
Kisya melihat kegundahan pria Yang ada di hadapannya. Jangankan resah bahkan rasa sakit pun kini singgah di dada mereka. Sakit untuk mengahadapi sebuah kenyataan dan merasa ingin terus bermimpi seperti ini. Tangan lembut Kisya lalu mengelus rambut Jino dan benar saja itu membuat Jino lebih baik. Pria yang gusar itu terlihat lebih tenang setalah kisya memberi sentuhan lembutnya.
"Jangan cemas sepeti itu kak, Masih ada beberapa saat untuk kita bersama, peluk aku dan dekap aku sampai waktu kita benar-benar habis."
Ucap Kisya sambil memberikan sentuhan lembut di kepala jino. Jino menatap inten wajah cantik itu. Lalu Jino memeluk erat tubuh yang mungilnya Kisya.
Kisya membalas pelukan jino. Jino bangkit sambil menggendong kisya di depan. lalu Jino membawa tubuh mungil itu untuk berbaring di tempat tidur. Kisya kini sudah Merebah di tempat tidur itu. Dan mereka hanya bisa berpegangan tangan sambil menatap langit-langit kamar.
"Kita masih punya waktu beberapa saat."
Ucap Jino sambil terus menatap langit langit kamar .
"Hmm."
Ucap Kisya pelan.
"Tidurlah, sudah semalaman kita terjaga!..
Ucap Jino Dengan suara beratnya.
"Aku tidak mau tidur."
Ucap Kisya pelan. Jino langsung tidur miring menghadap ke arah Kisya.
"Kita mau apa kalo tidak tidur?..
Ucap Jino dengan menorehkan sebuah senyuman, menggoda Kisya dengan sengaja.
"Kita."
Kisya merasa kebingungan. Dan wajahnya seketika memerah.
"Iya kita akan melakukan apa?..
Ucap Jino masih tersenyum nakal membuat kisya malu.
"Tidak ada yang akan kita lakukan , aku hanya ingin memeluk kakak saja!.. ucap Kisya sambil memeluk sang pujaan hatinya dengan erat. Kisya kembali menenggelamkan wajah merahnya di dada bidang Jino. Dan Jino hanya tersenyum melihat tingkah lucu wanita yang sangat dia kagumi itu.
Jino perlahan membuka syal yang menempel di leher Kisya.
" Pakai ini besok saja ya, sekarang tidak perlu." Ucap Jino sambil menyimpan syal tersebut di meja. Kisya hanya terdiam dengan seribu kegugupan yang menyerangnya. Entah apa yang akan Jino lakukan. Itu sungguh membuat Kisya bergetar.
Jino tersenyum melihat Kisya yang tiba-tiba berubah menjadi sangat gugup.
"Kenapa tiba-tiba gugup?..
Ucap Jino menorehkan senyuman manisnya. Kisya menatap Jino dengan tatapan gugup dan wajah bersemu merah. Mereka tak henti saling menatap dengan tatapan penuh cinta.
"Aku ingin mengecupmu lagi dan membuat beberapa tanda bintang lagi ." Ucap Jino dengan suara seraknya.
Wajah Kisya semakin Memerah. Gadis itu terlihat malu mendengar ucapan jino.
"Tidur seperti ini apakah nyaman?..
Ucap Jino sambil mengelus kaki Kisya yang seputih susu itu. Kisya semakin berdebar mendapat sentuhan lembut di daerah kakinya.
__ADS_1
"Menggunakan rok pendek seperti ini apa sebagian trik untuk menggodaku?..
Ucap Jino sambil tersenyum manis. Dan Kisya semakin gugup dan malu.
"Kenapa sangat suka menggunakan rok pendek, kenapa sangat suka memamerkan kaki ini?..
Ucap Jino kembali mengelus paha Kisya dengan lembut.
"Kenapa hanya terdiam?..
Apa kamu tidak punya jawaban?..
Ucap Jino masih dengan senyuman manisnya.
Kisya terdiam dan menorehkan senyuman begitu manis pada Jino. Lalu.
Cup.
Kisya mengecup kening Jino dengan penuh kasih sayang.
Deg.
Darah Jino seolah naik dan mendidih. Jino memeluk Kisya dengan erat. Dia merasakan aroma harum tubuh yang kini sedang dia peluk.
"Kamu sengaja menggodaku lagi." Ucap Jino sambil mengecup leher Kisya dengan lembut.
Kisya hanya bisa terdiam dengan mata yang terpejam. Menikmati setiap kecupan jino.
"Aku belum pernah senakal ini , aku juga belum pernah menggoda seorang laki-laki. Hanya dengan kakak aku begini, entah kenapa tubuhku menurut begitu saja, seandainya kakak melakukan hal yang lebih pun sepertinya aku akan nenurut."
Ucap Kisya dengan memejamkan matanya merasakan sebuah kehangatan dalam dekapan seorang pria yang kini amat dia sayang.
Ucap Jino berbisik dengahnya penuh perasaan cinta.
Kisya tersenyum dan kembali memejamkan matanya. Mereka masih asik saling mendekap dengan posisi Kisya yang masih sama, masih dalam pelukan Jino.
"Tolong jaga aku kak, jangan biarkan aku kecewa padamu ."
Ucap Kisya dengan bisikan halusnya.
"Aku akan menjagamu, aku akan menjagamu dari buasnya hatiku, tetapi aku tidak menjamin untuk hal lainya." Ucap Jino serak.
"Hal lain seperti apa kak?..
Kisya mengerutkan keningnya dengan wajah penuh tanda tanya.
"Hal lainya."
"Hal lainya itu seperti apa?..
Sekali lagi gadis polos itu bertanya.
Jino mengecup leher jenjang Kisya dan memberikan beberapa tanda bintang lagi. Membuat kisya hanya bisa memejamkan matanya dan tak bisa menolak. Kisya meremas rambut Jino dengan remasan halus. Dia seolah tak peduli ada beberapa planet yang Jino lukis padanya. Yang dia rasa sekarang adalah merasakan dekapan dari pria yang sangat dia kasihi.
Jino lalu menenggelamkan wajahnya di dada Kisya. Jantung Kisya berdebar lebih cepat dari biasanya. Membuat suara gaduh di dada gadis itu. Jino memejamkan mata seolah mendengarkan iringan musik yang Kisya tabuh dalam dadanya. Sesekali gadis itu menelan Saliva. Posisi jino membuatnya tak bisa bergerak bebas. Karena Jino mendekap erat tubuh mungilnya dengan wajah yang menempel ke dadanya.
__ADS_1
"Aku tak bisa mengendalikan detak jantungku."
Ucap Kisya pelan sambil mengehela nafas.
"Hmm aku bisa mendengarnya."
"Benarkah?..
"Aku juga mendengar suara hatimu."
"Coba katakan, hatiku berkata apa?..
"Hatimu berkata bahwa kamu mencintaiku, kamu tidak ingin melepaskan pelukanku dan ingin seperti ini selamanya."
Ucap Jino dengan suara seraknya.
"Telinga kakak jeli , seperti spignomanometer."
Ucap Kisya sambil tersenyum malu mendengar ucapan sang kekasih hatinya.
"Aku akan jadi apapun yang kamu mau sayang."
Jino melihat ke arah Kisya. Dan melontrakan senyum manisnya. Membuat kisya malu dengan wajah Semerah tomat.
Jino menatap pantulan wajah cantik itu dengan tatapan penuh kasih sayang.
"Kenapa cinta datang terlambat?.. Ucap Jino dengan mata berkaca-kaca.
Kisya hanya menggeleng saja. Dan jino mengelus rambut Kisya dengan lembut seraya berkata.
"Aku datang padamu di saat waktu yang tidak tepat, aku datang padamu di menit-menit terakhir kau menjadi miliknya selamanya. Tetapi rasa cinta ini kuat dan bahkan bisa menghancurkan dunia, aku harus apa sayang , agar kita bisa selalu bersama tanpa menyakiti hati orang lain?..
Ucap Jino dengan suara yang sangat berat.
"Tidak ada yang bisa kita lakukan , kita hanya perlu mengakhiri mimpi indah ini!.. Ucap Kisya dengan mata yang berkaca-kaca.
Jino lalu mengelus lembut bibir kisya yang ranum . Tiba-tiba air mata Kisya menetes tanpa dia sadari. Tangan kanan Jino menyeka air mata yang membasahi pipi gadis itu. Helaan nafas berat Jino lontarkan.
"Ini kah akhir dari mimpi indah ini?..
Ucap Jino dengan dada yang sesak.
**Bersambung❤️
kalau akhirnya mereka tidur mungkin posisinya bisa seperti ini**
Atau seperti ini
Bisa juga begini ya🤭🤭
__ADS_1
Terserahlah kalian berimajinasi seperti apa🤭
asalkan jangan lupa ngasi bintang ya, jempol dan love untuku😍 Terimakasih.