
Kisya terdiam dan masih menatap Jino tanpa berkedip. Jino menoleh dan kini kedua pasang bola mata yang basah saling memandang. Jino menatap Kisya dengan tatapan elangnya. Kisya lalu memalingkan wajahnya merahnya. Jino meraih tangan Kisya dan menggenggamnya dengan sangat erat. Seraya berkata.
"Lihat buah hati kita , begitu polos dalam tidurnya yang lelap, wajahnya sangat mirip denganku tetapi senyumnya mirip denganmu"
Ucap Jino dengan suara seraknya.
Kisya tersenyum tipis dia mengambil peranya menjadi seorang ibu malam ini.
"Dia sangat tampan seperti pantulan wajahmu kak, ketika dia besar kelak dia akan menjadi cerminan dirimu!..
Ucap Kisya dengan senyuman manisnya. Jino tersenyum tipis. Malam ini Jino dan Kisya menjadi orang tua yang sangat baik yang menjaga buah hati mereka yang sedang sakit.
Kisya menikmati malamnya menjadi ibu dari baby Vano walau hanya satu malam. Kisya merasakan sebuah rasa hangat dan rasa bahagia ketika dirinya memainkan peran menajdi ibunya Vano . Bibirnya tersenyum karena rasa bahagia yang dia rasakan begitu besar. Dia menyadari rasa sayangnya begitu tak bisa di ukur oleh apapun.
Kisya begitu mencintai baby Vano melebihi apapun. Baby Vano untuknya sudah seperti nafas baru yang masuk ke rongga paru-parunya . Sebuah bayi kecil bahkan bisa membuatnya jatuh cinta begitu dalam. Bisa membuatnya melupakan soal Jeff dan semuanya.
Jika ada yang bertanya kenapa dirinya begitu dekat dengan Jino. Jawabannya sudah jelas karena baby Vano yang membuatnya bisa sedekat itu dengan ayah sang bayi.
"Kak
"Hmm
"Kalo kakak lelah tidurlah, biar kikis yang menjaga baby Vano !..
"Tidak kamu saja yang istrirahat, aku akan menjaga bayiku!
"Loh
"Tidak apa-apa, aku sudah terbiasa begadang demi membuat susu bayi mungil ini"
"Yasudah kak, kita jaga berdua saja kalo begitu!
Jino tersenyum melihat Kisya. Dan Kisya membalas senyuman Jino. Mereka menjaga bayi mereka semalaman.
*******
Mentari mulai menerobos masuk ke celah-celah jendela kamar hotel. Jeff membuka mata perlahan dan mencoba untuk bangun. Kepalanya mulai berdenyut dan rasa sakit dia rasakan.
"Ah ..
Kepalaku!...
Ucap Jeff mencoba bangun sambil memegangi kepalanya yang terasa sakit dan pusing. Jam dinding sudah menunjukan angka 8. Jeff bingung kenapa dia bisa berada dikamar. Jeff mencoba bangun dan berjalan perlahan ke kamar mandi. Jeff mulai membersihkan badanya.
Lintang membuka pintu kamar Jeff. Dan melihat kekiri dan Kekanan mencari keberadaan Jeff . Suara gemericik air menyadarkan lintang bahwa Jeff berada didalam kamar mandi.
Tanpa berkata apapun Lintang langsung pergi meninggalkan kamar Jeff. Dan menuju ke lobi hotel.
Sesampainya dilobi Lintang mempertanyakan keberadaan kedua temanya. Siapa tau pihak hotel mengetahui keberadaan Jino dan kisya. Benar saja pihak hotel tau . Dan langsung mengatakan perihal kejadian kepada Lintang. Lintang terkejut mendengar berita sakitnya baby Vano. Dengan segera Lintang menuju ke kamarnya untuk mengajak suaminya ke rumah sakit.
Lintang masuk ke kamarnya dan terlihat suaminya Masi terlelap dengan selimut yang membungkus badan putihnya.
"Boy bangun !
"Hmm
Boy menggeliat.
"Ayo suamiku sayang bangun!...
Lintang menanrik selimut yang Boy kenakan.
"Apaan sih sayang?..
Ucap Boy mengucek matanya.
__ADS_1
"Ayo kita ke rumah sakit, baby Vano ternyata sakit!..
Lintang merasakan kecemasan dalam hatinya. Tidak dipungkiri Lintang menyayangi bayi mungil tak berdaya itu.
"Benarkah, sakit apa?..
Boy terkejut dan langsung beranjak duduk. Lintang terlihat sedih.
"Oke sayang aku mandi dulu ya!..
Boy bergegas menuju ke kamar mandi. Lintang bersiap dan hendak menghubungi Jeff. Namun Jeff tidak mengangkat teleponnya.
Tidak butuh waktu lama Boy sudah siap mereka bergegas untuk pergi ke rumah sakit. Mereka berangkat berdua dan lintang lupa mengirimkan pesan kepada Jeff kalo Kisya ada dirumah sakit.
Beberapa menit kemudian Lintang dan Boy sudah sampai dirumahnya sakit. Lintang bertanya kepada pihak rumah sakit tentang bayi yang bernama Vano. Lalu suster itu memberi tahu ruangan baby Vano. Lintang berlari ke arah ruangan rawat baby Vano. Kini baby Vano sudah tidak di ruangan perinatologi lagi. Tetapi sudah dipindahkan ke rumah rawat inap anak.
Lintang berlari menuju ruangan rawat baby Vano.
Ceklek...
Lintang membuka pintu ruang rawat itu. Terlihat Jino dan Kisya sedang tertidur di samping baby Vano dengan posisi duduk.
Deg
Jantung Lintang serasa tak berdenyut ketika melihat Jino dan Kisya tidur dengan saling Menggenggam tangan.
Lintang menelan ludah dan menarik nafas panjang.
"Dasar mereka, bahkan tidur sambil duduk seperti itu!
Ucap Lintang pelan. Dan Boy hanya memperhatikan mimik muka sang istri. Boy tau betul kalo Lintang cemburu. Namun boy merasa sangat bangga pada sang istri karena bisa mengatur emosi dalam jiwanya .
Lintang dan Boy duduk di dan memperhatikan baby Vano yang sedang terlelap dengan selang infus yang menempel pada kaki sebelah kiri nya dan selang oksigen yang masih menempel pada hidungnya.
"Kenapa bisa sakit seperti ini baby boy?..
Ucap Lintang sambil mengelus rambut bayi tampan itu.
Ucap Boy sambil menyentuh tangan sang bayi.
"Entahlah mereka bahkan tidak menghubungi kita"
Ucap Lintang kesal.
"Bisa saja mereka tidak membawa androidnya "
Boy Masi menatap sang bayi itu dengan tatapan iba.
Jino terbangun dan terkejut ketika melihat Lintang dan Boy kini sudah berada dihadapannya.
"Sayang"
Ucap Jino sambil menatap Lintang.
"Hmm
Ucap Lintang
"Sayang?..
Ucap Boy dengan suara yang datar.
"Eh maap lintang maksud saya!..
Ucap Jino.
"Baby Vano kenapa sih , dan kenapa kalian tidak menghubungi kita?...
Lintang merasa sangat kesal dibuatnya.
"Maap , semalam kami bahkan tidak membawa ponsel. Mungkin juga Ponselku terjatuh!..
Tutur Jino.
__ADS_1
"Baby Vano kenapa?..
Lintang merasa cemas.
"Hipotermia, tetapi sekarang dia sudah stabil !..
"Syukurlah
Ucap Lintang .
"Terimakasih sudah datang!..
Ucap Jino dengan tatapan sendu menatap sang mantan kekasih. Tidak dipungkiri kalo perasaan sayang itu Masi ada terhadap Lintang walau hanya setitik. Manusia mana yang tahan melihat mantan kekasih mereka menikah dan kini duduk berhadapan.
Jino mencoba mengatur mimik mukanya agar tidak terlihat cemburu atau sakit hati. Walau rasa cintanya terhadap Lintang sudah pudar namun seberkas asa masih hinggap di dasar sanubarinya.
"Jeff mencari Kisya semalaman!..
Ucap Lintang datar.
"Sudah kuduga!
Ucap Jino datar.
Ring ring , ring ring
Suara dering ponsel Lintang sangat kencang. Dan membangunkan Kisya yang sedang asik terbuai mimpi.
Ternyata Jeff yang menelpon.
"Halo Jeff
Ucap Lintang
"Kamu dimana Lintang, apa Kisya sudah ketemu?..
Tanya Jeff dibalik telepon.
Kisya terbangun dan melihat Lintang yang sedang berbicara dengan Jeff di telepon.
"Aku di rumah sakit, bersama Kisya "
"Di rumah sakit mana?..
"Asahikawa Medical University Hospital. Kamu kesini ya!..
"Iya
Dan jeff langsung menutup telepon mereka.
"Apakah itu kak Jeff ?..
Ucap Kisya dengan wajah penuh tanda tanya.
"Iya
"Aku tidak memberinya kabar semalaman dia pasti cemas!..
"Iya dia seperti orang gila mencarimu !.
"Dia memang selalu begitu dia sangat mengkhawatirkan aku, dia memang terbaik "
Ucap Kisya dengan senyumnya manisnya.
Jino terdiam seolah tidak semangat mendengar ucapan Kisya sedang memuji sang adik . Tanpa berkata kata Jino keluar dari ruangan.
Bersambung.
Haii readers pasti lupa tekan jempol love sama bintang nya ya.. 😔
Jangan lupa ya reader tersayang ❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️
__ADS_1