
"Sudahlah Kikis, tidak usah dipikirkan lagi ya nak, semunya hanya perumpamaan saja!" tangkas Mama Murni dengan melontarkan sedikit senyum manis kepada sang menantu kesayangannya.
Kisya masih terdiam dengan seribu rasa penasaran yang dia rasakan, ada apa ini kenapa Papa Geovandra bisa berkata seperti itu. Padahal Papa tidak pernah sembarangan bercanda. sebuah perasaan menggelitik dia rasakan dalam hatinya. Sebetulnya tidak ingin dia perpanjang. Namun entah kenapa Kisya merasa ada hal aneh pada mimik muka sang Papa.
Ada apa dengan semua ini, kenapa hati Kisya seolah bergejolak mendengar ucapan masa lalu yang telah Papa lontarkan tadi. Padahal Papa mengatakan bahwa itu hanya sebuah perumpamaan saja. Sungguh itu di luar kendali pikiranya. Dia ingin mempercayai Papa mertuanya dan mengatakan bahwa itu memang hanya perumpamaan.
Tetapi entah kenapa hatinya seolah bergejolak panas mendengar sebuah kata masa lalu. Ada apa dengan masa lalu, kenapa Kalimat itu membuat dirinya menjadi begitu penasaran. Padahal seingat Kisya. Tidak terjadi apapun dimasa lalu. Apakah semua orang membohongi dirinya. Kisya sempat berfikir negatif seperti itu. Saking dia penasaran dengan kalimat yang Papa Geovandra lontarkan.
"Kis, jangan melamun seperti itu, bahaya, nanti ada setan lewat gimana!" ucap Mama Murni. Mama Murni melihat gelagat Kisya yang mulai mencurigai masa lalu Jino.
"Tidak Ma, Kikis tidak melamun, Kisya hanya ingat sama kak Jino saja!" ucap Kisya dengan senyum kecilnya. Mama Murni sepertinya sudah mencurigai gelagat sang menantu. Kisya pasti curiga dengan ucapan sang suami. Papa Geovandra bisa keceplosan sepeti itu. Padahal selama ini mereka selalu menyimpan rahasia itu dengan sangat rapih. Dna ucapan Papa Geovandra telah sukses membuat pikiran kisya melayang.
"Lupakan ucapan papa tadi sayang, itu hanya perumpamaan saja!" ucap Mama Murni dengan lembut. Dan Kisya hanya bisa mengangguk saja. Sebetulnya pikirannya melayang dan ingin sekali dia melontarkan beberapa pertanyaan. Tetapi tidak bisa dia ungkapkan. Namun hatinya selalu berkata, ada sesuatu hal yang di sembunyikan. Pasalnya sudah dua kali Papa Geovandra salah berbicara.
Ketika itu Kisya merasa aneh saja Papa berbicara hal yang membuat pikiranya bingung dan menimbulkan sebuah tanda tanya yang membuat Kisya sendiri ingin tahu. Rasa ingin tahu Kisya semakin dalam dan Kisya yakin bisa mengetahui maksud perkataan dari sang Papa, pada saatnya nanti.
"Iya, itu hanya sebuah perumpamaan saja nak, jangan terlalu dipikirkan, Papa hanya asal bicara saja!" tangkas Papa.
"Iya Pa, Kisya tahu!" ucap Kisya. Sebetulnya hatinya masih bertanya-tanya ada apa. Namun semua itu harus dia urungkan karena memang semuanya tidak memiliki jawaban. Yang terpenting sekarang adalah Jino dan Baby Vano.
"Pa." Kisya berkata.
"Ada apa, Kis?" jawab Papa sambil menatap sang menantu dengan tajam.
"Kak Jino sudah delapan hari disana, apa tidak boleh Kisya menyusul ke Amsterdam?" Kisya berkata dengan penuh harap agar sang mertua memperbolehkan Kisya untuk berangkat menyusul sang suami tercinta.
__ADS_1
"Tidak bisa nak, disana sangat bahaya, karena yang sedang Jino hadapi adalah Jacob." ucap Papa.
" Jacob itu siapa?" Kisya merasa penasaran.
"Dia adalah adik sepupu Papa, dia sangat licil, dan dia bisa menghalalkan segala cara untuk mendapatkan semua keinginannya." tutur Papa.
"Apa Jacob seseram itu, Pa?" Kisya mengerutkan keningnya.
"Iya betul, awalnya Papa pikir dia orang baik tetapi ternyata dia orang yang jahat dan sadis, kemaren Papa sengaja mengirim lagi beberapa pengawal untuk Jino di sana, untuk melindungi Jino."
"Ah, bagaimana kalau terjadi sesuatu dengan kak Jino?" Kisya mulai khawatir.
"Jangan khawatir, jino pandai bela diri, lagian pisik Jino begitu kuat, bukankah kamu tahu sendiri bahwa Jino adalah mantan atlit renang, dan tubuhnya sangat sehat dan kuat." tutur Papa Geovandra sambil terkekeh menertawakan kecemasan sang menantu.
Sebetulnya Papa juga merasa begitu cemas. Namun Papa sebisa mungkin menyembunyikan kecemasan itu dari Kisya. Dia tidak mau menantunya mencemaskan Jino sehingga akan membuat Kisya terus menangis dan bersedih. Papa tahu betul bahwa Kisya begitu cengeng dan lembek. Papa sadar. Bahwa menantunya itu sangat mudah menangis dan hatinya begitu polos dan lembut. Karena Kisya bukanlah Wonder Women ataupun Cat Women. Jadi sebisa mungkin Papa harus menjaga hati sang menantu.
"Amin, lagian kalian belum berbulan madu kan, kalian bisa berbulan madu setelah Jino menyelesaikan semua masalah di Amsterdam dan pulang!" ucap Mama Murni dengan senyuman manisnya.
Kisya tersipu dengan malu. Mendengar ucapan bulan madu. Itu membuat dirinya semakin merindukan sang suami. Benar, Kisya begitu merindukan Jino.
"Kenapa kalian tidak berbulan madu kemarin?" Papa merasa heran.
"Iya padahal kalian menikah sudah hampir satu tahun loh." ucap Mama Murni dengan senyumannya.
"Itu, itu karena ada kesalahpahaman diantara kita, selama delapan bulan kami bahkan jarang bertegur sapa!" ucap kisya. Sebenarnya dia merasa malu harus menceritakan semua itu kepada mertuanya. Tetapi sudahlah, toh semuanya sudah selesai dengan penuh cinta.
__ADS_1
"Kenapa bisa sepeti itu nak?" Mama Murni terkejut.
"Tapi sekarang sudah selesai ko Ma," Kisya terseyum malu.
"Alhamdulillah, kalau begitu, sekarang kalian hanya tinggal mengatur waktu untuk kalian berangkat berbulan madu, masalah Baby Vano, itu urusan Mama!" ucap Mama Murni dengan senyuman manisnya. Kisya hanya bisa mengangguk dan tersenyum. Sesaat tiba-tiba bibi pun datang untuk memberi tahukan bahwa makan malam sudah siap.
Mereka langsung menuju ke meja makan untuk menikmati makan malam mereka. Kali ini Mama Murni tidak memasak karena masih lelah dan shok karena kejadian tadi sore.
🌺🌺🌺
Seorang gadis itu melemparkan semua barang yang ada di hadapannya. Terlihat beberapa pria bertubuh besar hanya menunduk sana dan mendengarkan ocehan gadis berusia dua puluh satu tahun itu.
"BRENGSEK, kalian semua...! Mengambil seorang bayi kecil saja tidak becus." Gadis itu melampar semua barang yang ada di hadapannya. Wajahnya sudah merah padam. Kekesalanya luar biasa saat itu. Dia tidak mau ada kegagalan dengan rencananya.
"Maaf nona, kami sudah berusaha mengambilnya, tetapi ternyata mereka punya pengawal khusus yang tidak kami ketahui!" ucap salah satu pria berbadan besar itu.
"Bego, untuk apa aku membayar kalian, kalau kalian hanya bisa mengeluh?" Gadis itu berteriak dengan sangat kencang. Dan pria-pria itu hanya terdiam dan tertunduk.
"Maaf nona."
"Maaf , maaf, aku tidak akan memaafkan kalian, aku akan bicara kepada ayahku agar menghukum kalian semua!" Gadis itu benar-benar sangat murka kepada anak buahnya itu. Pasalnya gadis itu sangat tidak suka kegagalan. Kegagalan hanya akan membuat emosinya membludak.
🌺🌺🌺
Bersambung
__ADS_1
Ayo siapa lagi yang mau pesan buku novel my Baby