Jino dan Kisya

Jino dan Kisya
Tatapan kerinduan


__ADS_3

Kisya masih sedikit ragu dengan perasaanya. Entah dia harus bagaimana menghadapi perasaanya yang menurutnya aneh. Perkataan Rania barusan terdengar begitu menyebalkan di telinganya. Baru kali ini Kisya merasakan sebal yang teramat sangat pada seseorang.


Sesekali Kisya menatap ke arah Jino dan sesekali pula Kisya menatap ke arah nona Talita. Rasanya ada segumpal pasir yang mengganjal di dadanya. Membuat dadanya berasa amat sesak dan sulit untuk bernafas. Kisya menelan Saliva dengan sangat berat. Rasa sesak di dadanya membuatnya rasanya ingin marah dan ingin mengamuk.


Tapi bukan Kisya namanya jika dia mengamuk karena hal sepele. Seperti biasanya Kisya selalu anggun dan polos. Walau dia merasa dadanya panas dan ubun-ubun nya serasa mendidih. Kisya masih bisa mengontrol diri. Helaan nafas dia lontarkan membuat hatinya menjadi menjadi tambah sesak.


Ada sedikit luka di hati yang datang secara tiba-tiba. Dan ada rasa tidak suka karena keadaan yang kini menyerangnya. Lintang yang sudah mulai curiga melihat perubahan mood kisya Karena ular bertopeng manusia seperti Rania.


"Rania brengsek, membuat hati Kisya semakin sedih saja." Ucap Lintang dalam hatinya sambil meneguk jus jambu dan tiba-tiba saja Lintang tersedak dan batuk. Lintang memuntahkan semua jus jambu tepat di dada Rania. Membuat rania berteriak karena terkejut.


"Ahh.. Lintang apa yang kamu perbuat?..


Ucap Rania menjerit ketika semua cairan dari mulut Lintang nyembur keluar dan membasahi baju Rania.


Lintang masih batuk dan menyentuh dadanya terlihat sesak.


"Lintang sayang, kamu tidak apa-apa kan?.. Kisya terkejut dan langsung menyentuh dada Lintang dengan penuh kasih sayang. Gurat cemas tercermin di wajah sendu Kisya.


"Aku tersedak Kis." Ucap Lintang megap-megap. Lintang menatap mata Kisya penuh kecemasan. Dan menatap wajah Rania penuh dengan kekesalan.


"Kalo minum pelan-pelan saja." Ucap Kisya dengan lembut.


"Iya maaf !!!.. Ucap Lintang memelas.


"Lintang lihat seluruh bajuku basah dan berwarna merah, kenapa kamu lakukan itu, apa kamu sengaja?..


Ucap Rania mulai berteriak gaduh. Kini mereka menjadi pusat perhatian termasuk Jino .


"Aku beneran engga sengaja." Ucap Lintang dengan wajah memelas.


"Kamu bohong, kamu pasti sengaja kan?.. Rania kembali berteriak. Wajah Rania merah padam . Dia sudah tidak bisa lagi menahan amarahnya. Bajunya kini sudah kotor dengan warna jus jambu. Dan dia sungguh malu karenaya.

__ADS_1


"Aku tidak sengaja, aku hanya tersedak." Ucap Lintang pelan. Sambil memperlihatkan wajah iba dan sedih.


"Aku tau kamu pembohong." Bentak Rania kesal.


"Cukup Rania.. tidak kah kamu melihat bahwa Lintang sendiri kesulitan bernafas. Dia tersedak." Ucap Kisya lantang.


Kisya sudah tak bisa lagi mentolelir Rania yang terus menyalahkan Lintang. Dia sungguh tak terima kalo sahabatnya di salahkan seperti itu. Wajah kesal Kisya kini terpampang. Membuat Rania terdiam.


"Kalian itu keterlaluan, bukankah disini itu aku korban." Ucap Rania kesal dan mulai menitikan air matanya lalu Rania pergi meninggalkan Lintang dan Kisya dalam keheningan.


"Kamu tidak apa apa kan Lin, abaikan ucapan Rania tadi, apa kamu mau minum lagi?.. ucap Kisya dengan penuh perhatian. Lintang mengangguk dan tersenyum manis kepada kisya. Lintang sungguh senang Kisya membelanya seperti itu. Baru kali ini Lintang melihat Kisya marah. Karena selama ini Kisya memang jarang marah.


Lintang sebenarnya memang sengaja menyemburkan minuman di mulutnya tepat di dada Rania. Karena Lintang kesal Rania sudah membuat mood kisya berubah dengan cepat. Dan akhirnya Lintang berhasil. Lintang dan Kisya selalu menjadi tim untuk saling membela.


Wajah sedih Kisya kini berubah cemas karena kondisi Lintang. Lintang tersenyum kepada sang sahabat tersayang. Seraya berkata.


"Aku baik baik saja kikis, kamu jangan terlalu khawatir , malah aku yang khawatir karena kamu begitu sedih tadi."


"Aku tidak sedih ko Lin, aku baik baik saja, aku akan sedih jika kamu di perlakukan seperti tadi." Ucap kisya sambil memeluk tubuh Lintang.


"Makasi ya Kikis sayang."


Mereka akhirnya saling melontar senyum. Kisya memeluk tubuh Lintang dengan erat lalu mencubit pipi Lintang dengan gemas.


Dari kejauhan Jino memperhatikan Kisya. Dari mulai dia membela Lintang dan membuat Rania menangis. Jino sungguh terkesima melihat betapa lucunya kekasih hatinya itu. Baru dia melihat ekspresi kisya yang seperti itu. Dan Jino memiliki fantasi lain melihat ksiya seperti itu. Jino menyunggingkan senyum manisnya. sambil terus menatap gadis yang sangat cantik tanpa cacat itu.


Di matanya saat ini hanya ada Kisya seorang , dia yang tercantik dan termanis. Seolah yang lainya jelek semua Dimata Jino. Karena sebuah rasa cinta akan membutakan dia yang mencinta. Rasa cintanya terhadap Kisya begitu besar dan kuat. Sehingga Jino begitu menggebu seperti ini. Jino terus menatap kisya dengan inten.


Dan lagi lagi Nona Talita merasa terabaikan namun dia hanya bisa tersenyum. Kisya masih mode memeluk Lintang dan tertawa bebas. Tawa Kisya begitu manis sehingga membuat Jino begitu mabuk. Rasanya ingin sekali Jino menghampiri Kisya dan memeluk erat tubuhnya. Tetapi tentu saja itu hanya fantasinya semata.


Kisya lalu melepas pelukannya. Dan sesaat.

__ADS_1


Deg.


Kisya bertemu dengan sorot mata yang berkilau seperti kristal. Mata biru yang terus menatapnya dengan tatapan penuh cinta. Mata Kisya yang redup tak henti membalas tatapan mata elang milik Jino. Mata itu seolah saling berkata dan saling melontarkan sebuah rasa rindu yang menggebu.


"Sayang." Ucap Jino dalam hatinya sambil terus menatap Kisya dengan penuh cinta.


"Iya sayang." Ucap Kisya dalam hatinya sambil terus menatap mata elang sang pujaan hati.


Mereka saling menyapa lewat tatapan . Mereka tak bisa saling menyapa lewat suara. Namun mata yang sedang jatuh cinta tak bisa dibohongi oleh apapun. Jino dan Kisya hanya terdiam saling menatap . Namun gejolak hati mereka begitu menggebu.


Mereka dengan keputusan mereka. Harus berpisah karena satu hal yang tak bisa mereka lewati yaitu sebuah janji . Kisya yang berjanji akan menikahi Jeff tentunya harus segera melupakan Jino. Namun itu semua tidak semudah memutar balikan telapak tangan


Jino yang berjanji akan menjauhi Kisya karena sebuah ikatan pernikahan Kisya dengan jeff. Tidak dipungkiri mereka berdua adalah korban. Dari takdir yang menyentuhkan cinta mereka di waktu yang begitu lambat


"Sayang , aku rindu."


Ucap Jino dalam hatinya sambil terus menatap Kisya dengan mata yang memerah.


Dan Kisya sudah hampir menangis karena matanya sudah berkaca dan hampir menetes.


Bersambung❤️


Hayoo... siapa yg rindu bang Jino ya?😂😂😂


Eh iya kalian engga lupa tekan jempol dan bintang kan.. kalo yg sudah tekan makasi banyak ya🤭


jempol


love


bintang.

__ADS_1


cuma itu ko yg aku minta 😍 sebagai balasannya aku akan up lebih banyak lagi. terimakasih.


__ADS_2