
"Wanita murahan ?...
Kamu tidak seperti itu sayang." Ucap Jino dengan pelan menatap sang kekasih hati dengan tatapan penuh iba. Mata sendu kisya lagi-lagi meneteskan. Air matanya tak terbendung lagi.
"Karena itu tolong aku, tolong selalu jadikan aku sebagai wanita terhormat setidaknya Dimata publik ."
Kisya masih terus mengisak.
Jino menelan Salivanya dan tangan kanannya mengambil tisyu di sebelahnya. Lalu membantu menyeka air mata kisya dengan lembut.
"Tidak akan ada yang bilang seperti itu sayang, kamu adalah wanita yang sangat terhormat bukan wanita nurahan!." Ucap Jino lalu mengecup kening kisya dengan lembut. Kisya memejamkan matanya merasakan kecupan hangat kekasih hatinya.lalu Kisya beranjak hendak keluar.
"Aku pergi kak, semoga hari kakak menyenangkan...!!!.
Ucap kisya dengan suara pelan. Tapi lagi-lagi Jino menarik kisya dalam peluknya.
"Mungkin aku Takan bisa hidup tanpamu, aku akan mati jika tanpa dirimu, seenggaknya tolong aku minta nomor ponselmu , agar aku bisa terus berkomunikasi dengan kamu sayang."
Jino berbisik dengan mesra. Kisya lalu membuka telapak tangannya. Meminta ponsel milik Jino. Dengan segera Jino memberikan ponsel miliknya kepada Kisya.
Kisya mengambil ponsel itu dan mulai menyimpan nomer ponselnya.
"love." Itu nama Kisya yang Kisya tulis di nomor ponsel Jino. Jino tersenyum dengan manis. Melihat Kisya menamai dirinya love. Semakin Gemas di buatnya rasanya Jino tak mau melepaskan Kisya begitu saja. Dengan berat Jino harus melepas Kisya pergi. Kisya menatap mata Jino dengan sendu.
Kisya mendekati Jino lalu.
"Cup ."
Dia mengecup bibir Jino dengan lembut lalu langsung dia keluar dari mobil itu . Jino mematung dengan sesaat. Tubuhnya beku dan seolah menjadi sebuah bongkahan es batu. Jino menyentuh bibirnya dan tersenyum ketika mengingat betapa malu-malunya Kisya melakukan itu. Tetapi ketika ingat ucapan Kisya, dia benar-benar merasa sangat terpukul.
__ADS_1
Dia kecewa karena keadaan tidak berpihak padanya . Apa yang Kisya ucapkan ada benarnya dan memang sangat benar. Dia tidak boleh membuat Kisya menjadi orang yang suka berselingkuh. Kisya sangat polos. Orang pasti akan mencaci makinya jika hal ini sampai tersebar.
Kebingungan kini menyelimuti seluruh kepalanya . Tubuhnya merasakan aura panas yang menggebu. Apa yang harus dia lakukan dengan rasa cintanya?... Bahkan seekor burung pun tidak bisa hidup dengan nyaman tanpa pasanganya. Apalagi Jino seorang manusia.
"Bagaimana ini baby Vano, apakah kita harus hidup berdua tanpa mommy kamu?... Jino menghela nafas berat. Lalu dia melihat ponselnya yang berisi penuh Poto-Poto hasil jepretan Angel. Jino menatap wajah cantik itu dengan inten. Wajah yang sangat dia kagumi. Wajah itu kini selalu bisa menyejukkan hatinya.
Jino lalu membuka nomor ponsel Kisya dan mengedit namanya buka love lagi. Jino mengubah nama menjadi My love. "Kamu akan menjadi cintaku untuk selamanya, biarpun kamu mengelak akan hal itu." Ucap Jino perlahan sambil menatap wajah Kisya yang berada dalam ponselnya. Jino menghela nafas beratnya dan membuang sembarang.
Dia beranjak turun dari mobilnya. Dan masuk kembali kedalam resto. Terlihat angel sudah tersenyum manis. Jino hanya mengangguk. Lalu Jino menatap ke arah meja Kisya dan Lintang. Terlihat Kisya sedang menundukan wajahnya. Terlihat. Begitu sedih dan terluka. Jino lalu menghampiri meja Kisya dan duduk dengan segera.
"Eh, kak." Ucap Lintang terkejut dengan kedatangan Jino. Jino menorehkan senyum manis terhadap mantan kekasihnya itu.
"Lintang, bagaimana kondisi kakimu sekarang?... Ucap Jino terlihat khawatir. Dengan inten melihat kaki lintang.
"Beginilah." Lintang mengehela nafas berat dan membuangnya sembarang .
"Dia cemburu kak, secara kamu kan mantan pacarku." Ucap Lintang tersenyum manis. Di sini lain Kisya hanya terdiam seribu bahasa. Entah apa yang harus kita ucapkan . Dia masih bergelut dengan kebimbanganya.
"Iya aku tau, dia pasti sangat cemburu, semoga kalian bisa selalu bersama, katakan padanya jangan cemburu lagi padaku, karena aku sudah memiliki wanita lain dalam hidupku." Ucap Jino pelan namun sangat menusuk hati Lintang. Lintang menelan Saliva. Dia memang selalu ingin berusaha ikhlas. Tetapi jika bertemu dan dekat seperti ini, dia masih belum bisa mengontrol perasaanya .
"Wah, emh. Aku harus berkata apa, apa kah aku harus mengucapkan selamat?...
Ucap Lintang sedikit kaku. Jino tersenyum dengan manisnya menatap Lintang yang bertingkah aneh.
"Boleh, selamat untuku sudah bisa move on dari kamu." Ucap Jino tersenyum tipis.
"Apa kak Jino beneran sudah sangat suka sama gadis baru itu?.. siapa dia, cepat katakan padaku, aku akan membuatnya menyesal telah mengambil kamu dariku." Ucap lintang dengan senyuman nakalnya. Jino terkekeh dan mengelus rambut Lintang lembut.
"Jangan emosi begitu, dia ada di hatiku, belum saatnya aku mengenalkan kepadamu." Ucap Jino dengan senyuman manisnya . Lintang terdiam ketika Jino mengelus rambutnya. Dada nya kembali berdetak tak karuan. Kisya melihat hal itu dan terlihat kesal lalu memalingkan wajahnya.
__ADS_1
Jino tersenyum melihat Kisya seperti itu. Jino memang senagaja ingin membuat kisya cemburu. Karena menurutnya dia sangat manis ketika cemburu. Jino lalu menyentuh tangan Kisya dan Menggenggamnya. Itu membuat Kisya tersentak.
"Eh." Ucap Kisya terkejut. Lintang hanya diam memperhatikan.
"Ada apa dengan wajahmu Kis, kenapa menekuk seperti itu?... Ucap Jino meremas lembut jemari Kisya. Kista hanya terdiam menelan Saliva. Dia terkejut karena Jino berani Menggenggam tangganya di depan umum, juga di depan Lintang. Kisya lalu menepis genggaman tangan Jino.
Jino menatap mata Kisya dengan inten. Sedangkan Kisya terdiam sambil membuang muka. Jino lalu tersenyum melihat tingkah kekasih hatinya itu.
"Gadis yang aku suka ternayta gampang cemburu , Lintang ." Ucap Jino pelan sambil menatap Lintang.
"Benarkah, cemburu kan tanda sayang kak."
Ucap Lintang tersenyum manis.
"Iya, dia semakin imut ketika sedang dilanda api cemburu." Jino menyunggingkan senyumnya .
Dan Lintang terkekeh. Sesaat Lintang menoleh pada Kisya. Kista masih terdiam tak mau berkata apapun.
"Kikis ko kamu diem aja?..
Ucap Lintang menggoda sang sahabat.
"Eh ,aku harus apa Lin?..
Kisya menatap wajah Lintang.
Dan Lintang tersenyum. Kisya pun kini membalas senyuman Lintang. Jino terkesima melihat senyuman Kisya. Hatinya berdegup sangat kencang dan ingin rasanya dia memeluk tubuh wanita yang kini telah menebar pesona . Menebar sebuah senyuman seindah mawar.
Bersambung❤️
__ADS_1