Jino dan Kisya

Jino dan Kisya
Honeymoon 10


__ADS_3

Mentari pagi mulai menelusup ke dalam celah-celah dinding hotel. Kota Seoul, saat ini merupakan kota yang sedikit dingin dibanding Indonesia. Karena itu Jino dan Kisya selalu menggunakan selimut tebal untuk menutupi tubuh polos mereka. Mereka masih asyik tertidur dan terbuai oleh mimpi. Tetapi suara perut sang istri membangunkannya.


Jino terbangun seketika, saat mendengar sang istri kelaparan. Pria itu tersenyum Sambil memandangi istrinya yang mengantuk tetapi perutnya lapar. Akhirnya dengan mata yang berat bisa terbangun dan mencoba untuk membersihkan diri ke kamar mandi. Seperti biasa mereka selalu melakukan itu bersama-sama.


Setelah selesai mandi Mereka pun langsung menuju ke Resto hotel untuk sarapan. Dengan cantik wanita itu melenggang sambil bergelayut mesra dengan sang suami. Dalam keseharian mereka, mereka seolah benda yang ditempelkan oleh lem dan tidak terpisahkan. Duduk berdekatan, tidur berdekatan, mandi bersama, makan bersama, bahkan Kisya tidak mau melepaskan lengan sang suami, biarpun mereka sedang makan.


Jino merasa senang karena tidak setiap hari mereka bisa berdekatan seperti itu. Hanya pada saat bulan madu seperti ini mereka bisa berdekatan. Karena Jino tidak bekerja dan sehari-hari Hanya bekerja bersama sang istri di dalam kamar. Dan projectnya pun hari ini bukan project tentang Bagaimana cara memperbanyak uang, tapi bagaimana cara untuk memperbanyak anak.


Project Honeymoon Kali ini harus menghasilkan seorang jabang bayi, karena Kisya sudah tidak sabar ingin membawa oleh-oleh itu ke rumah membawakan Baby Vano seorang adik yang cantik, atau adik yang ganteng. Mau tidak mau Batita kecil itu harus menjadi seorang abang. Karena perencanaan program Keluarga Berencana sudah mulai di-setting oleh keduanya.


Jino dan Kisya memutuskan untuk memiliki banyak anak. Jadi mereka hanya akan memberi jarak 2 tahun saja setelah persalinan pertama, persalinan kedua, persalinan ketiga dan mungkin seterusnya. Sebetulnya Jino tidak mau memiliki terlalu banyak anak. Karena Jino Takut Istri kesayangannya merasa kelelahan dan kesakitan pada saat melahirkan dan pada saat membesarkan anaknya kelak.


Tetapi ia sendiri yang menginginkan hal itu. Kisya menginginkan untuk memiliki dua atau tiga orang anak. Karena sang istri begitu menginginkan maka mau tidak mau Jino hanya bisa mendukung keinginan sang istri. Walau Memang karena keinginan istrinya mereka harus terus kerja keras untuk melancarkan project pembuatan seorang anak.


Kini sepasang suami istri itu telah menikmati sarapan pagi mereka. Kisya yang terlihat begitu kelaparan memakan makanan dengan sangat Lahap. Maklumlah dia selalu diajak bekerja keras oleh sang suami karena itu tenaganya hampir saja habis. Dia pun harus mengisi baterai di tubuhnya untuk perjalanan hari ini. Karena hari ini mereka akan melakukan perjalanan agak jauh yaitu menyeberang ke sebuah pulau yang bernama pulau Jeju.


Provinsi Jeju, yang secara resmi adalah Provinsi Pemerintahan Sendiri Khusus Jeju, adalah salah satu dari sembilan provinsi Korea Selatan. Provinsi ini terletak di Pulau Jeju, sebelumnya ditransliterasikan sebagai Cheju atau Cheju Do, pulau terbesar di negara itu.


Terletak di Selat Korea, sebelah barat daya Provinsi Jeolla Selatan, yang dahulunya merupakan satu provinsi sebelum terbagi pada tahun 1946. Ibu kota Jeju adalah Kota Jeju (Jeju-si).


Topografi Pulau Jeju terbentuk sekitar 2 juta tahun lalu oleh aktivitas vulkanis. Di tengah-tengah pulau muncul Hallasan (Gunung Halla), gunung tertinggi di seluruh Korea (1.950 m). Pulau ini bercuaca hangat sepanjang tahun dan pada musim dingin jarang turun salju, sehingga tanaman-tanaman yang tumbuh di daerah subtropis bisa bertahan hidup.

__ADS_1


Pulau Jeju dijuluki Samdado, "Pulau yang Berlimpah dengan Tiga Hal" yaitu, bebatuan, wanita dan angin. Karena memiliki keindahan alam dan kebudayaan yang unik, Pulau Jeju adalah salah satu objek wisata paling terkenal di Korea. Dalam catatan sejarah, Jeju disebut dalam berbagai nama, mulai dari Doi, Dongyeongju, Juho, Tammora, Seomna, Tangna atau Tamra.


Kota pelabuhan terdekat Jeju dengan daratan utama Korea adalah Mokpo, provinsi Jeolla Selatan. Panjang garis pantai 253 km, luas keseluruhan 1.825 km². Suhu di Jeju dapat bervariasi, mulai dari tropis sampai subtriopis. Suhu rata-rata per tahunnya adalah 14,6 °C dan 4,7° di musim dingin. Keanekaragaman flora yang tumbuh di Jeju sangat berbeda dengan yang ada di Semenanjung Korea. Karena iklimnya yang baik, pulau ini ditumbuhi lebih dari 1.700 jenis tanaman, sehingga Jeju dijuluki sebagai "Pulau Botani" karena kekayaan floranya.


Selama berabad-abad, penduduk Pulau Jeju dijuluki sebagai yukgoyeok ("enam jenis pekerja keras") yang merujuk kepada warga yang mengerjakan berbagai pekerjaan sulit dan berat untuk hidup, seperti mencari abalon  dan kerang dengan cara menyelam ke dasar laut, membangun pelabuhan, beternak, membuat kapal dan bertani. Seringkali mereka diperas demi membayar upeti kepada penguasa di ibu kota. Bencana alam seperti kekeringan dan angin topan juga sering mengakibatkan gagal panen dan kelaparan yang memakan banyak korban jiwa.


Peristiwa paling kelam dalam sejarah rakyat Jeju adalah insiden berdarah pada periode pembentukan Republik Korea pada tahun 1948 sampai periode Perang Korea (1950-1953) di mana banyak warganya dibantai karena dianggap sebagai sarang pemberontak atau pengikut komunis. Karena mengalami kehidupan yang keras oleh tekanan penguasa, warga Jeju dikenal sebagai orang-orang yang tabah dan mampu bertahan dalam situasi yang sulit. Rakyat Jeju menyatakan tentang kehidupan mereka dengan ungkapan:


“ Kebahagiaan itu kecil seperti butir pasir, sementara kesedihan itu sebesar batu karang


Negara-negara di Asia selalu memiliki pulau-pulau eksotis untuk dikunjungi. Jika di Singapore ada Sentosa, di Thailand ada Phuket, dan di Indonesia ada Bali, maka Korea Selatan memiliki Pulau Jeju. Pulau terbesar di Korea Selatan yang menjadi destinasi favorit bagi para warga Korea untuk liburan ataupun berbulanmadu.


Karena itu pulau Jeju nuat Jino dan Kisya yang merupakan pulau yang sangat romantis. Banyak drama korea yang berlokasi syuting di pulau Jeju. Setiap momen mereka selalu mengabadikan dengan beberapa foto-foto selfie. Kini Jino dan Kisya sudah sampai di sebuah hotel di pulau Jeju. Setelah terbang dari Soul beberapa jam akhirnya mereka bisa sampai ke Jeju dan beristirahat di hotel yang begitu nyaman.


Jino dan kisya Berencana untuk mengelilingi pulau Jeju selama beberapa hari. Tapi untuk sekarang mereka akan beristirahat terlebih dahulu.


🌺🌺🌺


Bersambung.


**Jeju Island

__ADS_1


Pulau yang begitu romantis, yang suka nonton drama korea pasti tahu pulau ini..


siapa yang mau ke korea dan ke pulau jeju.. ramaikan komen.


semoga kita bisa pergi ke tamra island/jeju island. Amin..



**





**



**

__ADS_1


__ADS_2