
Pagi itu Jino, kisya dan Papa Geovandra mulai berangkat ke tempat tujuan masing-masing. Kali ini Jino tidak bisa mengantar sang istri karena Jino harus segera meeting di kantor. Ada rekan bisnisnya datang dari Abudabi. Kini perusahaan Kisya berkembang begitu pesat melebihi pada saat dipegang oleh Jeffan.
Jino memang sangat hebat. Semua rekan bisnisnya juga sangat memuji kemampuannya dalam berbisnis. Saat ini Jino sudah menjadi eksekutif muda yang sangat terkenal. Jino hampir setiap hari masuk koran lokal karena prestasinya sebagai pembisnis. Tetapi karena itu Jino sampai tidak bisa berenang sama sekali. Dia melupakan hobinya itu karena terlalu sibuk.
Sebetulnya dia sangat ingin sekali berenang. Tetapi belum ada waktu yang tepat. Teman-teman Jino malah sudah sangat rindu ingin berkompetisi dengan dirinya. Tetapi Jino hanya bisa menjawab lain waktu saja. Padahal hatinya sangat berdebar ingin sekali berenang dan kembali ke wisma atlit. Mengenang masa yang indah bersama sesama atlit renang disana.
Jino kini sedang sibuk bercakap dengan rekan bisnisnya dari abudabi. Dan akhirnya meeting itupun selesai. Jino masih harus mengerjakan beberapa berkas yang harus dia periksa. Setumpuk berkas telah kini telah ada di atas mejanya. Dia sungguh kelelahan hari ini bahkan Jino belum sempat makan siang.
Angel juga terlihat begitu sibuk membantu Jino. Tetapi tiba-tiba saja datang seseorang dengan pakaian begitu seksi. Masuk ke dalam ruangan Jino tanpa mengetuk pintu dan selonong boy. Gadis itu cantik dan rambutnya hitam dengan sedikit kerli.
Jino terkejut mendapatkan tamu yang tak di undang. Mata Angel membulat ketika ada wanita yang masuk tanpa ijin.
"Hallo kak, maaf aku datang tiba-tiba!" Ucap gadis itu sambil berdiri di hadapan Jino mempertontonkan tubuh seksinya.
Jino menatap gadis itu dengan datar. Sama sekali Jino tidak tertarik. Jino lalu menatap Angel. Dan memberi kode. Angel lalu berdiri dan menghampiri gadis tersebut.
"Maaf anda siapa nona, kenapa bisa masuk tanpa ijin?" ucap Angel dengan senyuman manisnya.
"Aku kesini ada keperluan dengan CEO." ucap gadis itu melangkah mendekati Jino. Jino hanya terdiam. Sama sekali tidak tertarik. Jino begitu lelah dengan pekerjaannya saat ini. Kedatangan gadis asing itu malah membuatnya muak. Namun Jino masih terdiam karena malas.
"Nona sebaiknya anda bicara dengan saya dulu, saya sekertaris dan asisten CEO," ucap Angel menghadang gadis itu untuk mendekati Jino.
__ADS_1
"Aku Rebeka nona sekertaris, aku ingin bertemu dengan CEO berdua saja, bisa kan anda keluar!" ucap gadis itu.
"Rebeka, maaf nona tapi ada perlu apa?" Sekali lagi Angel bertanya.
"Ada hal penting yang ingin saya bahas dengan CEO, kenapa anda melarang saya, sedang CEO sendiri hanya diam!" Gadis itu membuat Angel terdiam.
"Duduklah di sampingku Angel!" ucap Jino sambil menatap Angel.
Lalu dengan segera Angel duduk di dekat Jino. Gadis itu terlihat tidak senang.
"Pak Jino, ada hal pribadi yang penting yang harus saya bahas berdua saja!" ucap Rebeka dengan manja sambil mendekati meja Jino.
"Emhh pak saya haus," ucap gadis itu manja.
"Buatkan dia minum Angel!"ucap Jino.
Lalu Angel segera mengambilkan gadis itu minum. Gadis itu begitu senang karena Angel keluar. Gadis itu kini hanya berduaan dengan Jino. Jino merasa begitu malas. Namun Jino masih bersabar. Jino hanya ingin tahu apa yang di inginkan oleh sang gadis.
Gadis itu tersenyum ke arah Jino dan mendekati Jino. Tiba-tiba saja gadis itu duduk di pangkuan Jino.
🌺🌺🌺
__ADS_1
Kisya sudah selesai belajar dan kini dia akan segera pulang. Kisya membeli beberapa bahan untuk dia masak. Jino memang suka dengan masakan apapun buatan dirinya. Kisya selalu kekantor dan memasak di sana. Kisya memang sangat mahir memasak.
Kisya membeli beberapa ikan dan sayuran. Supir dan James dengan setia mengikutinya. Kisya baik-baik saja dan tidak merasa terganggu sama sekali. Bahkan kehadiran supir dan James membuat Kisya menjadi lebih aman. Setelah tiga kali di teror. Kisya menjadi sangat berhati-hati. Dia tidak pernah berada di tempat yang sepi dan selalu berada di keramaian.
Kini Kisya sudah selesai berbelanja. Kisya memasak tidak terlalu banyak. Hanya memasak untuk berdua saja. Kisya sudah tidak sabar ingin bertemu dengan sang suami. Dia sudah merasa rindu pada suaminya. Rasa rindunya malah semakin besar setiap harinya. Kisya menyuruh pak supir untuk mengemudikan mobinya dengan cepat. Dengan alasan dia sudah sangat lapar. Padahal bohong.
Padahal Kisya ingin segera bertemu dengan sang suami karena begitu rindu. Sepanjang jalan Kisya vidio call sama Mama Murni dan Baby Vano. Kisya mengatakan akan pulang bersama Jino. Karena dia ingin menemani sang suami bekerja. Karena Jino mengatakan bahwa kehadiran Kisya menambah semanganya dalam bekerja. Dan Kisya juga betah berada di kantor. Selama dia bersama dengan Jino.
Akhirnya Kisya sampai di depan lobi perusahaannya. Kisya masuk ke lobi dan beberapa pegawainya langsung menyapa. Saat mau naik lip. Tiba-tiba Kisya bertemu dengan salah satu direktur. Dia adalah teman dekat Ayahnya Kisya. Mereka sempat bercakap untuk sesaat. Direktur itu mengatakan kepada Kisya bahwa Kisya beruntung menikah dengan Jino. Karena Jino sangat pintar. Dia sekarang begitu sukses dan sangat terkenal. Bahkan perusahaan mendapatkan untung yang sangat banyak semenjak di pegang oleh Jino.
Kisya terseyum mendengar pria itu memuji suaminya. Kisya menjadi semakin merindukan Jino. Dia sudah tidak sabar ingin memeluk sang suami. Kisya lalu pamit lebih dulu, dia mengatakan bahwa dirinya begitu lapar dan ingin segera makan. Padahal Kisya ingin segera bertemu dengan sang suami tercinta. Kisya terus berjalan menelusuri lorong yang penuh dengan pegawainya. Dia tersenyum manis menyapa para pekerja.
Dari kejauhan Kisya melihat Angel keluar dari ruangan Jino dan menuju ke dapur. Kisya ingin menyapa Angel tetapi Angel sudah masuk ke dalam dapur. Kisya lalu menyapa Natali dan Exa, dua sekertaris Jino yang lainya. Mereka tersenyum manis. Mereka mengatakan bahwa Jino dengan ada tamu. Tamu yang datang tanpa permisi dan tidak membuat janji sebelumnya.
Kisya merasa sangat penasaran siapa tamu tersebut. Kisya lalu berjalan melangkah mendekati pintu ruangan Jino. Dan akhirnya Kisya membuka pintu tersebut.
Ceklek.
Pintu itupun terbuka. Alangkah terkejutnya Kisya melihat seorang gadis cantik dan seksi sedang duduk di pangkuan Jino. Dengan segera Jino mendorong gadis itu sampai gadis itu terjatuh ke lantai.
🌺 Bersambung 🌺
__ADS_1