Jino dan Kisya

Jino dan Kisya
Ratapan


__ADS_3

Kisya sedikit tenang setelah menceritakan semua keluh kesah nya kepada sang bunda. Bunda tau bagaimana rasanya terpisah dari sang buah hati. Perasaan Kisyapun seperti itu. Walau Kisya sendiri tidak tau alasan apa yang membuat dirinya begitu menyukai Baby Vano. Yang dia tau dia tidak bisa melawan dorongan kuat yang ada dalam hatinya.


Sebuah dorongan yang membuatnya seraya ingin memeluk dan mengecup si Baby kecil itu selamanya. Kisya segera mencuci mukanya dan berganti pakaian hendak menuju ke rumah sakit tempat Lintang di rawat. Beberapa kali Boy menelepon tetapi tidak dia angkat. Makanya Boy mengirim pesan singkat untuk Kisya. Setelah membaca pesan singkat dari Boy , Kisya terkejut dan bergegas untuk melihat keadaan Lintang.


Kisya turun dari tangga menuju ke dapur dan mengambil minuman dingin. Dia meneguk minuman itu lalu bergegas keluar rumah. Ternyata, Jeff sedari tadi sudah ada di depan rumah Kisya. Dia ingin sekali masuk namun dia membiarkan Kisya sendirian karena Jeff tidak mau mengganggu Kisya.


Jeff tau betapa galaunya Kisya karena itu Jeff membiarkan Kisya sendiri untuk sementara waktu. Kisya terkejut melihat Jeff sudah tersenyum  dengan manis menyambut Kisya.


"Kak."


Jeff tersenyum dengan manis. Kisya lalu menghampiri Jeff dan mencoba menorehkan sedikit senyum. Memang sangat berat. Karena dia belum bisa tersenyum tanpa baby Vano. Jeff menggandeng tangan Kisya lalu mempersilahkan Kisya untuk masuk ke dalam sedan merah kesayangan.


Kisya masuk dan duduk dengan nyaman.


"Sejak kapan kakak disini?..


Ucap Kisya sambil memasang sabuk pengaman.


"Sejak tadi sayang. Boy menelpon Lintang kecelakaan. Makanya kakak langsung kesini untuk menjemput kamu, tetapi kakak tidak mau mengganggu gadis yang sedang galau ini." Ucap Jeff sambil mengemudikan sedanya.


"Terimakasih banyak kak!


Kisya menunduk.


Jeff terus mempercepat laju kendaraannya sampai akhirnya mereka sampai di depan lobi rumah sakit. Kisya melihat Jino sedang menggendong Baby Vano dengan penuh kasih sayang dan masuk ke dalam mobil tuan Geovandra.


"Kak Jino, Baby Vano."


Ucap Kisya dalam hatinya.


"Stop kak!


Teriak Kisya. Dan Jeff segera berhenti. Kisya turun dari mobil Jeff dan berlari menuju ke arah mobil Jino.


"Kak Jino."


Teriak Kisya sambil berlari.


"Kak Jino tunggu, bayiku!..


Teriak Kisya sambil terus berlari ke arah mobil Jino.


Namun sayang sekali Jino tidak melihat kedatangan Kisya. Jino asik memainkan Baby Vano dalam mobilnya. Mobil yang kini sudah melaju keluar dari depan lobi rumah sakit.


"Kak Jino tunggu kak, Baby Vano tunggu!...


Teriak Kisya sambil terus berlari mengejar mobil yang Jino tumpangi.


"Kakak.. kak Jino, kak Jino tunggu!..


Kisya masih berlari mengejar mobil Jino. Sedang Jino sama sekali tidak mendengar teriakan Kisya.


Kisya terus berlari dan berlari namun, Mobil Jino melesat terlalu cepat dan kisya tidak bisa lagi mengejarnya. Kisya masih terus berlari walau mobil nya sudah hampir tidak terlihat lagi .


"Tunggu aku kak!..


Kisya menangis sambil berlari sekuat tenaga. Air matanya sudah tak terbendung lagi.


"Brugggh."

__ADS_1


Kisya terjatuh di tengah jalan.


"Ahh."


Kisya merasa sangat kesakitan .


"Kak Jino."


Jerit Kisya mencoba bangkit dari posisi jatuhnya. Lalu berusaha bangun namun kakinya terlalu sakit.


Kisya terjatuh lagi karena kakinya sakit dan begitu lemas.


"Baby Vano ."


Kisya terduduk di tepi jalan dengan isakan yang melirih. Air matanya sudah tak terbendung lagi.


"Ayo bangun sayang!..


Ucap Jeff sambil membantu Kisya untuk bangkit. Namun Kisya merasa amat lemas dan lelah karena berlari.


Ternyata Jeff sedari tadi mengejar Kisya.


"Kak tadi aku mengejar kak Jino, kikis kangen sama Baby Vano kak."


Kisya mengisak dengan tangisan yang terdengar sangat lirih.


Jeff menatap Kisya dengan mata yang berkaca-kaca . Jeff begitu sedih melihat keadaan kisya. Jeff menatap Kisya mulai dari wajahnya . Air mata yang yang terus menetes membasahi pipinya . Matanya memerah bengkak dan kini Jeff melihat lutut Kisya yang berdarah. Tanggan Kisya lecet dan berdarah. Terlihat begitu perih dan menyakitkan.


Jeff menelan ludah dengan sangat susah. Menghela nafasnya yang teramat berat. Jeff lalu menggendong kisya. Karena Kisya terlihat begitu lemah dan lelah. Kisya Masi terus mengisak . Jeff menggendong kisya di punggungnya. Kisya memeluk Jeff dengan air mata yang tak henti ia keluarkan. Jeff menggendong kisya dengan air mata yang dia tahan sejak tadi . Mata Jeff memerah dan menahan tangis.


Sedang Kisya Masi mengisak dan membasahi bahu Jeff.


Ucap Jeff dengan suara serak menahan tangisnya.


Namun Kisya hanya menggeleng dengan isakan tangis yang tak bisa dia elakan.


"Begitu rindukah?..


Ucap Jeff dengan air mata yang tak bisa dia tahan lagi. Jeff begitu merasa kasihan melihat kondisi sang istri yang begitu menyedihkan.


"Iya."


Ucap Kisya dengan pelan. Isakan tangis Kisya kini semakin pelan. Dan Kisya ternyata tertidur dalam gendongan Jeff. Jeff terus menggendong kisya dalam punggungnya. Jeff merasa sangat sesak melihat penderitaan kisya . Karena rasa rindunya terhadap sang buah hati .


Jeff mulai masuk ke lobi rumah sakit. Dan membawa Kisya ke IGD. Menidurkan Kisya di tempat tidur pasien IGD.


Jeff meminta dokter untuk melihat luka Kisya. Mengatakan bahwa kisya terjatuh di jalan dengan keadaan jalan aspal yang panas karena terik.


Dokter lalu memeriksa Kisya dan ternyata lutut Kisya robek dan harus di jahit beberapa jahitan. Kisya terbangun karena dokter mencoba memberikan suntikan anastesi pada lutut kisya.


"Eh."


Leguh kisya.


"Sayang."


Ucap Jeff sambil menggenggam tangan Kisya lembut.


"Apa lututku robek?

__ADS_1


Kisya meringis sakit karena dokter memulai melakukan penjahitan.


Walaupun sudah di berikan suntikan anastesi namun terkadang Masi terasa rasa ngilu dan sakit.


Jeff tersenyum dan mengelus rambut kisya dengan lembut. Tidak perlu waktu yang lama , dokter akhirnya menyelesaikan kegiatan hekting pada lutut kisya.


Ternyata kisya sampai di hekting 3 jahitan pada lutut sebelah kiri. Sedang lutut sebelah kanan nya hanya luka lecet saja. Kini dokter sudah memperbolehkan Kisya untuk pulang. Dan menyarankan untuk meminum obatnya tepat waktu. Dan Kisya hanya mengangguk saja.


Jeff mendudukan Kisya di kursi roda dan berjalan mendorong Kisya menuju ke ruangan rawat inapnya Lintang.


"Ceklek."


Pintu itu pun terbuka


Kisya dan Jeff masuk. Dan terlihat Lintang terkulai lemah tak berdaya.


"Lintang ."


Ucap kisya terkejut. Kisya mencoba bangun. Dari kursi rodanya dan berjalan dengan sangat perlahan . Kita kini sudah duduk di kursi dekat kasur rawat inapnya.


"Kis."


Ucap Lintang dengan air mata yang menetes.


"Kamu engga apa-apa Lintang?..


"Aku baru selesai di operasi dan kamu bilang aku tidak apa-apa, Kis kamu jahat, tentu saja aku sakit."


Ucap Lintang dengan sangat manja.


"Sayang maapkan aku baru datang ya!..


Ucap kisya sambil memeluk sahabatnya.


"Kenapa bisa seperti ini?..


"Aku jatuh dari tangga."


"Yatuhan Lintang, pasti sakit!..


"Sangat sakit !..


Ucap Lintang dengan air mata yang menetes. Tetapi Lintang terkejut kala melihat siku tangan Kisya ternyata lecet. Kisya lalu melihat ke bawah dan lutut Kisya di perban.


'kenapa kaki kamu di tambal juga?..


Ucap Lintang terkejut.


"Aku tidak apa-apa ko Lintang. Tadi hanya terjatuh pada saat turun dari mobil."


Ucap kisya dengan senyuman manisnya. Lintang merasa iba juga melihat Kisya terjatuh. Padahal sudah jelas lebih parah luka Lintang daripada luka Kisya. Tetapi untuk masalah hati. Mereka berdua sama sama terluka. Dan entahlah siapa yang lebih terluka. Entah itu kisya ataupun Lintang.


 


Bersambung.


Ingat ya Jino itu bule


Part berikutnya adalah visual Jino

__ADS_1


__ADS_2