Jino dan Kisya

Jino dan Kisya
Jino tersadar


__ADS_3

Jino masih asik memilih topping ice cream yang sedang dia pesan. Iya belum menyadari bahwa sang istri sudah tidak ada di tempat duduknya. Dia membayar pedagang es krim dengan segera. Lalu dia memegang dua buah es krim dengan hati yang senang, dia hendak memberikan ice cream itu kepada sang istri.


Jina begitu terkejut saat melihat bahwa tempat duduk di mana Kisya duduk, kini sudah di tempati oleh orang lain. Jino begitu terkejut.


"Kisya, kemana dia? pindah ke mana. Ya Tuhan wanita itu, bukankah sudah aku bilang jangan pergi ke mana pun, masih saja dia tidak menurut," tutur Jino dalam hatinya, sambil terus melihat ke kiri dan kanan untuk mencari keberadaan Kisya.


Namun sayangnya Jino tidak juga menemukan keberadaan sang istri di pasar itu. Jino berusaha berlari ke kiri dan ke kanan, mencari keberadaan istrinya Dia membuang ice cream yang ada di tangannya dengan seketika.


Dengan seribu kecemasan Jino akhirnya mencari keberadaan istri kesayangannya. Dia berjalan menelusuri seluruh pasar. Dia begitu cemas Ketika tersadar bahwa istrinya tidak ada di sana, dan tidak ada di mana-mana. Wajah cemas tersirat di tampan pri itu.


"Ya Tuhanku, Kisya Kamu di mana? Lagi-lagi kamu sudah membuat aku ketakutan, kalau kamu sampai ketemu, aku tidak akan memaafkanmu, aku tidak akan pernah meninggalkanmu barang sedetikpun," ucap Jino sambil terus mencari keberadaan sang istri.


Sudah hampir seperempat jam dia berlari ke kiri dan ke kanan, masih saja jadi tidak ada hasilnya. Jino lalu berhenti pada sebuah pedagang dekat Kisya duduk tadi. Lalu Jino pun bertanya kepada pedagang itu apakah di melihat keberadaan Kisya.


"Joesonghabnida seonsaengnim yeogie anj-aissneun yeoseong-eul boassseubnida. geunyeoneun je anaeibnida. geuleona uliga heeo jyeoss-eul ttae, naneun geunyeoleul chajneun de eolyeoum-eul gyeokk-eossseubnida."


(Pak maaf apakah bapak lihat wanita yang tadi sedang duduk di sini, dia istri saya, tetapi kami malah terpisah, saya kesukitan mencarinya)

__ADS_1


Ucap Jino bertanya kepada pedagang lolipop yang dekat dengan kisah tadi.


"Nae gage ap-e anj-aissneun yeojagaissneun geos gatjiman, nugungaleul jjochgoissneun geoscheoleom ppalli geugos-eul ttwieo danigo iss-eossda."


(Sepertinya tadi memang ada wanita yang duduk di depan toko saya, tetapi dia berlari ke arah sana, dengan cepat, sepertinya dia mengejar seseorang, coba cek ke sebelah sana saja). Ucap penjual Lollipop tersebut menjelaskan kepada Jino.


Jino begitu berterima kasih kepada bapak penjual oleh lolipop tersebut, lalu dia pun dengan segera pergi ke arah yang bapak itu tunjuk. Dia benar-benar sudah lelah mencari Kisya. Lelah dengan rasa cemas yang di rasakan. Pria itu sangat takut dan resah terjadi sesuatu pada istri kesayangannya.


Pria itu terus berlari menelusuri pasar, tempat di mana dia berjalan-jalan bersama Kisya, namun sampai saat ini belum juga di temukan. Jino benar-benar kesusahan kali ini. Dia tidak habis pikir, kenapa dia begitu ceroboh mempercayai Kisya begitu saja. Sedangkan gadis itu memang sangat ceroboh. Dan kini akhirnya mereka terpisah dan itu membuat dia sangat ketakutan, karena dia takut istrinya kenapa-napa.


"Ya Tuhan, sayang sebenarnya kamu di mana? Aku sudah mencarimu ke seluruh pelosok pasar, aku sudah sangat mengkhawatirkan kamu sayang, kamu di mana sayangku, jangan buat aku cemas seperti ini! Ya Tuhan tolonglah selamatkan dia, jangan sampai istriku terkena hal yang berbahaya barang sedikitpun, aku harus bisa menemukannya," ucap Jino dalam hatinya, sambil terus berlari mencari keberadaan Kisya.


Pria itu benar-benar merasa kelimpungan, sudah setengah jam sudah dia mencari Tetapi istrinya, tidak kunjung di temukan. Entah kenapa dia benar-benar merasa cemas dan khawatir, kehilangan istrinya saat ini berasa sangat menusuk hatinya.


Jino mengambil ponselnya lalu dia menghubungi Edward dengan segera. Edwar menerima telepon dari Jino, tanpa harus menunggu lama, langsung berbicara kepada Edward.


"Hubungi temanmu yang berada di pulau Jeju dengan secepatnya, sekarang juga!!" Aku hanya minta 3 menit datangkan temanmu sebanyak mungkin untuk mencari istriku, istriku hilang,"

__ADS_1


"Apa Bos 3 menit? Jangan gila! Kita menelpon saat ini akan menyita waktu lebih dari 2 menit, aku belum menelpon dia," Edward terkekeh dengan permintaan dari bosnya tersebut.


"Aku tidak mau tahu, paling lambat 5 menit kalau tidak aku akan memecatmu dan membunuhmu, Istriku hilang, aku takut terjadi sesuatu kepadanya, cepatlah kami berada di pasar tradisional Jeju Island," ucap Jino dengan nada yang tinggi. Pria itu benar-benar berteriak kali ini, dia tidak tahu harus berkata apa, karena dia mengungkapkan kekesalannya pada Edward.


Rasa cemas dan gelisah sudah mengiringi sekujur tubuh pria tersebut. Dia sudah berusaha menghubungi anak buahnya yang di Indonesia, dan dia hanya berharap Edward cepat mengirimkan pasukan, teman-temannya yang ada di sini agar bisa membantunya mencari keberadaan Kisya.


"Baiklah Bos, tunggu saja sebentar ya, paling 10 menit," ucap Edward dengan nada yang datar, sedangkan Jino benar-benar tidak suka dengan kata-kata 10 menit itu. 10 menit buat dia terasa bagai 10 hari, dia harus benar-benar menemukan Kisya dengan segera, dia sangat takut istrinya tidak bisa di temukan lagi.


"Lebih dari 10 menit maka benar-benar aku akan membunuhmu!" Jino berkata dengan nada yang begitu pelan, namun penuh penekanan, dia benar-benar merasa sangat bingung, dan frustasi. Karena istrinya tersebut, tapi dia selalu berharap dan berdo'a semoga istrinya baik-baik saja. Semoga istrinya hanya bermain-main saja. Semoga istrinya tidak ada yang melukai. Semoga Istrinya selalu sehat.


Banyak ucapan semoga yang di Jino lontarkan saat itu. Padahal hatinya sungguh berdebar entah tahu kenapa. Sebagai seorang suami Jina betul-betul menghawatirkan sang istri. Entah kenapa rasanya dia memiliki firasat yang buruk. Dia memiliki firasat bahwa istrinya memang sedang tidak dalam kondisi tidak baik.


Kecemasan Jino membuat pikirannya benar-benar kacau. Dia harus segera menemukan istri kesayangannya, jika tidak Jina bisa benar-benar gila, jika Kisya memang hilang dan tidak bisa ditemukan.


Kisya adalah wanita yang sangat dia cintai. Istri kesayangannya, dan juga wanita yang menurutnya begitu cantik, dan tidak terduakan. Akan tetapi kini dia kehilangan sang istri, dia harus secepatnya mencari keberadaan istrinya, karena jika tidak, dia tidak akan bisa tenang sama sekali.


Bersambung.

__ADS_1


"Terimakasih untuk kakak sahabat Jino dan Kisya yang sudah memberikan aku ucapan selamat tahun baru,😘😘😘. kakak yang lain, di tunggu ya!"


"Salam sayang dariku Evangelin Harvey."


__ADS_2