
Mama Murni masih tidak menyangka, bahwa putra kesayangannya masih hidup, dan sehat seperti ini, walaupun pada kenyataannya masih belum bisa berjalan seperti manusia normal, pada umumnya. Tangisan haru pun tidak terelakkan lagi, wanita paruh baya itu memeluk sang putra dengan sangat erat juga, Jeff memeluk sang Mama dengan begitu bahagia. Jeff sangat merindukan Mama Murni dengan sangat dalam.
"Selama ini kamu pergi ke mana sayang, selama ini kami mencarimu, sampai Mama benar-benar putus asa, dan merelakan bahwa kamu pergi ke surga. Ternyata Selama ini Mama sudah salah, selama ini kamu di mana. Tolong katakan pada mama!" Mama Murni berkata dengan tangisan yang begitu lirih, air mata itu terus menetes membasahi pipinya.
Jeff sendiri masih memeluk sang Mama dengan sangat erat, matanya terpejam namun air mata terus menetes membasahi pipinya. Jeff benar-benar merindukan mamanya. Selama ini dia menahan untuk bertemu dengan sang Mama, tapi tidak di sangka bahwa kali ini mereka berjumpa dengan tidak sengaja.
"Jeff koma Ma, Jeff baru bangun satu minggu ini, karena itu Jeff belum bisa berdiri dengan tegak. Awalnya Jeff benar-benar ingin segera pulang ke rumah, menemui Mama Papa dan Kisya. Tetapi Jeff tidak bisa menemui kalian dengan kondisi seperti ini, apalagi Jeff baru mengetahui bahwa ternyata Kisya sudah menikah dengan bang Jino, hati hancur Ma, Jeff tidak bisa hidup seperti itu, rasanya Jeff menyesal hidup kembali, tetapi beruntunglah ada Allana yang selalu menemani Jeff. Ayo Ma, kenalkan ini adalah Dokter Allana dia adalah Dokter yang telah menyelamatkan Jeff. Menolong, menemani, dan terus membantu dengan segala hal, yang dia punya," tutur Jeff sambil meneteskan air matanya. Dia melepaskan pelukan sang Mama lalu memperkenalkan Allana kepada Mama Murni.
"Dokter Allana. Apakah benar kamu yang telah menyelamatkan putraku?" Mama Murni lalu berdiri dan menatap sang Dokter dengan tatapan penuh haru, dan bahagia. Dia sungguh bersyukur bahwa perempuan yang di hadapannya ini adalah seorang malaikat yang berbentuk manusia, dan menyelamatkan putra kesayangannya dari maut.
"Halo... Tante. Kenalkan nama saya Allana. Jangan panggil saya dengan sebutan Dokter, panggil saya Lana saja, di rumah sakit ini memang saya seorang Dokter tapi khusus untuk Jeff Lana bukan Dokter, tapi temannya," gadis itu tersenyum begitu manis sambil menatap sang Mama. Dia masih menggendong erat Baby Vano yang sedang tertidur. Mama Murni tersenyum begitu senang, air matanya tak henti menetes, dia begitu bahagia menemukan seorang wanita secantik dan sebaik Dokter Allana.
__ADS_1
"Terima kasih banyak Lana, kamu sudah menyelamatkan Putra kesayangan Mama, Mama sungguh berterima kasih akan hal itu. Mama sudah tidak punya siapa-siapa lagi, keturunan Mama, darah daging Mama, cuma Jeff saja, Mama juga ingin memiliki keturunan sendiri, tetapi ketika Jeff sendiri dinyatakan meninggal dan hilang. Mama sudah putus asa, bahwa mungkin ini akhir dari keturunan Mama," ucap Mama Murni sambil menyentuh lembut pipi Allana, Allana hanya bisa tersenyum dengan manis dengan wajah yang merona.
"Tidak usah berterima kasih sampai seperti itu tante. Aku hanya ingin menolong Jeff saja, awalnya aku menolong Jeff, karena kasihan dan ternyata Jeff juga mirip dengan seseorang yang aku sayang, tapi dia sudah meninggal Tante, tapi aku perhatikan ternyata Jeff orang yang berbeda, dan aku memang menolong Jeff murni dengan tulus, tidak ingin meminta imbalan apapun," ucap Allana dengan senyum manisnya.
"Jangan panggil aku dengan sebutan tante, panggil nama saja. Kamu adalah gadis yang sangat baik hati, Mama sangat senang bisa bertemu denganmu. Kamu adalah malaikatnya Jeff, pelindungnya. Sayangku... terima kasih banyak, karena kamu hidup Mama berarti kembali," tutur Mama Murni dengan penuh kebahagiaan. Jeff begitu senang Mama Murni ternyata bersikap baik kepada Allana.
Entah kenapa hatinya begitu tenang mendapati dua wanita itu bersama. Dan salah satu wanita itu adalah Mama kesayangannya, dan satu lagi adalah wanita berhati malaikat dan penolongnya. Kedua wanita itu kini adalah wanita yang berarti dalam hidupnya. Walaupun dia masih belum bisa melupakan Kisya sepenuhnya. Tapi dia akan berusaha walaupun itu memang akan sangat berat.
"Kalian melupakan aku, ketika kalian mengobrol seperti itu," ucap Jeff tersenyum manis melihat sang Mama lalu sesaat melihat Allana.
"Sebaiknya, sebaiknya," ucapan Jeff terhenti. Jeff kembali memikirkan nasib cintanya bersama Kisya. Jika mereka tinggal di rumah yang sama maka akan susah untuk Jeff melupakan Kisya dan akan sangat tersiksa ketika melihat Jino dan Kisya bersama dengan penuh Kemesraan.
__ADS_1
"Jeff tinggal bersamaku Mama, kita tinggal di rumah yang kecil, sebuah rumah kontrakan. Tetapi lebih dekat dengan rumah sakit, kalau memang Jeff ingin tinggal bersama Mama Maka aku tidak akan melarangnya, silahkan saja," ucap gadis itu dengan senyuman yang ramah. Mama Murni tersenyum lalu mengelus lembut rambut Allana.
"Tinggalkan rumah kecil itu, ayo kita tinggal bersama di rumah kami, kamu masih bisa merawat Jeffan bersama-sama dengan Mama. Bagaimana Allana. Apakah kamu mau menerima tawaran mama?" Tanya Mama Murni dengan senyum manisnya.
Sesaat Allana terdiam, lalu Allana melihat ke arah Jeff. Lana dan Jeff saling bertatapan, entah apa yang akan Lana jawab. Tapi dia mengangguk dengan tiba-tiba, lalu Allana pun tersenyum.
"Baiklah Mama, kalau memang itu keinginan Mama. Lana akan dengan senang hati tinggal di rumah Mama, tetapi Ma, Lana yang khawatirkan bagaimana dengan anggota keluarga lainnya?" Tanya Allana mempertanyakan soal penerimaan Papanya Jeff serta Jino dan Kisya.
"Papa akan sangat senang jika kamu datang bersama Jeff, sedangkan Jino dan Kisya mereka sudah memiliki rumah sendiri, sebuah mansion yang sangat mewah, yang mereka tempati sekarang, tetapi baby Vano memang selalu tinggal bersama Mama, Karena Mama sangat kesepian dan kini Baby Vano sedang demam, makanya Mama bawa dia untuk berobat ke Dokter anak," tutur Mama sambil mengelus lembut Baby Vano yang kini sedang tidur dengan lelap.
"Di mana Mami-nya?" Dokter Allana spontan mempertanyakan keberadaan dari sang ibu balita yang sedang dia gendong.
__ADS_1
"Jino dan Kisya sedang berbulan madu, mereka sedang pergi ke Korea. Itu adalah hadiah yang diberikan Papa kepada mereka berdua. Karena keberhasilan Jino sudah membuat perusahaan goyang menjadi stabil kembali," ucap sang Mama lalu Jeff tiba-tiba murung, wajah Jeff benar-benar kacau ketika mendengar bahwa Jino dan Kisya sedang berbulan madu. Hatu Jeff kembali terasa di remas, seluruh tubuhnya merasakan kesakitan, dia masih belum bisa menerima kenyataan bahwa kini Kisya sudah menjadi milik Jino.
Bersambung.