Jino dan Kisya

Jino dan Kisya
Part 3


__ADS_3

Deru napas yang menggebu, dan isak tangis tak biasa telah menjadi alunan yang romantis di kamar itu. Dimana kini keringat sudah bercucur banyak dari kedua sisi tubuh yang kini saling melekat tersebut.


"Sayang, emh." Wanita itu mencoba untuk mengubah posisinya, kini lebih mendominasi. Sang suami hanya bisa tersenyum ketika kini istrinya tengah menjadi komandan dalam peperangan tersebut.


"Hajar Sayang, hajar." Pria itu mulai meracau karena sang istru sudah membuat matanya berkabut dan tak bisa melihat apapun lagi, selain wajah cantik sang istri yang kini seolah sedang menunggang kuda. Layaknya seorang joki wanita itu begitu bersemangat untuk mencapa finish.


Tiba-tiba saja terdengar sebuah telepon genggam milik Jino berdering. Dan itu sepertinya telepon dari orang yang tidak dia kenal, karena nomor tersebut tidak di kenal.


Tetapi Jino tidak menghiraukan dering ponselnya tersebut.


"Dad, angkat saja," ddesah wanita itu dengan aksinya yang membuat sang suami mati kutu.


"Ehmn tidak Sayang, tanggung lagi asik." Pria itu berkata dengan begitu pelan dan dengan mata yang terpejam.


Kisya pun tersenyum sambil terus beraksi di atas suaminya. Wanita itu seolah seorang wanita penggoda yang terus membuat prianya terkena.


Tiba-tiba Kisya melepaskan penyatuan mereka. Tubuh melekat itu kini terpisah dan itu membuat sang suami yang sedang memejamkan mata terkejut. Ternyata sang istri mulai kelelahan dengan gaya sok koboynya. Jino pun tersenyum kini waktunya dia kembali beraksi membuat istrinya tak bisa berkutik lagi.


Mereka kembali melekat dan kali ini si boy sudah memposisikan wanitanya seolah seperti kucing, Cat style.


"Tidak lelah ahh," tanya sang istri kepada suaminya.


"No way," jawabnya dengan singkat. Karena pria itu begitu tangguh dan kokoh terus membuat istrinya menjerit dan tidak bisa diam. Padahal telepon selulernya kini terus berdering.


Dengan perlahan Kisya mengambil ponselnya dan menyerahkan kepada sang suami.

__ADS_1


" Apah ini, tanggung ah," kata Jino sambil terus bergerak.


"Siapa tahu penting." Wanita itu berkata dengan suara yang pasrah.


"Baiklah hh," kata Jino mencoba menerima panggilan telepon tersebut. Karena ternyata sudah 10 panggilan tak terjawab.


"Hahloh," ucap Jino dengan tenaga yang hampir habis.


"Kak kenapa kamu lama sekali menerima panggilan telepon dariku?" kata seorang gadis dengan manja.


"Siapah inih sshh," kata Jino dengan sedikit mehanan desahh kenikmatan yang kini telah dia rasakan.


"Ini nomer baruku, aku Rosaline ... eh sedang apa?" Gadis itu mulai mencurigai suara Jino dan napasnya yang seolah tersengal-sengal.


"Rosa, ehmm aku sedang bercinta dengan istriku, aku tutup ya," kata Jino sambil melempar ponsel tersebut dan kini telah mengumpulkan tenaga supernya untuk memberikan tegangan Extra. Dan akhirnya pria itu sampai pada titikk yang sangat menyenangkan dimana semua lahar panas itu mengalir deras seperti gunuh merapi yang meletus.


"Lututku sakit, Sayang," bisik Kisya dengan manja. Jino segera menjauhkan diri dari istrinya. Dan merebahkan tubuh basahnya di samping wanita yang paling dia cinta.


Di kecuplah wanita cantik itu dengan tatapan penuh cinta.


"Kamu begitu lezat Sayang, sampai aku lupa diri," kata Jino dengan senyumannya yang sangat manis. Kisya langsung memeluk sang suami dengan manja.


"Dad, apa kita akan berhasil kali ini?" Wanita itu berkata sambil menatap penuh harap.


"Semoga ya Sayang, ada 3 bayi lagi yang akan tumbuh di sini," ucap Jino sambil menyentuh perut rata sang istri.

__ADS_1


"Hah ...?" Kening wanita itu mengerut. Tidak percaya Jino menginginkan tiga orang anak lagi.


"He he he ... tidak mau kah?"


"Dua saja, kenapa harus tiga?" Kisya memanyunkan mulutnya dengan manja.


"Baiklah dua ya," Jino tersenyum dengan gemas lalu mengecup kening sang istri lembut.


"Bisakan kita ke Dokter besok, karena vitaminku sudah habis, Dad," kata Kisya.


Wanita itu memang mengkonsumsi vitamin dari Dokter kandungan. Karena sudah tidak sabar ingin memiliki bayi lagi.


"Baiklah kita berangkat besok, tapi malam ini kita harus tidur, rasanya lelah sekali, terimakasih ya Sayang, sudah membuat aku bahagia," kata Jino dengan tatapan penuh cinta.


"Iya Sayang, sama-sama," kisya tersenyum kepada sang suami.


Lalu mereka pun mulai memejamkan mata, saking lelahnya dengan pergulatan yang mereka lakukan.


Di sisi lain, ada seorang wanita yang memendam kesal dalam jiwanya. Karena tadi mendengar bisikan mesra Jino sedang bercinta dengan Kisya.


"Dia sengaja sepertinya ingin pamer kemesraan kepadaku," ucap Rosaline dengan tatapan yang penuh dengan kebencian. Dia merasa sangat terhina karena Jino bahkan tidak tertarik pada tubuhnya, setelah kemaren mencoba menggoda Jino dengan melepaskan seluruh pakaian yang dia kenakan.


Rosaline berfikir Jino akan mudah di kalahkan, tetapi dia salah. Karena hanya Kisya lah yang bisa membuat Jino tergoda sedari dulu, bersama dengan Lintang bahkan Jino bisa menahan semua gelora prianya, tetapi tidak dengan Kisya. Karena istrinya sedari dulu sudah seperti wanita penggoda untuk Jino, bahkan senyumnya saja sudah bisa membuat Jino tergoda.


Taktik Rosaline tidak akan berhasil kali ini, karena Jino tidak selemah itu itu. Cintanya kepada Kisya begitu kuat sehingga seorang Rosaline tidak akan menggoyahkan hati dan pikiran seorang Georjino.

__ADS_1


🎄🎄🎄


Udahhan adegannya heheh... Di buat dalam tiga chapter mohon maaf sudah menodai mata suci sahabat wkwkwkk.


__ADS_2