Jino dan Kisya

Jino dan Kisya
Honeymoon 1


__ADS_3

"Kyaaa...," Kisya menjerit saat Jino memeluk tubuh kisya dan menggendong tubuh sang istri, serta merebahkan Kisya di bathtub.


"Kita mandi Sayang!" Jino mengatakan itu dengan senyum Devilnya. Setelah itu Jino lalu mengisi bathtub dengan air dan busa sabun. kali ini tidak ada bunga-bunga. Karena memang tidak ada persiapan untuk Jino membeli bunga mawar seperti waktu itu.


Mereka akhirnya mandi bersama setelah beberapa menit, akhirnya mereka selesai membersihkan tubuh mereka, dan langsung keluar dari kamar mandi. Mereka mengenakan pakaian lalu langsung tidur kembali di tempat tidur. Tubuh kisya begitu lemah, dia begitu kelelahan bahkan untuk berjalan-jalan pun sudah tidak sanggup.


Kisya mengatakan pada sang suami, bahwa malam ini dia ingin tidur dengan lelap. Kali ini Jino menyanggupi keinginan sang istri. Jino menyadari kesalahannya. Karena telah membuat Kisya kelelahan. Jino sendiri tidak tega melihat Kisya begitu lelah seperti hari ini. karena itu Jino akan mengijinkan Kisya untuk tidur dengan lelap.


Ia bahkan berjanji kepada sang istri tidak akan membangunkan istrinya, saat Kisya sedang beristirahat. Wajah lelah Kisya terlihat dengan jelas. Jino memperhatikan wajah itu dengan seksama. Bukan cuma lelah tapi wajah kisya juga begitu pucat. Sudah jelas terlihat kalau kulit wajah Kisya memang putih bersih seperti susu tetapi kali ini terlihat begitu pucat. beda dari biasanya aktivitas fisik yang dilakukan bersama kisya memang sangat menyita waktu. Menyita tenaga dan menyita semua perasaan mereka.


Tetapi mereka begitu bahagia walaupun Kisya begitu lelah dengan semuanya itu. Namun semua Kisya terima dengan ikhlas. Rasa cinta mereka sangat menggebu. Bahkan hal apapun tidak membuat mereka lelah, tidak akan mengurangi kebersamaan mereka. Tidak dipungkiri bahwa Jino sendiri juga merasakan hal yang sama. Besok banyak tempat yang akan mereka kunjungi. Jadi sebaiknya Jino dan Kisya beristirahat malam ini.


Kisya ingin sekali ke pantai. Karena itu pagi-pagi mereka akan segera berangkat ke pantai.

__ADS_1


"Tidurlah sayang aku berjanji tidak akan mengganggumu," ucap Jino dengan Tatapan yang lembut. Kisya tersenyum dengan manis. kisya melihat begitu tampan senyuman sang suami. Membuat hatinya semakin berdebar. Kisya begitu mengagumi wajah sang suami. Dia tidak menyangka bahwa Giorgino Alfariziq Davis Seorang atlit renang yang kini menjadi pengusaha sukses dan terkenal itu ternyata adalah suaminya.


Dia merasa menjadi wanita paling bahagia karena mendapatkan suami sempurna seperti Jino. Hal sebaliknya pun dirasakan oleh sang suami.Jino merasa sangat beruntung mendapatkan istri secantik, sepolos, selugu dan sebaik Kisya. Saat ini mereka berdua adalah pasangan suami istri yang saling mencintai. Mereka berdua saling mengagumi kelebihan dan kekurangan masing-masing.


Sepertinya untuk saat ini tidak ada yang begitu membahagiakan selain kebersamaan mereka. Honeymoon kali ini memang sangat sempurna. Sebuah perjalanan yang tidak bisa mereka bayangkan sebelumnya. Mereka bisa sampai di Korea dengan waktu yang tepat. Walau memang ada sedikit drama dari sang suami, sebagai kejutan untuk sang istri. Itu sontak membuat istrinya begitu ketakutan.


Pasalnya selama ini Kisya akan selalu dijaga dilindungi dan disayangi. Tetapi kemarin bahkan James telah membekap mulut Kisya sampai Kisya pingsan. Saat mengetahui kejadian itu dan melihat foto sang istri tertidur pulas Di jok belakang mobilnya terlihat Jino begitu geram dan marah kepada James.


Jino sempat menggerutu kepada anak buahnya itu karena memperlakukan sang istri dengan tidak manusiawi. James hanya terdiam mendengar omelan dari bos besarnya itu. James mengakui kesalahannya telah membuat Kisya pingsan harusnya James memberikan saja, obat tidur di dalam gelas untuk diminum oleh kisya. Tetapi malah membekap mulut Kisya sampai Kisya pingsan seketika karena obat bius.


Dia mengatakan bisa menjaga sang istri dengan baik. Karena itu mulai dari Jino menginjakkan kaki di Korea. Dia sudah bersiap untuk menjadi bodyguard-nya Kisya. Seperti malam ini Jino mulai beraksi menjadi seorang tukang pijat. Jino memijat kaki kisya. Kisya mengatakan pada sang suami, bahwa paha dan lutut nya pegal.


(Yaiya ngangkang mulu dia hahaha...  Author somplak ketawa ingat Kejadian ini.. ampuni author yang nakal ini ya)

__ADS_1


"Pegel banget Dad," wanita itu merengek sambil memegangi kakinya yang kesakitan. Sang suami dengan Setia memijat kaki sang istri dengan penuh kelembutan. Sampai akhirnya satu jam sudah Jino memijat kaki istrinya. Tangan Jino sudah mulai pegal karena pijatan itu. Tetapi Jino segera menghentikan pijatannya, karena melihat sang istri ternyata sudah tertidur dengan sangat lelap.


"Kasihan sekali kamu sayang pasti capek, Maafin Kakak ya Kis, kakak tuh nggak bisa nahan diri kalau deket kamu, kamu itu sudah seperti magnet buat kakak, kakak bisa menahan diri untuk tidak menyentuh wanita lain. Tetapi dari awal kakak tidak bisa menahan diri untuk tidak menyentuhmu, mungkin ini sebuah pertanda, bahwa kita ditakdirkan untuk selalu bersama, walau bagaimanapun cara pertemuan kita, tetapi tidak dipungkiri bahwa kita telah berjodoh, Tuhan telah menjodohkan kita. menjodohkan Jino dan Kisya. Kakak berjanji akan selalu menjaga Kikis dengan baik. Tidak akan lagi menyakiti hati Kikis apalagi melukai batin. Kakak sayang sama Kikis Selamanya akan selalu sayang."


Tutur Jino dalam hatinya sambil mengelus rambut sang istri dengan.


Tak henti Jino menatap Kisya yang sedang tertidur dengan lelap. Pria itu sungguh sangat mengagumi sang istri. Kecantikan istrinya bahkan bisa mengalahkan terangnya cahaya rembulan. Itu yang Jino melihat saat ini. Menurutnya hanya Kisya yang tercantik tidak ada wanita lain lagi. Kini Jino mulai merebahkan tubuhnya di samping tubuh sang istri yang sudah berada di dunia mimpi.


Sekali lagi Jino terus menatap wajah cantik wanita yang berada di hadapannya. Wanita yang sedang bermain dan terbuai oleh mimpi indah. Tangan kekarnya lalu menarik tubuh sang istri hingga menempel ke tubuhnya. Jino memeluk sang istri dengan penuh rasa sayang dan sangat erat. Sesekali pria itu mengecup kening sang istri membelai lembut pipi dan kening sang istri.


Aura cinta dan kemesraan terlihat jelas di mata sang suami. Wajahnya tersenyum dengan bahagia hatinya sangat tenang dan damai ketika dirinya memeluk istri kesayangan nya. Bagi Jino ini adalah surga dunia. Tempat dimana hidupnya begitu indah dan nyaman yaitu tepat di samping sang istri tersayang.


Mata Jino mulai dirasuki rasa kantuk. Dengan perlahan dia menutup matanya dan hendak menyusul sang istri ke dunia mimpi. Malam itu tidak ada suara decitan ranjang. Yang ada hanyalah suara dengkuran halus dari sang pria gagah itu. Mereka tertidur pulas sepanjang malam.

__ADS_1


🌺🌺🌺


Bersambung


__ADS_2