Jino dan Kisya

Jino dan Kisya
Menatap


__ADS_3

Malam itu adalah malam pertama Jeff tidur di rumahnya Dokter Allana. Denting yang berbunyi menemani kegelisahan pria yang kini tengah terduduk di kursi roda. Hatinya masih saja merasakan kesakitan ketika membuka ponselnya. Dokter Allana memberikan sebuah ponsel kepada Jeff untuk berkomunikasi dengannya dan memantau situasi keluarganya dari Internet.


Lagi-lagi jeff melihat wanita cantiknya, kini sedang begitu mesra dalam pelukan suami barunya. Segurat senyum dia torehkan ketika sang suami memeluknya dari belakang. Wanita itu terlihat begitu bahagia dengan semua yang tergambar. Waktu satu tahun ternyata tidak merubah situasi hatinya.


Selama dia tertidur koma, bahkan selalu saja dia meminpikan Kisya datang menjemputnya dari kegelapan. Tetapi pada kenyataannya setiap hari yang selalu menyemangati Jeff adalah Dokter Allana. Dokter muda dan cantik itu telah menghabiskan seluruh waktunya untuk Jeff.


Karena itu ketika Jeff terbangun, Jeff mengenali Dokter itu dari suaranya. Jeff sungguh berterimakasih karena dirinya bisa selamat dari ancaman maut karena kebaikan hati wanita yang kini dia panggil Lana itu. Dokter Allana memang tidak memperbolehkan Jeff memanggilnya dengan sebutan Dokter lagi.


Allana mengatakan kepada Jeff agar dia memanggil dirinya dengan sebutan Lana saja. Dan Jeff pun menyetujuinya dengan seketika. Pria itu lebih akrab jika memanggil Dokter baik hati itu dengan sebutan Lana. Dan Allana pun merasa sangat nyaman ketika Jeff memanggilnya dengan sebutan Lana.


Malam yang semakin hening. Kini di warnai dengan rincikan berdua suara hujan dan angin. Hati jeff yang perih semakin tersakiti oleh situasi yang menyayat hatinya. Jeff duduk di jursi roda sambil memandang ke arah kaca dan melihat air hujan jatuh menetes membasahi tanah dan dedaunan.


Dia melihat air hujan seolah ikut menangis karena meratapi nasibnya yang kelam. Air matanya tiba-tiba saja menetes membasahi pipi sendunya. Hidupnya kini telah berubah 180 derajat. Dia bukan Jeff yang tampan dan gagah berani lagi. Tetapi dia kini hanya manusia lemah yang bahkan hanya bisa terduduk di kursi roda saja.


"Apa yang kamu lihat, Jeff?" Dokter Allana kini berjalan menghampiri Jeff yang masih anteng melihat ke arah jendela.


"Rincik hujan." Jawab Jeff.


"Ada apa dengan hujan?" Dokter Allana masih berjalan dan kini duduk di lantai dan memijat kaki Jeff dengan air hangat. Jeff tertegun dengan seketika. Melihat wanita cantik itu merawatnya dengan suka rela dan bahkan penuh rasa iklas.


Sedang Jeff hanya bisa diam saja.


"Hujan mengingatkan aku kepadanya." Pria itu menatap sang Dokter dengan mata redupnya. Mata itu kini berubah menjadi begitu sendu dan terlihat menyakitkan.

__ADS_1


"Mengingatnya itu wajar, tetapi kamu harus melanjutkan hidupmu agar bisa bahagia," Dokter itu terus melakukan pijatan pada kaki Jeff. Dan Jeff terharu bahkan wanita itu memberi dia saran yang terbaik. Dia memang harus melanjutkan hidupnya. Akan tetapi rasa sakit dalam hatinya masih belum juga sembuh. Masih basah dan berair.


"Apakah aku bisa bahagia?" tanya Jeff sambil menatap Dokter Allana dengan tajam. Seolah ingin sekali mendengar jawaban yang pasti.


"Tentu saja, bahagia itu pasti akan datang kepada kita, kepadamu dan kepadaku, aku yakin Tuhan tidak akan terus membuat hambanya menangis pilu." Dokter Allana masih anteng memijat kaki Jeff." Coba gerakan!"


Jeff lalu mencoba menggerakan kedua kakinya. Dan lebih membaik. Awalnya bahkan tidak bisa bergerak sama sekali karena kaku. Kini sudah medingan agak sedikit lentur. Jeff tidak henti memandangi wanita yang kini telah fokus memijat kakinya.


"Kenapa kamu baik padaku?" Jeff berkata dengan suara yang rendah sambil tak lekat memandangi wajah cantik dan polos sang Dokter.


"Entahlah, aku hanya merasa iba melihat kamu tergeletak di pinggir danau dalam keadaan hampir meninggal, jadi aku menolongmu," tutur Dokter Allana sambil terus memijat kaki pasiennya itu.


"Tidak ada hal lain?"


"Ada sih?"


"Karena kamu mirif dengan seseorang yang aku kenal," Dokter Allana tersenyum namun senyunnya terlihat begitu pedih. Sepertinya Dokter cantik itu menyimpan sesuatu yang menyakitkan di masa lalu. Sehingga bahkan dia terlihat tersenyum, tetapi hatinya seolah menangis.


Jeff melihat Dokter itu memang menyembunyikan sesuatu dalam hidupnya. Dan membuat hatinya tercabik. Namun Dokter itu terlihat kuat, padahal dia memang selalu menguatkan diri.


(Kesakitan Dokter Allana bisa kalian baca di novel nya sendiri, yang berjudul AKIBAT PERNIKAHAN DINI ALLANA) di aplikasi wattpad.


"Siapa kamu sebenarnya Lana, kenapa ada gadis sebaik kamu?" Jeff menatap Dokter itu dengan tatapan penuh tanda tanya.

__ADS_1


"Aku Allana, kamu pikir aku siapa huh, lagian jangan panggil aku gadis, aku bukan gadis lagi, aku sudah pernah menikah," ucap Dokter cantik itu dengan tatapan yang redup. Jeff sesaat tertegun dengan jawaban dari Dokter Allana.


"Suamimu kemana?" tanya Jeff.


"Kami sudah bercerai," jawab Allana dengan menatap mata Jeff yang sendu.


"Kapan itu terjadi?" Jeff sekali lagi memberikan pertanyaan kepada Allana. Wanita itu tersenyum lalu Menggenggam tangan jeff dengan lembut." Itu sudah sangat lama, kurang lebih 7 tahun lalu, pada saat usiaku baru menginjak tujuh belas tahun." Dokter Allana tidak segan untuk menceritakan status dirinya kepada jeff. Lagian Jeff juga kan statusnya sudah pernah menikah dengan Kisya. Mereka sama-sama sudah pernah mengucapkan janji pernikahan di depan penghulu atas nama Tuhan.


Tetapi namanya juga manusia. Mereka berdua akhirnya kini berpisah dengan pasangan masing-masing.


"Kenapa kalian berpisah?" Jeff memberondong Dokter Allana dengan banyak pertanyaan.


"Aku tidak mencintai suamiku, aku di jodohkan oleh kedua orang tuaku, aku lari dari rumah dan akhirnya kami pun bercerai." Tangkas Allana dengan mata yang berkaca-kaca mengingat masa-masa perih yang dia rasakan dahulu kala. Dimana dirinya begitu tersiksa dan terluka selama dalam pernikahannya di masa lalu.


"Bagaimana rasanya menikah tanpa cinta?"


"Aku bagai berada dalam sebuah api neraka."


"Api neraka?" Jeff merasa terkejut.


"Iya, semuanya sangat sakit dan aku terasa terbakar selama pernikahan itu, jangan di tanya rasa sakitnya, karena kamu pasti sudah bisa membayangkan bagaimana rasa sakitnya jika tubuh kita di bakar hidup-hidup." Dokter Allana tersenyum dengan kelukaan hatinya  ketika mengingat masa lalunya yang suram dan kelam.


Bersambung 🌺

__ADS_1


Haaiii sayangku.. maaf setelah setelah sekian lama baru up lagi ya.. jangan lupa mampir ke novelku yang sebelah, karena jika Jino dan Kisya tamat, aku akan fokus ke novel KETIKA NATHAN BERTEMU LEE



__ADS_2