
Kediaman Davis.
Sudah seharian ini Baby Vano menangis dengan begitu kencang. Badannya pun begitu demam, batuk pilek sudah mulai melanda balita itu. Baby Vano demam, dia sangat rewel dan dia hanya mau di gendong saja. Mama Murni terlihat begitu cemas seharian dia tidak melepaskan Baby Vano dalam pelukannya.
Sepertinya balita itu sudah mulai merindukan kedua orang tuanya. Mommy dan Daddy-nya sedang berbulan madu ke Korea, dan sudah berlangsung 1 minggu lebih. Baby Vano Baru kali ini di tinggalkan oleh Jino dan Kisya selama itu, karena itu Baby Vsno sampai sakit di landa rindu kepada kedua orangtuanya.
Akhirnya Mama Murni memutuskan untuk membawa Baby Vano berobat ke rumah sakit. kini Vano Akhirnya bisa tertidur setelah meminum obat. Di rumah sakit baby Vano tertidur begitu lelah setelah dokter itu memberikan satu sendok obat. Mama Murni menggendong Baby Vano dengan begitu lekat dan penuh kasih sayang.
Mama Murni benar-benar menyayangi Baby Vano karena selama ini, Baby vano lah yang mengisi kesepiannya setelah kepergian Jeff. Tiba-tiba saja Mama Murni mendengar seseorang sedang berbicara dan suara itu adalah suara yang sangat dia kenal.
"Ya Tuhan, bukankah ini suaranya. Apakah aku sudah gila karena aku begitu merindukan Putraku, sehingga aku bisa mendengar suaranya, suaranya begitu jelas dan itu benar-benar Jeff. Bukan suara orang lain. aku mengenal aku mengenal suaranya, Ya Tuhan kenapa akuku bisa gila seperti ini?" Ucap Mama Murni dalam hatinya.
Mama Murni lalu berjalan menelusuri lorong itu sambil mencari arah dari suara yang dia dengar dia menggendong Baby Vano begitu lekat dan dia terus mencari keberadaan suara itu.
"Itu benar-benar suara Jeff, aku menemukannya itu memang benar-benar Jeff." Mama Murni benar-benar cemas dan gelisah, ketika benar-benar suara itu menjelma menjadi sebuah bayangan yang terlihat begitu nyata di hadapannya. Terlihat sosok putra yang sangat dirindukan, yang selama ini sudah di anggap meninggal.
"Mama," Jeff terkejut ketika tanpa sengaja mereka bertemu di rumah sakit itu. Jeff menggunakan kursi roda dan di dorong oleh Dokter Allana. Mama Murni tidak bisa berkata apapun dia hanya bisa melihat putranya dengan mata yang membulat, nafasnya begitu sesak Mama Murni memeluk Baby Vano dengan sangat erat dengan perlahan. Dia benar-benar tidak mengerti apa arti dari semua ini.
Matanya membulat mata itu tiba-tiba saja berkaca dan meneteskan banyak air mata. Mama Murni tak bisa lagi membendung semua tetesan air matanya, ketika mendengar pria di hadapannya memanggilnya dengan sebutan Mama.
__ADS_1
"Tidak, ini mimpi, apa aku, apa aku bermimpi. Aku aku sudah gila, sudah gila. Permisi," ucap Mama Murni sambil meneteskan air mata Mama Murni berjalan melewati Jeff dan Mama Murni mengira bahwa dia sudah gila, dan berhalusinasi. tetapi saat memulai hendak melewati Jeff. Jeff langsung meraih tangan Mama Murni dengan seketika.
Grapp.
Jeff memegang tangan Mama murninya Mama yang sangat dirindukan selama ini. Setahun lebih dia pergi meninggalkan semuanya, meninggalkan Mamanya dalam kesepian dan kesendirian.
"Mama mau ke mana? Apa Mama tidak merindukan Aku, Mama benar-benar sudah merupakan Jeff?" Ucap jeff dengan air mata yang menetes tetesan. Air matanya begitu banyak karena benar-benar tidak bisa membunuh semua rasa sedih dan harunya.
Pria itu benar-benar merindukan ibu kandungnya, ibu yang selama ini telah melahirkan dan membesarkannya. Mama Murni terus meneteskan air matanya ketika pria yang disampingnya, ternyata menggenggam tangannya yang lain. Lalu berkata bahwa dirinya adalah putra yang sangat dia rindukan, dia tak percaya mendengar semua ucapan dari pria itu. Mama Murni lalu menoleh melihat ke arah Jeff, menatap pria itu dengan air mata yang terus mengalir.
Mama murni menggelengkan kepalanya, dia masih tidak percaya dengan apa yang dia lihat. Mama Murni sepertinya mengira bahwa dia memang benar-benar gila.
"Sepertinya bukan cuma telingaku yang terkena gangguan tetapi mataku juga sudah terganggu sebaiknya aku harus segera berobat ke rumah sakit. Aku harus berobat ke Dokter, ini tidak baik, aku ternyata sudah dimensia , Ya Tuhan apa yang terjadi," ucap Mama Murni sambil terus meneteskan air matanya. Mama Murni masih tidak percaya bahwa yang di hadapan dia adalah putra yang sangat dia rindukan. Mama Murni begitu takut bahwa itu hanya kegilaannya saja.
"Ini semua tidak benar, aku sudah gila Tuhan. Kasihan sekali Baby Vano, Nenekmu ini sudah gila cucuku sayang," Mama Murni terus menangis dengan tersedu tiba-tiba saja Dokter Allana tersenyum kearah Mama Murni, lalu mencoba menggendong Baby Vano dalam peluknya.
"Ibu biar saya membantu memeluk cucu ibu, dan ibu peluklah putra ibu yang sangat ibu cintai, dia adalah Jeffan, dia benar-benar Putra ibu, dan dia masih hidup," ucap Dokter Allana dengan senyuman yang begitu menyejukkan membuat Mama Murni tak berhenti menatap wajah cantik Dokter yang ada di hadapannya.
"Benarkah itu semua?" Mama murni menatap ke arah Dokter Allana lalu menyerahkan Baby Vano ke dalam pelukan Dokter Allana.
__ADS_1
"Ini Jeff Mama, ini benar-benar Jeff Mama, Putra kesayangan Mama," pria itu menggenggam erat tangan sang Mama lalu Mama Murni mendekati Jeff dan Mama Murni berjongkok menyeimbangkan tinggi badannya bersama Jeff, Jeff yang duduk di kursi roda dan Mama Murni yang bercengkok. Mereka bertatapan dengan begitu lekat, tubuh Mama Murni bergetar begitu hebat, dia menyentuh pipi sang putra dengan perlahan. Dia masih tidak percaya bahwa putra yang sudah dia nggap meninggal kini telah kembali di hadapannya. Mama Murni terus menyentuh Pipi itu dan hanya bisa tersenyum sambil menitikkan air matanya.
"Kamu Jeff, bernahkah kamu masih hidup, kamu selama ini ke mana sayang kami mencarimu, sampai benar-benar merasa tak sanggup lagi. Kamu sudah tidak ada lagi di dunia, setiap hari berenang, menyelam, mencarimu. Tapi tidak ada hasil apapun, sekarang kamu sehat, kamu tidak bisa berjalan nak!" ucap Mama Murni dengan tangisannya yang melirih, lalu dia melihat ke arah kaki sang putra, dia terkejut karena baru menyadari bahwa putranya duduk di kursi roda.
"Jeff akan segera kembali berjalan seperti biasa, Ma. Ini semua karena terlalu lama koma, sehingga Jeff tidak bisa menggerakkan motorik kasar jeff," ucap jeff dengan senyuman manisnya di balik semua air mata yang mereka berdua teteskan, sebenarnya air mata itu adalah sebuah air mata kebahagiaan. Pertemuan mereka adalah pertemuan yang sangat di dambakan. Karena Mama Murni bahkan sudah menyimpan Jeff dalam kenangannya. Tapi kini Jeff kembali dengan sehat membuat Mama Murni begitu bahagia.
Bersambung.
Hallo sahabat Jino dan Kisya, setelah membaca jangan lupa ya tekan jempol dam berikan vote. sekarang mangatoon sudah bisa memberi vote. silahkan update aplikasi mangatoon kalian.
siapa tahu ada yg mah membeli buku
Alex di hati Alex
silahkan hubungi nomor admin.
087779966421.
Rp. 88k
__ADS_1
Salam sayang dariku Evangelin Harvey.