Jino dan Kisya

Jino dan Kisya
Dekapan


__ADS_3

Jino melihat kisya dengan tatapan yang memikat. Kisya memerah karena malu dan kikuk. Mereka Masi berada di pesta itu. Lalu Lintang mulai bernyanyi. Jino mendengar suara Lintang dan begitu sedih. Tiba-tiba Jino merasa sangat sedih mendengar Lintang menyanyi sambil menangis .



Tidak dipungkiri kalo perasaanya belum hilang sepenuhnya. Dia sangat tidak tahan Lintang menyanyikan lagu sesedih itu. Karena yang harusnya menyanyi itu adalah dia , bukanlah Lintang. Jino menghela nafas berat.



"Sini sama Daddy!


Ucap Jino sambil menatap gambil Vano dari pelukan Kisya.


Kisya merasa terkejut dengan perubahan sikap Jino. Jino berdiri menggendong Vano dan berjalan meninghalkan Kisya. Kisya merasa ada yang aneh.



Kisya lalu mengejar Jino dan baby Vano.



"Kakak mau kemana?..


Ucap Kisya dengan penuh tanda tanya.



"Hanya jalan-jalan saja"



"Yasudah sini biar aku yang gendong baby Vano!..


Ucap Kisya mencoba menghentikan Jino dan menggendong Vano kembali.



Jino hanya terdiam ketika Kisya mengambil alih baby Vano.


Mereka berjalan di tepi pantai. Angin menghembus seraya menyejukan hati yang hampa. Mereka berjalan sampai akhirnya langit mulai menggelap. Tanpa terasa mereka sudah jauh sekali berjalan.



"Yatuhan kak kita jauh sekali dari hotel"...


Ucap Kisya pelan dan sudah kelelahan.



Jino tersentak dan baru menyadari kalo memang mereka sudah berjalan sangat jauh. Jino melihat kisya sudah penuh keringat karena berjalan sambil menggendong baby Vano . Jino lalu mengambil alih untuk menggendong bayinya.



"Pegal juga padahal baru Menggendong sebentar saja"


Ucap Kisya pelan.



"Berat badan Vano sekarang sudah 7kg jadi pasti kamu akan merasa sangat pegal kalo berlama lama. Menggendongnya."


Ucap Jino seraya tersenyum



"Kak istrirahat dulu sebentar aku lelah!


Ucap Kisya kelelahan.



Terus Jino mengajak Kisya ke sebuah resto pinggir pantai. Dan mereka duduk sekedar untuk minum.



"Hp ku lupa tertinggal, pasti kak Jeff akan sangat cemas"


Ucap Kisya dengan cemas pula.



"Ini ambil hp ku di kantong celana!..


Ucap Jino karena susah menggendong Vano.



Kisya merasa tidak enak karena harus meraba kantong celana Jino. Tetapi ia harus melakukannya karena memang harus memberi kabar pada sang kekasih. Kisya tau betul bagaimana sifat Jeff. Jeff akan merasa sangat cemas dan khawatir. Kalo sebentar saja Kisya tidak memberi kabar.



"Kak tidak ada"


Ucap Kisya sambil meraba kantong celana Jino.



"Ya ampun apa iya , tadi aku simpan di kantong celana"


Ucap Jino mencoba mencari pula. Namun ternyata tidak ada hasil.



"Apa mungkin hp ku terjatuh?..


Jino mengerutkan kening.



"Iya kak seperti nya begitu, jadi bagaimana nih , duh kak Jeff pasti akan sangat cemas"


Kisya mulai gelisah.  Dia sangat ingin memberi kabar pada sang kekasih.



"Kamu begitu sayang ya sama Jeff?...


Ucap Jino datar.


__ADS_1


"Hmm..


Kak Jeff segalanya buat aku !..


Ucap Kisya pelan dengan wajah cemas karena tidak bisa memberi kabar pada Jeff.



Jino membuang muka kecewa.


Tiba-tiba baby Vano menangis dengan sangat kencang.



"Ada apa ini sayang, Daddy ada di sini sayang!..


Ucap Jino mencoba menenangkan baby Vano .



Kisya terkejut dan langsung mengambil Vano dalam peluknya. Jino hanya menatap Kisya ketika Kisya mengambil Vano .



"Sayang cup cup cup


Ada aunty disini sayang, jangan nangis lagi baby ganteng!..


Ucap Kisya sambil mengecup memeluk baby Vano dengan penuh kasih sayang.



Baby Vano seketika terdiam namun masih mengisak. Matanya terpokus pada Kisya. Baby Vano dengan mata basahnya Masi menatap Kisya dengan isakan sedihnya .



"Kamu kok sedih gitu sayang , kan ada aunty disini"


Ucap Kisya menatap tajam mata sang bayi yang masih terisak.



Jino sudah membuat susu dan memberikan pada Kisya. Kisya lalu memberikan baby Vano susu botolnya . Baby Vano mulutnya Masi melengkung seperti ingin menangis lagi. Dan tidak mau meminum susunya.



"Kenapa sih sayang, ko tidak mau minum susu?...


Ucap Kisya dengan lembut.



Jino melihat tajam ke arah sang putra kesayangan.


"Dede kenapa huh?..


Ucap Jino sambil mengelus kening bayi tampanya.



Baby Vano lalu menangis lagi sambil menatap sang Daddy. Kisya merasa cemas ada apa dengan baby vano.



Kisya hanya terdiam menerima pelukan dari Jino. Jino menghela nafas dan mengatur degup jantungnya. Jino menutup matanya sambil mengelus bayi kecilnya.


Dengan posisi seperti itu baby Vano terdiam dan akhirnya mau meminum susu. Dengan lahap bayi itu meminum susunya dan kini sudah mulai terlalap.



Jino masih mendekap tubuh Kisya dengan lembut. Kisya menatap wajah tampan sang bayi dengan penuh kasih sayang .



"Kak


Ucap Kisya pelan.



"Hmm


Ucap Jino sambil terus memeluk Kisya dari belakang dengan mata yang masih terpejam. Entah kenapa hati Jino begitu nyaman memeluk Kisya. Dia mengatur degup jantungnya dan merasakan kenyamanan yang selama ini dia rindukan. Entah kenapa jino merindukan perasan ini. Perasan nyaman ketika memeluk Kisya. Ini kali ketiga Jino memeluk Kisya. Pertama saat Jino penuh emosi waktu insiden yang kedua waktu terjebak di wisma atlit.



Dan sekarang ketiga. Ini seperti sebuah obat penenang untuk Jino. Rasa tenang yang hinggap merasuk ke dalam sekujur tubuhnya.


Tenang


Nyaman


Dan sangat menyejukkan


Itu yang Jino rasakan saat ini.



Kisya sendiri merasakan kehangatan dari pelukan Jino. Merasa dilindungi dan nyaman.


Dada kekar Jino mendekap punggungnya.



"Bagaimana wajah mommy nya baby Vano?..


Ucap Kisya pelan .



Jino membuka matanya perlahan. Jino lalu tersenyum dan berkata.



"Dia cantik, sangat manis dan lembut "



"Wah begitukah, aku jadi penasaran"

__ADS_1



"Tidak usah penasaran !


Ucap Jino Pelan.



"Apa kakak mencintainya?..


Ucapan kisya membuat Jino terdiam terpaku .



"Kak


Ucap Kisya



Jino masih terdiam mematung .



"Kak


Sekali lagi Kisya memanggil Jino.



"Hmm


Ucap Jino pelan.



"Jawab!



"Apa?



"Apa kakak mencintainya?..



"Saat itu aku tidak mencintainya, dengan bodohnya aku telah menyakiti hatinya"


Ucap Jino dengan mata yang berkaca-kaca.



"Kenapa kakak begitu bodoh?..


Ucap Kisya pelan.



"Iya aku bodoh, aku telah menyesali semua kebodohanmu, aku menyesal dan itu menyiksa perasaanku selama setahun ini"


Ucap Jino dengan suara seraknya menahan tangis.



Jino menghela nafas berat dan menghembuskan dengan sembarang.



"Kini menyesal tidak ada artinya kak, dia udah pergi kan"


Ucap Kisya pelan.



Jino menitikan air matanya dan memeluk Kisya dengan erat. Kisya tersentak karena pelukan Jino mengerat dan bahunya basah karena tetesan air mata Jino.



"Kak, jangan menangis !


Ucap Kisya gelisah.


Deburan ombak seolah mengiris hati Jino. Penyesalan nya tiada banding. Kini kisya sudah menjadi milik Jeff dan dia tidak bisa lagi menjangkau nya.



"Aku manusia tidak berguna "


Ucap Jino dengan suara serak menahan tangis. Kisya melepaskan pelukan Jino. Dan berbalik menatap Jino dengan penuh kecemasan.



"Jangan menangis kak!


Ucap Kisya dengan mata sendu nya.



Jino menatap Kisya dengan tatapan penuh rasa bersalah.



"Maapkan aku!..


maapkan aku Kis !..


maapkan aku!..


Ucap Jino dengan tetesan air mata yang sedari tadi dia tahan.



Bersambung



__ADS_1


__ADS_2