
Baby Vano Masi sesegukan dan terlihat sangat lelah karena terus menangis. Kisya kembali mengecup bayi itu dengan lembut. "Dede kenapa?" Kisya membuat orang terkesima dengan suara lembutnya memanggil bayi itu . Semua orang melihat betapa Kuat ikatan seorang ibu dan anaknya.
"Mama." Baby Vano mengucapkan kalimat pertamanya dan dia menyebut mama. "A apa?" Jino tersentak mendengar bayinya mengucapkan kalimat pertamanya.
Kisya melontarkan senyum manis pada bayi mungil itu. Bayi itu kembali menyebut "ma mam ma man." Semua orang mendengar celotehan bayi kecil itu. Tuan Geovandra bahkan terlihat senang dengan matanya yang berkaca-kaca. Cucunya begitu pintar mengenali ibu kandungnya.
Jino tak kuat menahan harus mendengar ucapan mama dari buah hatinya. Sedang bunda Nisya dan Jeff hanya terkejut dan fantastik mendengarnya .
"Yatuhan, ucapan pertamanya sudah keluar, cucuku sudah pintar." Mama murni tersenyum bahagia mendengar bayi itu berceloteh. Kisya kembali memeluk dan mengecup bayi kecil itu. Air mata Kisya menetes tak tertahan. Ucapan mama dari mulut bang Vano sungguh membuat sebuah aura kebahagiaan yang tak bisa lagi dia bendung.
Entah kenapa Kisya merasa senang mendengar itu semua. Kisya begitu bahagia Baby Vano menyebutnya dengan ucapan mama. "Mam nam mama." Baby Vano seolah mengajak berbicara kepada sang mommy. Matanya menatap tajam ke arah mata sang mommy. Mungkin bayi itu tak mau mommy nya menjauhinya. Bayi itu mengerti isi hati kedua orang tuanya.
Kisya lalu duduk di samping Jeff sambil terus menggendong bayi kesayanganya. Dan kini duduk di sebrang Jino.
"Bersyukur cucuku sudah tenang sekarang, hampir setengah jam dia menangis dan membuat gaduh seisi resto ini." Papa Geovandra memperlihatkan wajah senangnya.
"Apa baby Vano sering menangis seperti itu ?" Bunda Nisya bertanya dengan wajah yang serius.
"Sempat beberapa kali, tetapi dia selalu tenang ketika Kisya yang menenangkanya." Jino menjawab Dengan pelan.
__ADS_1
Bunda Nisya mengangguk dan lalu menatap Baby Vano Dengan lembut. Sebetulnya bunda Nisya merasa sangat iba pada bayi itu karena harus terpisah jauh dari ibu yang telah melahirkan dia. Tetapi apalah daya karena keadaan yang tidak memungkinkan untuk Kisya merawat buah hatinya. Dan sepetinya itu sangat tidak mungkin terjadi.
Mengingat ke masa lalu, dia ingat jelas bahwa putri nya hendak bunuh diri karena tau dirinya hamil. Kisya yang dahulu sangat menolak kehadiran baby Vano dan memutuskan mengakhiri hidupnya karena tidak mau melahirkan bayi yang menurutnya adalah sebuah aib. Tetapi kini malah dia terlihat sangat menyayangi bayi tersebut. Bunda Nisya berfikir mungkin itu adalah kuasa Tuhan sehingga tuhan membuat ksiya melupakan sebagian dari ingatan buruknya
Tuhan sangat tahu betul apa yang di butuhkan oleh setiap hambanya. Bunda Nisya merasa kagum dan takjup bahkan Baby Vano bisa mengenali ibu kandungnya. Ikatan batin mereka sangat kuat. Bahkan bayi usia 3 bulan itu tau bahwa ibunya ada di sini. Sehingga dia mengamuk meminta untuk di gendong oleh sang ibu. Bunda Nisya melihat betul bahwa bayi itu mengenali Kisya Dnegan jelas.
Tetapi bunda Nisya tetap tidak mau ksiya terllau dekat dengan ayah sang bayi. Semua mata kini memandangi kedekatan Kisya dan baby Vano. Dan semuanya merasa sangat takjub. Kisya masih anteng memainkan pipi gembil sang bayi. Sampai akhirnya bayi itu tertidur lelap karena kelelahan sehabis menangis.
"Padahal setiap saat aku yang selalu bersamanya, tetapi ucapan pertama baby Vano bukanlah Daddy Papa atau Ayah, melainkan Mama."Jino berkata dalam hatinya sambil memperhatikan Kisya dan baby Vano yang terlihat begitu nyaman .
"Kisya, apa iya kamu sudah mengingat sesuatu?" Ucap Papa Geovandra dengan suara datar menatap Kisya yang sedang memeluk baby Vano dengan penuh kelembutan. Kisya menatap sang Papa mertua dengan tatapan lugu lalu dia menggelengkan kepalanya. Jino melihat gelengan kepala Kisya dan kini seolah beban hati Jino berkurang beberapa kwintal.
"Aku hanya salah berkata tetapi malah membuat Kisya syok, maafkan bunda ya Kis!" Bunda Nisya tersenyum dengan sesal yang melihat jelas.
"Sebaiknya memang begini bunda, agar Kisya bisa menjadi istri yang baik untuk kak Jeff." Ucap Kisya pelan dengan mata yang berkaca-kaca. Ucapan Kisya membuat sebuah senyuman yang melengkung dibibir Jeff. Jeff merangkul Kisya dan mengecup kening Kisya dengan lembut. Bunda Nisya dan Mama Murni tersenyum dengan bahagia. Tetapi tidak dengan Jino .
Jino merasa sangat cemburu. Dadanya panas seolah sedang terbakar. Hatinya remuk bagaikan terlindas sebuah truk besar. Dia hanya bisa merasakan rasa sakit mendengar ucapan Kisya dan melihat perlakuan Jeff di depan matanya. Sesak sesak sesak. Dia merasakan itu semua saat ini. Hatinya tercabik tak berbentuk seolah ribuan pedang menghujam tubuhnya.
Papa Geovandra kini melihat ke pinggir ke arah sang putra tertuanya. Sebuah gurat iba terpancar dari yang matanya memicing dan dia menghela nafas sembarang. Jino memucat dan tak bisa berkata-kata . Dia hanya terdiam bagaikan patung. Dia mencoba untuk mengendalikan rasa cemburunya agar tidak terlihat oleh orang sekitar.
__ADS_1
Kisya menelan Saliva ketika Jeff mengecup keningnya. Ada sebuah perasaan bersalah saat Kisya menerima kecupan itu. Perasaan bersalah terhadap pria yang kini terlihat gusar di hadapannya. Sebisa apa Jino menyembunyikan rasa cemburunya tetap saja Kisya bisa mengenali kegundahan yang Jino sembunyikan.
Mama murni dan bunda Nisya masih asyik berbicara membahas tentang rencana resepsi dalam lainya. Mereka sama sekali tidak memperhatikan Jino dan Kisya yang sedang bertarung melawan semua rasa sesak di dadanya. Jeff sendiri hanya asik Dengan makananya. Dan disana papa Geovandra menjadi saksi kebisuan kedua insan yang saling jatuh cinta dan harus menyembunyikan semua perasaan mereka.
Helaan nafas berat papa Geovandra lontarkan. Dia tak bisa berbuat apapun untuk membantu keduanya.
Bersambung❤️
Catatan kecil Author❤️
Sebenernya aku mau curhat tetapi yasudah next time saja. Eeeiiitt kalian engga lupa ngasih jempol dia setiap episode kan?...
Aku cuma minta jempol , dan bintang saja. Bagi yang belum menekan love ayo cepat tekan ❤️ sampai berwarna merah seperti ini❤️.
Visual babang Jino dan baby Vano , cute banget makasi ya kak **Irma damopoli
yuk siapa lagi yang mau kirim , Minggu ini masih edisi *hotttt Daddy and baby***
__ADS_1