
Jeff kini sudah selesai mandi. Dia memakai parfum yang banyak di tubuhnya. Dia tak mau meninggalkan jejak dan bau tubuhnya rania. Jeff membuka jendela kamarnya dan mulai terlihat warna oranye menyelimuti langit. Matahari sudah mulai terbit dan burung mulai berteriak. Jeff berdiri di balkon kamarnya. Dia menerawang jauh teringat kejadian semalam.
Plashback.
Jeff berteriak dengan frustasi. Dia tak peduli angin malam menusuk tubuhnya. Karena dalam hatinya hanya ada rasa kesal dan bayangan Kisya. Jeff tidak bisa membiarkan orang lain tau keadaan Kisya yang sesungguhnya . Apa yang akan terjadi ketika publik tau bahwa Kisya telah ternoda dan bahkan memiliki seorang bayi . Jeff merasa sangat pusing memikirkan itu semua.
"Apa yang akan terjadi jika Kisya sampai tau kalo dirinya sudah tak suci? Apakah dia akan kembali ke masa dimana dirinya defresi. Jeff masih ingat dengan jelas bagaimana Kisya menderita saat itu. Kisya seperti mayat hidup dan tak ada harapan lagi untuknya melanjutkan hidupnya lagi. Bahkan waktu itu Kisya sempat momotong urat nadinya . Dia mencoba mengakhiri hidupnya .
Kisya saat itu adalah gadis rapuh dan sangat menderita. Jeff tidak mau Kisya sampai mengingat lagi kenangan buruknya. Jeff tidak mau melihat Kisya menderita lagi seperti dulu kala. Pikiran Jeff berkelana jauh menerawang hingga ke masa lalu. Masa dimana hidup Kisya penuh luka dan duka nestapa.
"Itu tidak boleh terjadi, Kisya tidak boleh sampai mengingat masa lalu, aku tidak akan membiarkan Rania membuat Kisya menderita." pikiran Jeff menerawang .
Tiba-tiba dering ponsel mengacaukan lamunanya. Jeff melihat ponsel pintarnya. Ada nomor tidak dikenal masuk. Jeff mencoba untuk mengangkat telphon tersebut.
"Halo , siapa?...
Ucap Jeff pelan.
"Hei brow, kamu yang tadi bersama gadis di club."
Ucap seorang pria .
"Iya , ada apa?...
Tanya Jeff.
"Gadis itu hendak bunuh diri."
"Apa masksudmu?..
Ucap Jeff terkejut.
"Gadis yang tadi bersamamu kini sedang berulah di club dan hendak melompat dari atap."
"Yatuhan Rania, dasar gadis bodoh!..
Ucap Jeff dengan wajah yang begitu kesal.
"Cepatlah kamu datang, polisi sudah datang pula."
"Baiklah, aku akan segera datang."
Ucap Jeff sambil menutup telpon selulernya. Jeff langsung masuk ke dalam mobil dan mengemudikan mobilnya dengan sangat cepat. Dan beberapa saat kemudian Jeff telah sampai di depan club tersebut. Jeff keluar dari mobil dan segera berlari menuju ke dalam club. Dan benar saja Rania tidak ada di dalam club. Tetapi kini Rania sudah berada di atap gedung.
Jeff berlari menaiki anak tangga ke atap gedung lantai 3. Jeff mengumpulkan seluruh tenaganya untuk naik tangga. sesampainya di atap gedung terlihat Rania sedang berdiri di pinggir atap dan hendak melompat.
"Rania."
Teriak Jeff .
Rania menoleh kepada Jeff dan tersenyum.
__ADS_1
"Kak "
Ucap Rania pelan dengan senyum bahagia karena melihat kedatangan Jeff.
"Rania, sini Rania."
Ucap Jeff pelan sambil mendekati Rania.
"Aku tidak mau kak, untuk apa aku turun ?...
Ucap Rania dengan isak tangisnya.
"Jangan seperti ini Ran, ayo kemari!...
Ucap Jeff pelan.
"Untuk apa?... kau sendiri tidak akan memeluku bahkan menemaniku malam ini."
"Sudah Rania ,ayo kesini jangan berbuat konyol dan, ayo kemari!..
Bujuk Jeff.
"Tidak kak, bukankah pastinya kau lebih senang jika aku mati ya?..
Ucap Rania mulai terisak.
"Siapa bilang Ran, ayo turun sini , ayo kita bicara lagi!..
Rania menggelengkan kepalanya dengan air mata yang masih menetes. Matanya terpejam dan hendak melompat. Jeff dengan sigap berlari dan menarik tangan Rania dan akhirnya Rania jatuh ke atas tubuh Jeff. Bersyukurlah Rania tidak jatuh ke bawah. Saat itu Jeff bagai dewa penolong untuk Rania. Dan itu membuat Rania semakin menangis .
"Kenapa menarik tanganku, kenapa tidak membiarkan aku mati saja!..
Jerit Rania Dengan Tangisanya.
Jeff memeluk Rania yang mulai mengamuk. Walaupun Jeff tidak menyukai Rania tetapi Jeff tidak mau melihat orang lain terluka karena dirinya. Rania masih terus mengamuk, meronta dan menjerit.
"Lepaskan aku kak, lepas, untuk apa aku hidup lagi kamu sama sekali tidak menginginkan aku."
Jerit Rania penuh emosi.
Jeff Masih memeluk Rania mencoba menenangkan gadis itu.
"Berhentilah, jangan seperti ini Rania, hidup manusia itu berarti, kenapa dengan semudah itu kamu mau mengakhiri hidupmu!..
Ucap Jeff dengan pelukan eratnya karena Rania terus meronta.
"Hidupku tak berarti tanpa kamu kak, untuk apa aku hidup lagi!..
"Jangan berkata begitu, hidup kita itu berarti, kamu masih punya keluarga yang menyayangimu, dengarkan aku, kamu harus ingat keluargamu!..
Ucap Jeff .
__ADS_1
"Aku tidak peduli, aku hanya ingin kamu kak!..
"Maafkan aku, bukankah kamu tau bahwa hatiku hanya milik Kisya, tidak bisa lagi aku membuka hati untuk gadis lain."
Ucap Jeff pelan. Rania masih terus menangis. Kini mereka menjadi bahan tontonan.
Rani berteriak dan menjerit sambil berkata.
"Kenapa kamu menyukai gadis yang sudah tidak suci, dan bahkan dia sudah mempunyai seorang."
Cup.
Jeff membungkam mulut rania dengan bibirnya. Tujuanya agar Rania berhenti bicara. Rania tiba-tiba membeku seolah tubuhnya berubah menjadi patung. Jantung Rania seolah mau meledak menerima kecupan dari Jeff.
"Kamu terlalu berisik, jangan ucapkan kata-kata yang menjatuhkan Kisya!..
Ucap Jeff pelan namun penuh penekanan.
Jeff mengecup Rania dengan tujuan supaya Rania tidak menjelekan Kisya di depan umum. Dan benar saja Rania langsung terdiam. Rania terkejut dengan serangan dadakan dari Jeff .
Rania menyentuh bibirnya dengan jemarinya. Rania lalu memeluk Jeff dengan erat dan menangis.
"Kak, aku ingin hidup demi kamu."
Ucap Rania dengan tangisan lirihnya . Jeff hanya bisa terdiam.
"Bangunlah, ayo kita bicara, disini terlalu banyak orang!...
Ucap Jeff pelan. Jeff beranjak bangun dan mencoba membantu Rania berdiri. Mereka lalu berjalan menuju ke lantai bawah. Jeff membuka pintu mobilnya dan mempersilahkan Rania untuk masuk ke dalam mobilnya. Rania pun masuk.
Kini hanya hening yang terasa. Jeff hanya bisa terdiam dengan wajah kesal dan Rania menundukan wajahnya.
"Aku sudah memberikan photo Kisya dan kak Jino pada wartawan. Aku tau kakak akan membenciku dan karena itu aku lebih baik bunuh diri dari pada harus melihatmu membenciku."
Ucap Rania pelan.
Jeff terdiam menahan emosinya. Dia tak suka dengan ucapan Rania.
"Jangan sentuh Kisyaku."
Ucap Jeff penuh penekanan sambil menatap Rania dengan tangan kanannya memegang dagu Rania dengan kasar.
Bersambung.❤️
Hai sayang gimana sampe sini masih suka?.. jangan lupa ya love like dan star nya yaa..
lebih bagus kalo kalian tekan jempol dari eps awal agar Jino dan Kisya bisa terus update dan tahap review nya lebih cepat.
Terimakasih buat Helen yang sudah membuat gambar sebagus ini.
__ADS_1