
Kini makanan sudah tersedia di meja. Mereka makan dengan lahap. Sesekali Jeff menyuapi Kisya dan Kisya menerima suapan dari Jeff. Jeff tersenyum dengan mulut penuh makanan. Dan Kisya masih menyuapi Jeff makanan yang begitu banyak . Masa-masa seperti ini sudah biasa Jeff dan Kisya lakukan sejak dulu. Mereka sangat bahagia ketika makan. Seolah mereka melupakan semua keluh kesah dalam hidup.
Melupakan semua gejolak yang membuat hati mereka sakit. Mama Murni tersenyum dengan tatapan bahagia menatap putra dan menantunya makan dengan senang. Kisya yang tadinya merasa lemas dan malas makan. Terpaksa makan karena Jeff terus-menerus menyuapi Kikis makan sampai mulut Kisya penuh dengan makanan.
Mereka seperti anak kecil. Kisya yang tadinya sangat sulit untuk tersenyum kini akhirnya tersenyum juga. Jeff merasa sangat bahagia melihat senyuman Kisya. Kisya terus menyuapi Jeff dan Jeff membalas dengan menyuapi kisya. Mulut mereka sudah sangat penuh . Bahkan sulit untuk mengunyah. Mereka mengunyah dengan perlahan. Jeff mengelus rambut Kisya dengan lembut.
Kisya hanya bisa terdiam sambil menatap Jeff dengan pilu. Perasaan Kisya yang campur aduk di antara sendu dan semu. Diantara hati dan takdir yang tidak bersatu. Kisya masih dalam kebimbangan. Mulutnya mungkin berkata iya dan tersenyum. Tetapi hatinya berkata tidak dan menangis. Dia tidak bisa menolak. Toh dia sudah resmi menikah secara agama bersama jeff. Tinggal resepsinya saja.
Diantara senyuman Jeff menatap Kisya dengan penuh cinta. Ternyata ada hawa terbakar dalam hati gadis yang kini menjadi penonton. Dia adalah Rania. Rania geram kesal dan sangat marah melihat betapa mesra Jeff dan Kisya. Rania merasa sangat kesal kenapa bukan dirinya yang Jeff cinta. Melainkan Kisya gadis yang menurutnya sangat biasa.
Dilihat dari pisik Rania memang tidak kalah cantik dari kisya. Tetapi Kisya memiliki kulit yang lebih putih dari pada Rania. Namun sayangnya Rania tidak memiliki hati yang suci dan bersih seperti kisya. Rania dengan Arogan ingin merebut jeff dan menghalalkan segala cara. Itu salah satu hal yang paling dibenci dari Rania. Jeff sangat menyukai seorang gadis yang polos dan jujur. Bukan wanita yang arogan seperti Rania.
Mata Rania sudah marah melihat tingkah dan kelakuan jeff terhadap kisya. Hatinya terbakar seolah lebur menjadi abu. Jiwanya meronta ingin ingin sekali dia mengatakan apa yang terjadi semalam. Bagaimana kalau kisya sampai tahu semalam dia dan Jeff sudah melakukan hubungan intim. Tentulah Kisya akan merasa sangat terkejut. Dan pasti Kisya akan sangat marah kepada Jeff. Bisa saja Kisya langsung mengamuk dan memutuskan jeff saat itu juga tetapi pasti jeff tidak akan mau mengikuti keinginan Rania lagi.
__ADS_1
Karena itu Rania memilih untuk diam dan bersabar. Walau rasa cemburu telah membakar seluruh tubuhnya. Dia akan tetap diam. Karena dia menginginkan Jeff lebih dari itu.
" Sudah Kak Aku kenyang sekali!"
Kisya merengek manja. Sedang jeff hanya terkekeh. Jeff memberikan segelas air putih kepada Kisya dan Kisya menerima gelas dia langsung meminum air putih itu sampai habis.
Tiba-tiba saja seseorang masuk ke dalam resto itu dan membuat hati kisya berdegup sangat kencang.
"Jino , sini nak!" Panggil nama. Jino terkejut bisa bertemu Mama dan yang lainya di sana. Jino bersama sekretarisnya baru mau makan siang. Jino lalu mempersilahkan sekertarisnya untuk makan terlebih dahulu. Sedang dia segera menghampiri Mama dan yang lainya. Tatapan mata Jino kosong menatap Kisya. Jino sudah berusaha melupakan Kisya karena ancaman bunda Nisya waktu itu. Begitupula dengan Kisya.
"Dari mana nak?" Tanya Mama.
"Selesai meeting dengan perusahaan p." Jino datar menjawab pertanyaan sang Mama.
__ADS_1
"Kamu jangan terlalu lelah nak, setidaknya jangan terlambat makan, makan yang banyak, kamu juga lelah mengurus bayimu." Ucap Mama Murni memperlihatkan kasih sayang dan perhatianya terhadap Jino. Mama Murni memang sudah berubah. Dia kini tidak pernah membedakan lagi antara Jino dan Jeff. Mama murni sudah berjanji terhadap sang suami akan bersikap adil.
Jino pun merasakan perubahan mama murni yang 180 derajat terbalik dari masa kecilnya. Dan Jino merasa senang. Perhatian kecil Mama Murni dia rasa begitu menghangatkan hatinya yang dingin. Jino merasa lega. Karena Baby Vano juga merasakan hal yang sama. Mama Murni memperlakukan Baby Vano dengan penuh kasih sayang pula.
Kisya masih mengunyah makanannya dan dia tak menatap Jino sama sekali. Dia sangat tak tahan berada berdekatan dengan Jino seperti ini. Itu semakin membuat sebuah lubang kekalutan dalam hatinya. Begitupula dengan Jino. Jino yang sedang berusaha menerima kenyataan bahwa 5 hari lagi Kisya akan Segera di kenali orang sebagai istri dari adiknya. Dia harus kuat dan menerima takdir yang kini telah menyentuhnya dengan sebuah rasa sakit .
"Hai kak Jino." Sapa Rania dengan senyuman yang manis. Jino terkejut melihat ada orang asing duduk diantara mereka. Jino yang tidak terlalu oven terhadap kehadiran orang asing bersikap datar dan tak menggubris ucapan Rania. Jino hanya mengangguk saja lalu Jino mengambil sendok karena makananya sudah datang. Dengan perlahan Jino memasukan sendok berisi makanan kedalam mulutnya. Tetapi rasanya sangat Berat untuk dia mengunyah bahkan menelan makanan tersebut.
Makanan itu adalah nasi goreng kesukaan Jino. Mama Murni sengaja memesankan untuk Jino. Makan siang tapi dipesankan nasi goreng. Itu bentuk perhatian sang Mama kalo dia ingat bahwa nasi goreng adalah kesukaan Jino. Jino menelan nasi dengan sangat sulit. Beberapa kali Jino meneguk air putih dalam gelasnya.
Rania memperhatikan raut muka Jino lalu sesaat memperhatikan raut muka Kisya. Benar sekali, Jino dan Kisya bermuka datar. Jino acuh dan memakan makanya dengan santai. Dan Kisya juga sama. Mereka berdua terlihat normal dan seolah tak terjadi apapun. Padahal dalam dada jino dan Kisya sedang bertarung menahan rindu dan tumpukan cinta yang mereka pendam dalam-dalam.
Bersambung ❤️
__ADS_1
Catatan author❤️
Sepertinya kalian lupa like ya😂😂jangan lupa like ya setelah baca, tapi terimakasi sudah membaca. maaf saya sudah membuat kalian kesal!...