Jino dan Kisya

Jino dan Kisya
Pulang


__ADS_3

Jino terbangun dari tidurnya ternyata sang papa sudah duduk sambil menggendong cucu kesayangan. Jino dengan perlahan membuka mata dan beranjak ke kamar mandi untuk mencuci muka dan membersihkan diri. Baby Vano sendiri sangat asik bermain bersama sang kakek. Suara tawa nya sungguh membuat hati Jino terasa sejuk.



Jino keluar dari kamar mandi dan duduk di depan papa Geovandra.



"Tadi dokter Frans kemari, katanya si bayi tampan ini sudah boleh pulang"


Ucap papa sambil tersenyum manis ke arah baby Vano yang sedari tadi tersenyum dengan senang.



"Syukurlah pa, tetapi sepertinya Jino Masi ijin bekerja dua hari kedepan sampai baby Vano benar-benar sehat"


Ucap Jino sambil meneguk minuman botolnya.



"Tidak apa-apa,kamu rawat dulu cucu papa yang berharga ini , tunggu sampai benar-benar dia pilih baru kamu mulai kembali bekerja!



"Terimakasih pa."



"Apa papa suruh sepupumu membantu kamu merawat Vano?...



"Ah tidak usah lah, dia mana bisa merawat bayi , palingan dia akan merengek minta jajan dan jalan-jalan."



"Apa kamu akan merawatnya sendiri ?..



"Tentu saja bibi akan membantuku, dengan kehadiran bibi itu sudah cukup bagiku."


Ucap Jino.



"Baiklah , memang kamu dari dulu lebih sayang sama bibi pengasuhmu dari pada sama papa."



"Dia seperti ibu untuku."



"Baguslah karena dia menyayangi kamu juga kan, papa tidak salah menjadikan dia pengasuh kamu dulu, tetapi sekarang dia sudah tua , dia akan mudah lelah jika merawat baby Vano sendirian."


Tutur sang papa.



"Kan bibi merawat baby Vano saat aku bekerja saja pa , nanti saat aku pulang bekerja, aku sendiri yang akan merawatnya."



"Apa tidak sebaiknya kisya membantu kamu merawat anak kalian!



Deg.



Rasanya seperti ada aura sesak ketika sang papa menyebutkan nama Kisya. Jino sedang ingin melupakan nama itu. Karena itu adalah nama adik iparnya yang tidak boleh dia sukai.



"Tidak perlu pah!...


Tangkas Jino.



"Tapi kenapa, Masi ada waktu satu bulan lagi untuk kisya masuk kuliah. Sebelum dia masuk kuliah dia bisa membantu kamu merawat buah hati kalian!..



"Cukup lah tidak perlu, aku akan merawat baby Vano sendiri saja. Aku tidak butuh dengan bantuan orang lain."


Jino menjadi sangat heran mendengar ucapan sang papa.



"Jangan kamu lupakan sesuatu!...


Ucap tuan Geovandra sambil menatap sang buah hatinya yang terlihat sedang menahan kesal.



Jino menatap papa dengan penuh tanda tanya .


"Apa?..


__ADS_1


"Kalian terhubung walau kalian saling menjauh, baby Vano yang menghubungkan kalian, jangan pernah melarang kisya untuk menjauh dari bayi yang dia lahirkan!..


Ucap tuan Geovandra dengan pelan namun penuh penekanan.



Jino menelan Saliva mendengar ucapan sang papa. Jino merasa sangat pusing mendengar ucapan papanya. Memang benar ada satu ikatan tak terlihat antara Jino dan Kisya . Namun Jino dan Kisya sendiri belum bisa merasakan kehadiran ikatan tersebut. Ada sebuah penghubung antara Jino dan Kisya yaitu baby Vano . Dia adalah mahluk kecil hasil dari percampuran kedua darah yang berbeda. Dan sekarang tumbuh menjadi bayi yang sangat tampan.



Jino menghela nafas berat mendengar semua ucapan papanya. Dia Masi belum siap menerima kehadiran kisya. Dia ingin menjauh sejauh mungkin dari gadis yang bernama Nakisya. Dia ingin melupakan semua perasaan aneh yang selama ini telah menyerangnya.



"Aku ingin menjauh darinya pa!..


Ucap Jino pelan dengan wajah yang tertunduk.



"Tapi kenapa?..


Tuan Geovandra merasa sangat heran .



"Ingin saja pa !..



"Jangan seperti itu nak!..



"Tetapi jino memang tidak bisa dekat dengan gadis itu pa, Jino takut berbuat kesalahan yang sama terhadapnya."


Mata Jino memerah dan jelas tuan Geovandra melihatnya.



"Baiklah, terserah apa maumu, jika memang itu adalah pilihan yang terbaik , tidak apa-apa ,jaga jarak saja , papa pasti akan selalu mendukung apapun keinginan kamu nak!..


Tuan Geovandra lalu menidurkan baby Vano di kasur rawatnya. Tetapi baby Vano menangis ingin di gendong lagi.



'Auhh ini cucu opa, kenapa , apa masih ingin di gendong sama opa ya?..


Tuan Geovandra dengan senyuman yang dia lontarkan pada cucu kesayanganya. Dan seketika baby Vano terdiam kembali. Baby Vano dan sang kakek memang sangat dekat. Tuan Geovandra sangat menyayangi cucu kecilnya itu.



Tuan Geovandra selalu membanggakan cucunya kepada rekan bisnisnya. Dan selalu mengatakan bahwa baby Vano adalah cucu berharganya.



Lintang tersenyum kepada tuan Geovandra. Dan langsung menyapanya.



"Siang om."


Ucap Lintang dengan ramah.



"Wah ini ada pengantin baru"



Lintang hanya tersenyum tipis. Dan langsung ingin menggendong baby Vano. Tuan Geovandra menyerahkan baby Vano dalam pelukan Lintang.



"Aduh gantengnya aunty sudah sembuhkah , apa sudah boleh pulang?..


Lintang memeluk dengan gemas. Baby Vano tersenyum mengapa Lintang. Lintang memang sempat dekat dengan baby Vano jauh sebelum Lintang tau baby Vano adalah anak Kisya.



"Kata dokter dia bisa pulang sore ini, kita tunggu visite berikutnya saja!..


Ucap tuan Geovandra dengan senyuman hangat menatap kedekatan Lintang dan baby Vano. Sedang Jino hanya terdiam .



"Syukurlah kalo begitu."


Ucap Lintang sambil mengecup hangat keponakan manisnya.



"Baiklah om mau mengurus administrasi dulu , om tinggal ya Lintang!.


Tuan Geovandra lalu pergi meninggalkan Jino dan Lintang dalam keheningan.



"Bukanya baru pulang kenapa langsung datang, harusnya kamu istrirahat dulu!


Ucap Jino sambil memindahkan Chanel TV.


__ADS_1


"Aku sudah tidak sabar ingin bertemu dengan baby Vano ,dan sudah tidak sabar ingin membahas kisya."



"Sudah kakak bilang, kakak sedang tidak mau membahas apapun yang berhubungan dengan nama Kisya!


Jino sedikit lantang membuat Lintang tertegun. Lintang menidurkan baby Vano pada kasur rawatnya. Lalu mendekati Jino. Lintang duduk berhadapan dengan Jino. Menatap Jino penuh nanar.



"Kamu jangan egois kak!..



"Aku tidak egois!



"Memisahkan ibu dan anak itu bukan egois maksudmu ?..


Lintang sedikit lantang dan membuat Jino menetap Lintang penuh dengan perasaan sesak.



"Kisya tidak tau baby Vano anaknya."


Ucap Jino menatap Lintang dengan tajam.



"Kakak, tolong turunkan Ego mu !..


Lintang mendekati Jino dan Menggenggam tangan Jino dengan lembut. Jino menatap Lintang dengan mata merahnya. Jino menelan Saliva ketika Lintang menggenggam tangan Jino.



"Masih tersisa sedikit perasaan dihatiku untukmu, jangan seperti ini kamu sudah menikah!..


Ucap Jino pelan.



"Aku sengaja."


Ucap Lintang dengan senyuman nakalnya.



"Dasar cewe nakal, kamu memang selalu bisa meluluhkan hatiku!..


Ucap Jino menatap Lintang dengan senyum tipisnya.



"Jadi Kisya bagaimana?



"Jangan bahas itu sekarang yang !..


Jino menepis genggaman tangan Lintang lalu berdiri dan kini asyik menetap jauh ke arah kota yang terlihat kecil dari lantai 7.



"Kalian bodoh sama sama tidak mau mengakui kalo kalian jatuh cinta .


Ucap lintang dalam hatinya sambil menatap Jino.



"Untuk sekarang aku ingin melupakan nama itu, aku mohon mengertilah !


Ucap Jino sambil menatap Lintang dengan tajam. Lintang hanya bisa menghela nafas. Dan memanyunkan bibir mungilnya.



"Sampai kapan?..


Lintang berdiri mendekati Jino.



"Sampai hatiku membaik."


Ucap Jino menatap Lintang dengan sorot mata elangnya. Lintang Menggenggam tangan Jino dan mereka saling berbicara lewat tatapan mata. Sesungguhnya tidak ada yang lebih mengerti Jino selain Lintang. Tiba-tiba saja pintu terbuka.



Ceklek


Seseorang berdiri di depan pintu dan terkejut melihat Lintang dan Jino saling bergenggam tangan.



Bersambung.



❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️



__ADS_1


__ADS_2