob. Dari mulai penggelapan dana perusahaan sampai insiden penembakan dirinya.
Tidak tanggung Jino ke kantor polisi beserta kedua Pengacara-nya. Dan laporan Jino langsung di tanggapi. Dan langsung di tindak lanjuti karena barang bukti sudah sangat kuat.
Akhirnya Polisi memanggil Jacob beserta dua kaki tangannya untuk di introgasi. Setelah mendapatkan bukti kuat akhirnya Polisi menangkap Jacob dan persidangan pun di mulai. Butuh proses panjang dan lama agar semua tuntas dan selesai. Persadangan bahkan sampai beberapa kali di lakukan. Tanpa terasa satu bulan sudah Jino berada di Amsterdam.
Hari ini adalah keputusan akhir. Persidangan terakhir. Hakim memutuskan bahwa Jacob bersalah atas penggelapan dana perusahaan bdan membuat rugi perusahaan. Dan juga percobaan pembunuhan dengan insiden penembakan. Karen itu Jacob akhirnya dinyatakan bersalah dan dihukum beserta dua kaki tangannya yang bersangkutan.
Jino dan timnya merasa begitu senang dan tenang. Akhirnya selama satu bulan mereka berusaha akhirnya mendapatkan hasil yang memuaskan juga. Mereka akhirnya tinggal menuntaskan satu masalah lagi. Yaitu pemilihan Direktur sebagai penanggung jawab di perusahaan di sana. Karena tidak mungkin Jino terus menerua harus berada di sana. Sedang hatinya sudah sangat merindukan rumah dan isinya.
Sidang Anggota Dewan direksi pun akan di laksanakan besok. Jino sudah mendapatakan calon untuk menggantikan Jacob tua Bangka itu. Akhirnya malam ini Jino bisa tidur dengan lelap. Tinggal menunggu besok untuk pemilihan Direktur baru. Semua anggota tim berjumlah begitu banyak. Tidak tanggung, papa mengirim 12 orang anak buahnya untuk Menjadi pengawal jino. Nona Angel, Sani dan Edward semuanya kini sedang berkumpul di resto hotel, untuk merayakan pesta keberhasilan mereka.
"Kalian bebas makan atau minum apapun, kecuali alkohol!" ucap Jino kepada semua anggota tim.
Dan Jino pun tersenyum dengan puas. Mereka lalu mulai memesan makanan. Makanan yang mereka pesan sangat banyak. Sehingga mereka makan sampai kenyang. Setelah mereka makan mereka masih asik berbincang. Sedangkan Jino memutuskan untuk pamit terlebih dahulu untuk masuk ke dalam kamarnya.
Didalam kamar, Jino langsung membuka stelan kerjanya dan mengganti dengan pakaian santai. Dia lalu melakukan panggilan vidio call kepada sang istri. Sudah satu bulan mereka bahkan tidak berjumpa. Kerinduan bahkan sudah sampai di ubun-ubunnya.
"Hallo sayang." Jino menatap wajah sang istri yang terlihat lelah karena selesai memandikan putra mereka.
"Sayang, kangen!" Kisya menatap wajah sang suami dengan tatapan penuh cinta dan kerinduan.
"Sama dong!" Jino pun terkekeh.
"Kapan pulang?" rengek Kisya.
__ADS_1
"Entahlah sayang, masih lama sepertinya. Jino berbohong kepada Kisya. Jino sebetulnya ingin memberi sang istri sebuah kejutan. Jino akan pulang dan membuat istrinya girang. Kisya hanya bisa menundukan wajah kecewanya. Dia pun tidak bisa memaksa sang suami agar lekas pulang ke rumah. Namun apalah daya. Rasa rindunya terlalu besar sehingga menimbulkan sebuah kekecewaan ketika sang suami masih belum ada kepastian kepulangannya.
"Apa masalahnya masih belum selesai?" Kisya menatap Jino dengan mata yang berkaca-kaca.
"Belum sayang, besok masih harus ke pengadilan dan rapat anggota Dewan Direksi, banyak yang harus aku urus, dan terutama." Ucapan Jino terhenti.
"Terutama apa sayang?"
"Terutama disini tidak bisa di kosongkan, kursi direktur masih kosong, dan aku tidak bisa pulang sebelum menemukan orang yang cocok dan bisa aku percaya!"
"Benarkah?" Kisya makin sedih mendengar ucapan dari sang suami.
"Kamu sedih sayang?" tanya Jino.
"Aku hanya rindu." jawab Kisya.
"Maaf ya sayang, aku sudah membuat kamu sedih!" ucap Jino dengan mata yang sendu menatap wajah sang istri yang terlihat sedih dan pilu.
Sesaat suasana hening. Mereka bercakap sampai mereka ketiduran. Jino dan Kisya bahkan sudah berada di dalam dunia mimpi. Dan telepon mereka mati karena kehabisan batrai. Jino tidur dengan sangat lelap. Dia begitu lega karena masalahnya selesai. Sudah beberapa waktu dia tidak bisa tidur dengan nyenyak karena masalah si tua bangka Jacob itu. Karena itu sekarang Jino tertidur pulas.
Kisya juga tertidur. Walau hatinya masih sendu dan pilu karena sang suami masih belum bisa pulang karena masalahnya belum selesai. Kisya akan berusaha terus belajar bersabar. Dia yakin dan percaya pasti suaminya akan cepat pulang.
Wanita itu telah di rundung rindu lima minggu lamanya. Kini masih belum ada kepastian dari sang suami. Karena itu dirinya akan selalu berusaha tabah memendam semua asa dalam gejolak jiwanya. Dia bahkan tertidur dengan mata yang basah. Kerinduannya menyisakan sebuah tetesan air mata yang tak juga berhenti menetes.
Wanita itu tidak tahu bahwa sang suami sebetulnya sudah selesai membereskan semua pekerjaannya dan akan segera pulang Indonesia. Tetapi Jino sengaja membohongi sang istri karena ingin memberikan sebuah kejutan untuk wanita yang sangat dia rindukan.
🌺🌺🌺
__ADS_1
Bersambung.