Jino dan Kisya

Jino dan Kisya
Sesal itu


__ADS_3

"Kisya, bi Kisya bi."


Ucap Jino sambil menangis memeluk sang bibi.


"Tuan muda, tuan muda hanya bermimpi."


Ucap bibi dengan mata yang berkaca-kaca .


"Kisya kesakitan bi, Kisya menjerit memohon padaku bisa, tetapi aku tega, aku jahat aku brengsek tidak menghiraukan rasa sakitnya. Aku menyesal bi, Jino menyesal bi!..


Jino terus menangis dengan tersedu. Air matanya tak bisa ia bendung. Rasa sesal di dasar hati nya diam tak mau pergi. Dia berusaha lari dari perasaan meyesalnya tetapi bahkan sampai saat ini belum bisa.


Nafasnya terdengar sangat berat. Tubuhnya bergetar dan air matanya terus mengalir. Bibi sungguh tidak tega melihat keadaan anak asuhnya. Dan bibi pun meneteskan air matanya dengan berat.


"Jangan menyesali hal yang sudah lama terjadi, bibi yakin suatu saat Kisya akan memaapkan kamu anaku!..


Ucap bibi dengan air mata kepedihannya.


"Bibi, aku orang yang brengsek bi, mana bisa korban seperti Kisya memaapkan aku yang jelas-jelas hampir membunuhnya. Bagaimana ini bi, bahkan kini Jino mulai menyukainya, apa , apa ini sebuah hukuman dari Tuhan bisa, agar Jino selalu merasa menyesal dan merasakan rasa sakit."


"Tuan jangan berkata seperti itu, percaya saja ,Tuhan Telah membuat takdir tuan sebaik mungkin, Tuan muda jangan seperti ini terus. Tuan muda harus melupakan rasa sesal Tuan dan lihat hikmat dibalik kejadian itu. Di balik sebuah insiden yang menyakitkan, terlahir sebuah nyawa baru yang sangat tampan dan menggemaskan. Tuan harus ingat kepada Tuan kecil, Tuan kecil adalah anugrah dari Tuhan untuk Tuan muda."


Ucap bibi dengan deraian air matanya. Jino hanya bisa mengisak mendengar ucapan sang bibi pengasuhnya.


"Vano."


"Ia Tuan muda, baby Vano adalah anugrah di balik sebuah musibah."


"Mana Baby Vano bi?


Jino bangkit dan berjalan menuju ke lantai atas untuk mengambil Baby Vano. Terlihat Baby Vano sedang terlelap tidur dengan sangat imut.


Jino terus menangis sambil menatap sang buah hati. Jino kini menangis lagi. Dan betapa bersyukurnya dia bisa mendapat bayi setampan ini.


"Kamu segalanya buat Daddy nak, kamu nyawa Daddy, dan senyumnya Daddy. Terimakasih telah lahir menjadi anaku!..


Jino menitikan air mata tanpa dia sadari. Baby Vano masih asik dengan tidurnya. Dan Jino Masi menangis dengan lirih. Dia memeluk sang bayi dengan sangat lembut. Namun bayi itu terlelap tanpa merespon sang ayah.



"Ah."


Kisya kesakitan saat Jeff membantu mengoleskan betadine pada tangan dan lutut Kisya.


"Tahan ya sebentar!...

__ADS_1


Ucap Jeff .


"Kenapa harus pake Betadine lagi kak , kan sudah sama dokter."


Rengek Kisya merasa perih.


"Biar kamu cepetan sembuh sayang , udah deh diem aja!...


Jeff Masi pokus pada luka Kisya.


"Sedang apa ya baby Vano sekarang?..


Ucap Kisya pelan.


"Nanti kita temui baby Vano ya di rumah!..


Ucap Jeff dengan senyumanya.


"Maksud kakak?..


"Papa tadi ngasi kabar kalo kita bisa mengasuh baby Vano sebelum kamu mulai kuliah sayang, dan kita hari ini ada makan malam keluarga, kamu bisa puas menggendong baby Vano!...


"Benarkah ?..


Kisya merasa sangat senang mendengar kabar tersebut. Senyumnya merekah seindah mawar.


Setelah sampai di mansion nya Jeff langsung mengajak Kisya untuk bertemu sang mama. Nama murni sangat senang dengan kedatangan sang menantu. Mama murni memeluk Kisya penuh dengan kasih sayang. Kisya lalu membantunya untuk menyajikan masakan sang mama di meja makan.


Mereka asik menyanyikan makanan sambil tertawa saling memuji. Tiba-tiba saja seseorang masuk.


Deg.


Kisya terkejut melihat Jino masuk ke dapur sambil menggendong baby Vano dalam peluknya.


Deg


Deg


Deg


Jantung Kisya berdebar begitu kencang. Kisya begitu melihat Jino. Tanpa sadar kaki Kisya melangkah mendekati Jino. Jino terdiam mematung menatap Kisya yang berjalan mendekatinya.


"Kis bawakan buah di kulkas!..


Ucap mama murni sambil sibuk menuangkan sirup.

__ADS_1


"Ah iya."


Ucap Kisya pelan. Langkah Kisya terhenti dan memutar balik . Meninggalkan Jino .


Jino menelan Saliva dan menghela nafas berat.


"Ma, minta buatkan susu buat Vano, si baby ga mau di lepas."


Ucap Jino sambil duduk di meja makan.


"Auh cucu mama mau minum susu ya.. Kis kamu saja ya yang buatkan susu untuk Vano , mama Masi sibuk."


Ucap mama sambil tersenyum menatap sang menantu. Secara tidak langsung mama murni membiarkan baby Vano menerima kasih sayang ibunya.


Kisya mengangguk dan tersenyum dengan manis. Lalu Kisya segera membuatkan susu untuk sang bayi kesayanganya. Jino beranjak dan pergi dari dapur. Jino naik ke lantai dua menuju ke kamarnya. Jino masuk ke kamarnya dan hendak mengganti popok sang bayi.


"Bobo dulu ya sayang!...


Jino menidurkan. Sang buah hati di tempat tidurnya dan Jino mengambil popok dalam tasnya. Lalu mengganti popok sang buah hati. Baby Vano terus merengek karena kehausan.


"Sebentar ya sayang , mommy kamu lagi bikinin susu di bawah, kamu haus banget ya sayang."ucap Jino sambil memakai kan celana pada pangeran kecilnya.


Kisya sudah membawa susunya. Dan melihat ke sekeliling rumah untuk mencari keberadaan Jino . Namun tidak ia temukan. Suara tangis bayi terdengar dari lantai atas. Kisya menaiki satu persatu anak tangga. Dan sampaikan di depan kamar Jino. Kisya berjalan perlahan masuk dan kini duduk di samping Jino . Di pinggir kasur itu Kisya memberikan botol susu pada sang buah hati.


Jino terdiam tanpa kata ketika Kisya memberikan baby Vano susu. Namun baby Vano Masi rewel dan akhirnya Kisya menggendong bayi kecil itu. Jino Masi terdiam tidak menatap Kisya sama sekali. Baby Vano tidak mau nyusu dan menangis keras. Padahal Kisya sudah menggendongnya. Secara tiba-tiba Baby vano muntah. Dan mengotori cardigan nya Kisya.


"Yatuhan, sayang kamu kenapa?..Kisya merasa sangat cemas karena baby Vano muntah sangat banyak.


"Vano ,Vano ."


Ucap Jino dengan kecemasanya.


Baby Vano muntah sangat banyak. Dan terlihat sangat lemas. Jino lalu menggendong baby Vano. Dan langsung membersihkan muntahan baby Vano. Dengan cekatan Jino membuka baju baby Vano lalu membalurnya dengan minyak kayu putih. Jino memakaikan baju yang lebih hangat untuk bayinya.


"Dede nangis terus, mau bilang perut Dede sakit ya?..


Ucap Jino dengan penuh kasih sayang. Memeluk baby Vano yang terlihat lemas .


Kisya membuka cardigan yang dia kenakan. Kini Kisya mengenakan kaos lengan pendek. Jino tanpa sengaja melihat Kisya.


"Maapkan putraku telah mengotori bajumu!..


"Tidak apa-apa, aku masih mengenakan kaos "


Ucap Kisya sambil berjalan menuju kamar mandi di kamar itu. Kisya membersihkan bekas Muntahan bayinya. Setelah bersih Kisya keluar dari kamar mandi. Jino sudah berhasil menidurkan baby Vano . Tanpa sengaja Jino melihat siku Kisya yang lecet. Jino menatap Kisya Dengan penuh tanda tanya.

__ADS_1


Jino menghampiri Kisya menarik tangan Kisya agar duduk di sudut kasurnya. Jino menatap kedua siku Kisya dan kini beralih ke lutut Kisya. Terlihat satu lutut Kisya lecet dan satunya lagi di perban. Jino menghela nafas. Memeriksa dengan seksama seluruh luka yang ada di tangan dan kaki kisya.


Bersambung


__ADS_2