
Boy datang dengan sebuah kesuksesan yang dia pegang. Dia sebenarnya sudah memperhatikan Lintang sejak lama. Namun Boy tidak sanggup untuk mendekati Lintang karena Boy meluhat berita bahwa Lintang sudah memiliki seorang pacar. Seorang atlit renang dengan medali emas yang sudah banyak dia kunpulkan.
Boy menjadi rendah diri. Karena dia tidak memiliki prestasi apapun semasa SMA. Tetapi setelah tahu bahwa Lintang mulai menangis diam-diam. Boy datang dengan gagah berani memperkenalkan diri sebagai pemimpin sebuah perusahaan besar. Ya walaupun itu memang milik orang tuanya.
Saat itu Lintang sempat marah dan tidak mau bertemu dengan Boy. Lintang merasa kecewa karena Boy menghilang tanpa kabar. Boy mengatakan bahwa dia selalu memperhatikan Lintang dari kejauhan. Dan Lintang tidak tahu soal itu. Karena itu Lintang begitu marah. Namun di sela kemarahan Lintang ternyata tersimpan sebuah luka hati yang dalam akibat perbuatan sang kekasih. Perbuatan Jino terhadap Kisya. Lintang mulai manangis.
Tangisan lintang membuat Boy begitu sedih. Dia tak tega menatap wajah gadis yang dia cintai begitu merah dan basah karena air mata. Boy memberanikan diri memeluk Lintang. Awalnya Lintang meronta dan menolak. Tetapi tangan Boy begitu kekar dan kuat sehingga kintang tak bisa keluar dari kungkungan pria itu.
Lintang mulai menangis. Dan dia mulai menceritakan semua kekesalanya terhadap Boy. Lintang juga mulai bercerita tentang Kisya. Serta beralih menceritakan tentang Jino. Air mata Lintang tak terbendung saat itu. Pelukan Boy kini berubah menjadi kekuatan Lintang. Lintang berusaha tegar dan bangkit. Lintang bercerita ingin membalas sakit hatinya terhadap Jino. Karena itu lintang meminta boy berpura-pura untuk menjadi kekasihnya Lintang.
Tetapi jauh dari perkiraan. Ternyata Boy bersungguh-sunguh meyatakan cintanya kepada Lintang dan berniat untuk menikahi Lintang. Lintang tidak terkejut. Karena Lintang sering mendengar lamaran Boy ketika dia kecil. Dan kini setelah besar Boy kembali melamar Lintang dan akan berusaha membalas sakit hati Lintang pada Jino.
__ADS_1
Lintang awalnya menolak karena dia tidak bisa mencintai pria lain selain Jino. Namun Boy dengan segenap hati mengatakan bahwa dia iklas jika hanya di manfaatkan oleh Lintang. Lintang masih memikirkan tentang tawaran dari teman kecilnya itu. Sampai akhinya Lintang sudah sangat tersiksa karena sakit hatinya. Karena itu Lintang menerima tawaran Boy untuk menikah dengannya.
Boy begitu bahagia mendengar jawaban dari Lintang. Boy menyukai Lintang sudah sejak lama. Sejak mereka Sekolah dasar Boy sudah menyukai Lintang. Karena itu jawabam Lintang membuat jantungnya berdegup begitu kencang. Hatinya seolah meledak karena dia akan segera menikahi gadis pujaan hatinya.
Lalu mereka memberitahu orang tua masing-masing. Orang tua Boy sangat setuju. Namun orang tua Lintang mempertanyakan kenapa harus Boy. Mereka tahu bahwa selama empat tahun Lintang sudah berpacaran dengan Georjino Alfariziq Davis. Dan Lintang hanya terdiam. Tiba-tiba saja ada kabar tentang syukuran kelahiran Baby Vano. Dan tanpa bertanya lagi. Orang tua Lintang mengerti kenapa Lintang tiba-tiba ingin menikah dengan Boy.
Lintang hanya menjawab dengan air mata saja. Tak ada satu patah kata pun terucap. Yang ada hanya sebuah isak tangis yang melirih. Wajah sendu Lintang adalah sebuah pertanda betapa hatinya begitu sakit karena perbuatan seorang jino. Orang tua Lintang begitu iba tentang keadaan snag putri tunggal. Karena itu mereka ingin Lintang dan Boy segera menikah. Dan memberitahukan kabar pernikahan Lintang dan Boy di telinga Jino.
Boy sudah tidak sabar ingin melihat wajah pria yang bernama Jino. Seorang pria yang sudah melukai hati wanita yang sangat dia cintai. Pada saat perayaan syukuran kelahiran baby vano. Pada saat itu Boy bisa melihat Jino dari dekat. Betapa Boy sangat membenci Jino saat itu. Rasanya ingin sekali Boy meninju wajah pria bernama Jino itu. Tetapi Boy urungkan. Boy menahan amarahnya demi Lintang.
Akan tetapi Boy selalu bertekad. Dia akan berusaha mencintai Lintang sepenuh hati dan akan membuat Lintang jatuh cinta padanya suatu hari nanti. Walau sebutan nantu itu sangat tak terhingga. Tetapi Boy selalu yakin akan hal itu. Dan pasti saat itu akan tiba. Setelah bertemu dengan Jino, Boy mengerti kenapa Lintang begitu mencintai Jino. Ternyata Jino seorang pria yang tampan dan juga sopan. Namun sayangnya saat itu Jino tidak bisa menahan nafsu bejadnya. Sehingga membuat Lintang begitu tersakiti oleh perbuatan Jino terhadap Kisya.
__ADS_1
Selang waktu beberapa bulan Boy akhirnya sampai pada satu titik dimana dirinya akan menjadi pria terbahagia karena akan segera menikahi Lintang. Mereka akhirnya menikah di pulau bali dan mengadakan resepsi di Jepang. Boy sangat bahagia dengan pernikahannya itu. Sayangnya malam pertama yang dia harapkan semuanya pupus sudah. Lintang menolak untuk berhubungan dengannya.
Tetapi Boy selalu iklas jika itu demi kebahagiaan Lintang. Sampai berselang beberapa bulan barulah Lintang bisa menjadi istri yang sepenuhnya bisa Boy miliki. Boy dan Lintang sudah menjadi suami istri yang sebenarnya, karena Lintang sudah menunaikan tugasnya menjadi istri untuk Boy.
Plashback of 🌺
Kini Lintang dan Boy sudah terlelap dengan posisi yang masih saling memeluk. Mereka sudah sangat lelah karena siang itu bahkan Boy meminta jatah tambahan kepada Lintang. Padahal Lintang masih kesakitan. Namun Lintang menganggupi itu. Dan hasilnya mereka sekarang sudah tertidur untuk mengisi baterai mereka kembali.
🌺🌺🌺
Lain Lintang dan Boy lain Jino dan Kisya. Sepasang pengantin itu masih menerima tamu. Padahal mereka sudah sangat kelelahan. Namun tamu undangan masih saja berdatangan. Jino melihat Kisya sudah duduk karena lemas. Jino hanya bisa memandangi sang istri tanpa bisa membantu.
__ADS_1
Bunda nisya melihat Kisya sudah lemas. Bunda lalu memberikan minuman segar untuk Kisya. Kisya lalu neminumnya dengan segera. Jino melihat dan tersenyum tipis. Kisya menatap Jino dan menyodorkan minuman itu kepada Jino. Dengan senang hati Jino meminum-minuman tersebut. Sepasang pengantin itu benar-benar diliputi rasa gugup. Entah kenapa mereka seperti orang yang baru berkenalan saja. Tidak seperti sepasang kekasih. Kisya selalu menunduk ketika Jino menatapnya dengan penuh cinta. Dan kadang Jino pun tersenyum sendiri melihat tingkah lucu dari sang istri. Tamu undangan yang datang sudah begitu banyak. Sampai jam empat sore akhirnya tamu pun mulai sepi. Jino dan Kisya di persilahkan untuk beristirahat di kamar hotel yang sudah di persiapkan sebagai kamar pengantin.
🌺Bersabung🌺