Jino dan Kisya

Jino dan Kisya
Bonus 3 (Vol.2)


__ADS_3

Baby Vano pun dengan segera dibawa turun oleh Bibi pengasuh. Tubuhnya meronta Ingin turun tidak mau digendong. Tetapi dia tidak bisa melawan sang Bibi.


"Ayo... kita berenang saja!" kata bibi pengasuh kepada Baby Vano sambil berjalan menuju kolam renang, dan akhirnya Baby Vano di lempar ke dalam air oleh sang bibi.


Bibi pengasuh memang sengaja melempar Baby Vano ke dalam kolam renang karena memang Baby Vano, walaupun baru berusia dua tahun bayi itu sudah sangat pintar berenang karena ajaran dari sangat Daddy.


Lihatlah Baby Vano bahkan berenang begitu kuat ketika dia tercebur ke air.


"Ya ampun anak pintar, kamu lucu sekali semakin hari semakin pintar saja kamu berenang!" Bibi pengasuh itu benar-benar merasa sangat senang, melihat Baby Vano berenang ketepian dengan sangat lucu.


Tiba-tiba saja ada Pak sopir datang.


"Tuan kecil memang benar-benar pintar berenang, sudah menurun dari Tuan besar, sepertinya kelak Tuan kecil akan menjadi Atlet renang seperti sang Ayah," ucap sopir tersebut merasa takjub, melihat Baby Vano yang masih berusia dua tahun berenang dengan begitu pintar.


Bagaimana Baby Vanu tidak pintar berenang. Dari usia enam bulan Baby Vano sudah dikenalkan dengan kolam renang. Tidak tanggung-tanggung Jino mengajak Baby Vano bermain di kolam renang setiap hari. Dan sekarang hasilnya begitu bagus, karena Baby Vano begitu ahli berenang di usianya yang sekecil itu.

__ADS_1


"Tuan kecil memang sangat menggemaskan. Dia sangat pintar berenang dan juga sudah bisa mencoret buku, tapi tadi pagi dia begitu rewel. Tuan kecil ingin sekali masuk ke dalam kamar Tuan dan Nyonya besar, tapi Tuan Pastinya sangat kelelahan jadi saya tidak bisa membangunkan mereka, karena itu saya lempar saja Tuan kecil ke dalam kolam renang," ucap Bibi pengasuh itu dengan senyum yang manis kepada Pak sopir.


"Jangan ganggu Tuan dan Nyonya besar. Mereka berdua baru saja rujuk. Mereka berdua baru juga kemaren. Biarkan mereka berdua saling melengkapi, saling mengisi dan meneguk rasa rindu mereka, kita harus bisa mengerti bahwa mereka sudah terpisah begitu lama, dan kita tidak boleh membiarkan Tuan kecil mengganggu mereka!" ucap Pak sopir itu dengan jelas.


"Jelas saja tidak. Aku berusaha untuk menggendong Tuan kecil dan membawanya ke sini, supaya tangis Tuan kecil tidak terdengar lagi," tangkas bibi pengasuh itu sambil menatap Pak supir dengan kening yang mengerut.


"Baguslah kalau ternyata kamu mengerti. Jangan sampai mengganggu mereka berdua pokoknya, setelah kepulangan Nyonya besar akhirnya rumah ini menjadi hangat lagi jadinya bahkan rumah ini sudah seperti kuburan saja. Setiap hari Tuan besar kerjanya hanya melamun saja di pinggir kolam renang. Aku yang melihat sungguh sedih rasanya," tutur Pak sopir kepada Bibi pengasuh.


"Iya aku saja merasa sedih ketika melihat Tuan besar begitu pilu, merindukan Nyonya setiap harinya, Nyonya memang begitu beruntung memiliki suami seperti Tuan besar karena Tuan begitu mencintainya Nyonya sangat dalam, aku bisa melihat dari tatapan Tuan saat menatap Nyonya," ucap Bibi pengasuh dengan senyuman manisnya. Sambil terus memperhatikan Baby Vanu yang masih asyik berenang hilir mudik ke kiri dan ke kanan.


"Sepertinya mereka sedang menjalankan program hamil anak kedua," kata Bibi pengasuh itu dengan senyuman yang manis.


"Baguslah, supaya rumah ini tampak begitu ramai, tidak sepi!" Pak sopir mengangguk dengan senyumannya.


"Semoga saja ya,Tuhan segera memberikan momongan kepada Tuan Jino dan Nyonya Kisya, agar kebahagiaan mereka tambah lengkap, Tuan dan Nyonya memang begitu baik kepada kita kalau mereka mendapatkan kebahagiaan mereka pasti akan memberikan uang sebagai bonus untuk kita!" Pengasuh itu benar-benar memuji majikan yang begitu baik dan ramah.

__ADS_1


"Eh lihatlah sepertinya Tuan kecil sudah kelelahan. Angkat dia lalu pakaikan baju kering!" perintah Pak sopir kepada Bibi pengasuh itu.


"Oh iya Tuan kecil sudah mulai lelah, Baby Vanu ayo kita ganti baju yuk, sudah ya berenangnya, sayang!" kata Bibi pengasuh sambil melambaikan tangan ke arah Baby Vano. Baby Vano pun berenang mendekati Bibi pengasuh tersebut.


"Cold bibi cold..." Balita itu berceloteh setengah English setengah Indonesia. Karena sedari bayi suka diajarkan bahasa Inggris dan diajak bicara Bahasa Inggris oleh Jino dan Kisya, sedangkan sama Bibi pengasuh diajak menggunakan bahasa Indonesia jadilah campur-campur.


Baby Vano memang bayi yang cerdas melebihi bayi yang lainnya. Dalam usia dua tahun bayi itu sudah bisa berenang dia juga sudah bisa berbicara, dan berlari begitu kuat. Benar-benar bibit yang unggul telah diberikan kepada Baby Vano.


Di sisi lain, di kamar itu kini Kisya mulai membuka matanya. Dia melihat sang suami begitu tampan sedang mendekap tubuhnya. Wanita itu tersenyum bahagia lalu mengecup kening sang suami.


"Selamat pagi sayang," ucap Kisya dengan senyumannya yang manis menatap kearah sang suami dengan penuh kasih sayang.


🌺🌺🌺


Haloo kakak jangan lupa like dan Vote ya setelah membaca!

__ADS_1


Gimana masih semangat engga, nungguin Bonus chapter Jino dan Kisya?


__ADS_2