Jino dan Kisya

Jino dan Kisya
Asam Lambung


__ADS_3

Mereka sampai di rumah sakit dengan cepat. Jino masih memeluk Kisya dalam dekapnya. Langsung di sambut oleh beberapa perawat dan dokter yang biasa merawat Kisya. Dokter lalu memeriksa Kisya dengan seksama.


"Bagaimana kondisi anak saya dok?" Mama murni terlihat begitu cemas.


"Anak ibu mengalami kenaikan asam lambung dan anemia ringan. Sepertinya dia banyak memakan makanan pedas."


"Tuh kan, pasti selama bunda tidak ada, kikis makan makanan pedas."


Bunda Nisya menghela nafas sambil menatap sang buah hati yang kini sedang di beri cairan intra Vena.


Kisya menatap sang bunda dengan mata sayupnya. Jino masih berdiri di sebelah bunda. Sedang jeff menunggu di luar.


"Tidak apa-apa, sekarang kan sudah saya beri obat lewat intravena, nanti jika obatnya sudah habis Kisya boleh pulang." Dokter tersenyum dengan manis.


"Kapan bisa pulang dok?" Bunda masih cemas.


"Kita habiskan satu labu infusan enam jam saja ya, setelah itu boleh pulang, tadinya tidak akan saya beri cairan intravena, tetapi saya lihat Kisya begitu lemah jadi ranitidin intravena saja tidak cukup, maka saya putuskan untuk menambah cairan ringer laktat juga. Dan di upayakan supaya Kisya tidak stres yang berlebihan!" Tutur dokter .


Bunda Nisya terlihat mengerti. Dia menganggukan wajahnya dan tersenyum ke arah sang dokter.


"Yasudah saya akan cek nanti 3 jam lagi ya, sementara saya mau periksa pasien lain!


Dokter lalu pamit . Kisya masih di rawat di instalasi gawat darurat dan tidak masuk ke ruangan rawat inap. Kisya bergabung dengan banyak pasien lainya. Keluarga yang boleh masuk hanya dua orang. Karena itu Jeff harus iklas menunggu di luar ruangan gawat darurat.


"Kikis sudah makan apa, ayo cepat katakan !" Bunda menantapnya sang buat hati dengan helaan nafas. Kisya tersenyum dengan lemah tetapi tidak menjawab pertanyaan sang bunda. Jino masih terdiam mematung di samping sang bunda. Bunda lalu pamit untuk membeli bubur ayam untuk Kisya.

__ADS_1


"Kamu duduk dulu di sini ,bunda mau beli makanan." Ucap bunda Nisya datar memberikan kalimat perintah pada Jino.


" Baik bunda." Jino berkata dengan anggukan.


"Aku bukan bundamu." Bunda Nisya berkata sambil menatap Jino dengan tatapan tidak senang. Lalu bunda Nisya berjalan meninggalkan mereka berdua.


Bunda Nisya berjalan ke luar dari instalasi gawat darurat. Hendak membeli makanan. Di luar ternyata sudah ada Jeff dan tuan Geovandra. Mereka cemas mempertanyakan kondisi Kisya. Jeff sangat ingin masuk ke dalam namun bunda Nisya melarang.


"Kenapa bunda?" Jeff bertanya dengan heran. Keningnya mengkerut dan dia menghela nafas kecewa.


"Dokter bilang yang menunggu hanya boleh satu orang saja." Ucap bunda.


"Jadi di dalam ada bang Jino?"


Dia di antar supir menuju ke sebuah kedai bubur di pinggir kota. Hari sudah mulai larut. Udara dingin sudah mulai menyelimuti kota. Membuat bunda Nisya sesekali menggodog tangannya kedinginan. Dia duduk di kursi kedai bubur tersebut. Pikiranya menerawang jauh. Dia melihat gurat cemas Dimata Jino. Bunda Nisya masih mengingat kejadian di mobil tadi.


Bunda Nisya melihat Jino masih memeluk Kisya dengan erat. Kisya terlihat gurah cemas diwajahnya pemuda yang dulu bahkan sangat dia benci. Bunda masih sangat membenci Jino sampai saat ini. Jino memberikan bisikan halus dan lembut pada Kisya, saat itu bunda Nisya hanya dia seolah tak melihat. Sebetulnya dia melihat betapa Jino mencemaskan putrinya.


Jino berbisik lembut dan menatap Kisya dengan tatapan cinta. Bahkan itupun bunda Nisya tau. Tetapi bunda Nisya tetap diam seolah tak melihat apapun. Bunda Nisya tau Jeff. Segitu kesal dan terus menatap ke arah Jino dan Kisya. Tetapi bunda Nisya hanya terdiam saja.


Ada satu kekhawatiran tersendiri di dalam lubuk hatinya. Bunda Nisya masih tidak mempercayai Jino untuk putrinya. Dan, kenyataan bahwa suami Kisya adalah Jeff. Bukanlah Jino. Rasa benci bunda Nisya memang belum sepenuhnya hilang. Akan tetapi bunda Nisya merasa terkejut melihat tatapan tak biasa di mata jino. Sebuah tatapan cemas menyatu dengan tatapan penuh cinta.


"Apa mereka saling jatuh cinta?" Batin bunda Nisya menerawang jauh. Helaan nafas berat pun dia lontarkan. Dia merasa sangat bingung dengan keadaan sekarang. Hanya beberapa saat saja dia pergi dan sudah ada banyak perubahan yang terjadi. Dan perubahan itu sebuah perubahan yang sangat besar . Membuat dirinya tak bisa berfikir secara jernih.


"Jika memang mereka sedang jatuh cinta, maka kapan itu terjadi dan bagaimana bisa terjadi?" Bunda Nisya masih berkata dalam hatinya. Dia mempertanyakan hal yang menurutnya sangat tak masuk akal.

__ADS_1


"Lalu bagaimana dengan Jeff?" Sebuah pertanyaan hatinya yang tak bisa dia jawab dengan mudah. Mengingat Jeff adalah suami dari putrinya dan Jino adalah kakaknya Jeff. Sebuah kerumitan yang akan membuat satu keluarga terpecah. Dia masih mengingat ucapan dokter yang tidak boleh membuat kisya terlalu stres. Dan siang ini bahkan bunda Nisya sudah membuat kisya syok dan kini mungkin Kisya melemah karena stres. Dia tak ingin putrinya kembali ke masa dimana Kisya menjadi pasien jiwa.


Bunda Nisya sengaja meninggalkan Jino dan kisya agar mereka mendapat ruang berdua. Supaya mereka bisa saling berkomunikasi. Mungkin saja Kisya melemah karena rencana resepsi yang sedang mereka bahas.


"Kenapa mereka bisa saling jatuh cinta?" Satu lagi pertanyaan yang sulit dia jawab. Pikiranya kini melayang jauh untuk mencari jawaban dari beberapa pertanyaan hatinya.


Dia sendiri merasa sangat bingung. Pemuda yang sangat dia benci kini memiliki tatapan penuh cinta terhadap putrinya. Bunda Nisya merasa sangat pusing dibuatnya.


"Ini Bu, bubur ayamnya." Pemilik kedai memberikan bungkusan bubur padanya. Bunda Nisya terkejut . Dia lalu membayar bubur tersebut dan langsung masuk ke dalam mobilnya. Di dalam mobil bunda Nisya kembali berfikir hal yang menurutnya sangat tidak logis.


Bersambung❤️


Catatan author❤️


Cairan intravena adalah cairan yang di berikan lewat jalur vena . bahasa awamnya adalah memberikan infus.


nama cairan infus adalah Ringer laktat. sedang ranitidin adalah obat untuk mengurangi rasa sakit akibat asam lambung yang naik. Kebaikan asam lambung bahasa awam nya adalah maagh.


sakit maagh ini ada yang kronis dan ada yang akut . bahkan ada yang kolik saking sakitnya . sakit maagh ini berkaitan erat dengan pikiran. bukan cuma dengan makanan. makanan sudah jelas berpengaruh. tetapi pikiranpun menjadi no 2 penyakit maagh ini bisa kambuh. terutama untuk stres yang berlebihan. maka asam lambung akan naik merasa pusing sakit perut dan mual. orang dengan defresi dan gangguan jiwa sering merasakan hal tersebut.


jadiiiiii....


jika anda mudah cemas dan selalu mengeluh nyeri pada ulu hati, sudah tidur dan selalu merasa sedih. segera periksakan pada dokter terdekat🤭🤭 jadi promkes nih promosi kesehatan.


ini saya jelaskan secara detail karena banyak yang tidak mengerti bahasa medis yang saya gunakan. maaf😔😔😔

__ADS_1


__ADS_2