Jino dan Kisya

Jino dan Kisya
H-4


__ADS_3

Mereka selesai makan dan akhirnya pergi menuju tujuan masing-masing. Satu meja bersama malah membuat jantung Jino semakin tidak sehat. Kini merasa jantungnya harus beristirahat dari keterkejutan seperti itu. kini Jino sudah sampai di kantor.  Terlihat Baby Vano sudah datang di gendong Angel. Jino tersenyum melihat buah hatinya sudah datang.


Jino langsung menyambut buat hatinya dengan sebuah ciuman hangat penuh kasih sayang. Tiba-tiba saja Papa Geovandra datang.


"Jino." Ucap Papa terlihat cemas.


"Ada apa, Pa?" Jino menatap sang Papa sambil memeluk Baby Vano .


"Hari ini kamu harus pergi ke Swiss, ada masalah dengan cabang perusahaan kita di sana!" Papa terlihat sangat cemas.


"Apa yang terjadi?" Jino menidurkan Baby Vano di stroler.


"Kamu cek semua data keuangan disana, sepertinya Robert sudah memanipulasi data keuangan." Papa terlihat sangat cemas.


"Baik Pa, Jino akan segera berangkat."


"Baik Baby Vano biar Papa yang bawa pulang, kamu tolong urus semua sampai beres di sana, mungkin butuh beberapa hari disana, mumpung semua belum terlalu kacau dan masih bisa diatasi, tolong kamu selesaikan dengan baik ."


"Baik Pa, Jino akan bergegas."


Jino pun menyuruh bibi segera pulang dan menyiapkan beberapa baju yang akan Jino bawa. Sedangkan Baby Vano di bawa oleh Papa Geovandra. Setelah melihat semuanya siap. Jino segera berangkat ke Swiss. Dia berangkat dengan membawa misi besar dari sang papa.


Kabar kepergian Jino ke Swiss tersebar di telinganya Kisya.  Kisya dengan segera datang ke mansion Jeff untuk membantu menjaga Baby Vano. Kisya datang dan langsung mengambil Baby Vano dalam peluknya. Rasanya dia sudah sangat merindukan bayi ini setelah beberapa hari tidak bertemu dan memeluk sang bayi. Baby Vano terlihat sangat senang menatap Kisya dengan tatapan sebening embun. Hari ini tepat 4 bulan usia Baby Vano .


Dan Kisya begitu antusias sekali menyambut bulan ke empat sang bayi tampan.


"Selamat ulang bulan sayang." Kisya mengecup kening si Baby gembul dengan penuh kasih sayang .

__ADS_1


"Hari ini waktunya Baby Vano imunisasi Kis." Ucap mama Murni sambil duduk di samping Kisya.


"Imunisasi apa, Ma?" Kisya sedikit tidak mengerti.


"Imunisasi ke 4, apa mau kamu atau Mams yang mengantar Baby ke dokter?"


"Kikis saja Ma."


"Oh yasudah , kalo begitu kamu berangkat sekarang ya, karena jadwalnya pagi ini." Mama Murni tersenyum manis.


"Aku harus apa disana?"


Ucap Kisya merasa bingung. dia sama sekali belum pernah membawa seorang bayi untuk di imunisasi.


"Kanu hanya perlu membawa buku ini dan dokter akan tau dengan sendirinya , imunisasi apa yang akan diberikan kepada Baby Vano."


Jeff memang sangat sibuk dah bahkan dia tidak bisa memegang ponselnya sendiri. Dari tadi ponselnya berdering dan itu membuat Jeff merasa sangat terganggu. Jeff lalu memberikan ponselnya kepada sekretarisnya. Agar sekertarisbya bisa menjawab semua telepon masuk ketika Jeff sibuk. Jeff bahkan mengabaikan telepon dari seorang wanita yang sedang sangat kesal menunggu dirinya.


Rania sudah menelepon Jeff sedari tadi namun Jeff tidak mengangkat teleponnya tersebut. Rania sangat geram di buatnya. Sekali lagi Rania menelpon akhirnya tersambung juga. Namun sayang yang menjawab adalah Raya sekertarisnya Jeff. Rania tambah kesal di buatnya.


"Brengsek, dia terlalu banyak alasan." Teriak Rania sambil membanting ponselnya. Rania berfikir Jeff berbohong dan berpura-pura sibuk. Karena itu Rania sangat kesal .


Rania mengambil kunci mobilnya dan langsung pergi. Sepertinya Rania mengemudikan mobilnya ke arah kantornya Jeff.


Benar sekali Rania datang ke kantor Jeff. Sebuah perusahaan milik ayahnya Kisya yang kini sudah di pegang penuh oleh Jeff. Rania sampai di perusahaan dan berjalan cepat menuju lobi dan ingin bertemu dengan Jeff. Cs lalu memberitahu sekertaris Jeff bahwa ada perempuan yang ingin bertemu dengan Jeff .


Raya pun segera mengkonfirmasi kedatangan tamu tersebut.  Sungguh Jeff sangat terkejut Rania bisa seberani itu datang ke kantornya .

__ADS_1


"Wanita jalang itu tidak tau malu." Jeff merasa sangat geram. Apalagi Jeff sangat sibuk dengan pekerjaan yang setumpuk. Jeff lalu segera turun dan mendatangi Rania yang sedang duduk di lobi perusahaan. Rania tersenyum manis melihat kedatangan sang kekasih hati. Jeff duduk di sofa di sebrang Rania. Wajah Jeff tidak menampilkan sedikit senyum sama sekali.


Rania terlihat kecewa ketika melihat Jeff tidak menyambutnya dengan sebuah senyuman.


"Ayo kita pergi dari sini!" Ucap Jeff merasa sangat kesal dengan kedatangan Rania ke kantor. Jeff tidak mau jika karyawannya bergosip yang tidak-tidak. Karena itu Jeff memilih mengajak Rania pergi secepatnya dari perusahaan. Apalagi ini adalah perusahaan milik Kisya dan kebanyakan pemegang saham adalah orang yang setia terhadap almarhum ayahnya Kisya.


Jeff berjalan menuju ke mobilnya. Lalu Rania masuk ke dalam mobil Jeff. Jeff membawa Rania ke sebuah hotel yang agak jauh dari kantor. Kenapa Jeff membawa Rania ke hotel. Karena Jeff tidak mau terlihat berdua dengan Rania di depan umum. Setidaknya tidak ada yang melihat dirinya dan Rania.


Rania begitu senang karena bisa berdua dengan jeff. Mereka akhirnya sampai di sebuah hotel dan Jeff langsung memesan kamar. Seperti biasa mereka masuk tidak berbarengan. Jeff masuk terlebih dahulu lalu Rania mengikuti dari belakang dengan jarak yang agak jauh.  Sesampainya mereka berdua di kamar. Rania langsung memeluk Jeff dengan posesif.


Jeff begitu geram dibuatnya. Jeff mendorong Rania dengan kasar.


"Ya ampun kak, kenapa kakak sangat kasar padaku?" Rania menatap Jeff Dengan kekecewaan yang memenuhi seluruh tubuhnya. Jeff terdiam dengan aura kemarahan yang sudah membakar dirinya.


"Tidak taukah bahwa aku merindukan kakak?" Rania mulai terisak. Jeff terdiam dan menahan semua amarah yang sudah hampir meledak dalam tenggorokannya.


Rania kembali memeluk Jeff dan Jeff memegang tangan Rania dengan sangat kasar.


"Ah, sakit kak." Rania berteriak. Jeff melepaskan cengkraman tangannya.


"Jangan sentuh aku!" Ucap Jeff pelan.


Bersambung❤️


Terimakasih kak suci atas kiriman gambar sampulnya, bagus sekali.


__ADS_1


__ADS_2