Jino dan Kisya

Jino dan Kisya
Honeymoon 6


__ADS_3

Saat ini mereka masih mengatur nafas lelah. Mereka sendiri begitu merasakan tubuhnya lemah dan tak bertenaga. Mereka sudah melakukannya sebanyak 2 kali dan itu sudah membuat energi terkuras habis. Saat suami Bertanya kepadanya apakah dia sudah lelah, sebetulnya Kisya sudah sangat lelah. Tetapi dia tidak mengatakan itu kepada sang suami. Kisya tersenyum dan malah nengecup sang suami dan berkata "Tidak ada kata lelah untuk melayanimu, sayang."


Pria itu tersenyum dengan begitu bahagia ketika mendengar ucapan dari sang istri. Kisya memang merasakan kelelahan selama berbulan madu, karena mereka memang sudah lama tidak berjumpa, sekalinya mereka bertemu mereka menghabiskan waktu mereka di tempat tidur. Kisya tidak akan berkata lelah kepada suaminya, karena berada di dekat suaminya adalah sebuah kebahagiaan terbesar untuknya.


Masih terasa dinginnya malam saat sang suami tidak ada di dekatnya. Masih terasa tangisan kesepian Ketika sang suami tidak menghubungi dirinya. Dan itu dia rasakan begitu sakit dan pedih Ketika sang suami tidak ada di dekatnya. Karenanya jika sang suami berada di dekatnya Kisya tidak mau menyia-nyiakan dengan berjauhan dengan sang suami. Kisya akan selalu membahagiakan suaminya sebisa mungkin.


Saat ini suaminya adalah kehidupannya suaminya adalah jiwanya suaminya adalah nafasnya suaminya adalah dunianya dan suaminya adalah semua yang ada padanya. Perasaan cintanya terhadap sang suami begitu besar. Dan itu membuat Kisya sangat yakin bahwa dunia ini begitu indah jika dia berada dekat dengan sang suami.


Tetapi sebaliknya Kisya akan sangat merasa sedih, kesepian, kepiluan, dan menderita jika sang suami berada jauh darinya. Karena itu dia tidak mau menyia-nyiakan kesempatannya ketika berdekatan dengan sang suami. Dia akan selalu membuat suaminya senang dan nyaman ketika mereka bersama. Dia akan selalu memberikan semua yang suaminya inginkan sebisanya. Karena saat ini di dalam kehidupannya, harta yang paling besar dan sangat berharga yaitu suami dan putranya.


Mimpi indah tentang lahirnya anak-anak pun sudah mulai merasuki jiwanya. pada bulan-bulan kebelakang. Sekarang  tinggal berdo'a untuk kehadiran Baby baru di kehidupan mereka. Tidak henti sang suami mengelus perut dirinya dengan lembut dan penuh kasih sayang. Mereka memutuskan untuk menunggu sebuah makhluk kecil tumbuh di dalam rahimnya.


Ketika itu semua terjadi, bibit sang suami mulai tumbuh dan bertunas, pasti itu akan membuat kehidupan Kisya begitu indah dan bahagia. Karena selama ini Wanita itu sungguh menantikan seorang janin tumbuh di dalam rahimnya. pasti itu akan sangat membuat dirinya bahagia. Dia akan dipanggil Mom oleh kedua buah hatinya Baby Vano dan Baby Cinta kelak.


Bayangan kebahagiaan selalu muncul dalam benaknya. Kehadiran bayi itu sudah seperti nyata dalam mimpinya. Wanita itu berharap dia pulang dan akan membawa oleh-oleh seorang adik cantik untuk abang Vano. Tetapi jika akhirnya yang bisa lahirkan ternyata seorang Baby ganteng maka Kisya akan mencoba lagi. Betapa kuat keinginan sang istri untuk memperoleh keturunan dari sang suami.


Apalagi yang diinginkan oleh seorang istri selain sebuah keturunan. Karena semuanya sudah sempurna menurut Kisya. Dia tidak kekurangan apapun dalam kehidupannya, baik harta, tahta dan kasih sayang suami semuanya sudah dia dapatkan dan dia Sekarang tinggal menunggu buah cinta mereka tumbuh di rahimnya.

__ADS_1


"Kak jika nanti aku mengandung seorang bayi laki-laki, aku bahkan belum memikirkan nama untuknya." wanita itu Berkata sambil mengatur nafas lelahnya. Sang suami mendekap erat tubuh polos sang istri dan berkata " Ayo kita cari nama yang sesuai untuk putra kita."


"Aku bingung kak nama kalian yang diawali dengan Geor.. aku harus menambahkan apa agar namanya terlihat bagus?"


"Itu Papa yang memberi nama kami Giorjino Georjeffan dan Geovano, Eh kalau untuk Geovano aku sendiri yang membuatnya,"


"Benarkah, Ya ampun Baby Vano begitu beruntung karena Daddy sendiri yang memberikan nama sebagus itu."


"Nama itu memang namanya sangat spesial buat anak kita,"


"Anak kita?"


"Bukan nama spesial untuk anaknya Kakak dan almarhum bundanya Baby Vano, kita bahkan belum berjumpa, belum dekat saat itu."


"Iya tapi sekarang Baby Vano adalah anak kita." ucap Jino dengan nada sedikit rendah dia merasa tidak nyaman dengan ucapan kisya yang menyebut almarhum untuk dirinya sendiri.


"Kak Bolehkah aku melihat foto mantan istri Kakak." ucapan Kisya pelan namun sungguh membuat tubuh Jino bergetar. Tidak tahu harus berkata apa kepada Kisya ketika Kisya ingin melihat foto ibu kandung  De Vano.

__ADS_1


"Tidak ada, aku telah membuangnya aku telah memberikannya kepada keluarganya, semenjak aku memutuskan untuk menikah denganmu aku telah membuangnya semua kenangan buruk tentang masa lalu. Yang aku tahu sekarang hanya kamu, hanya ada kamu, kamu adalah ibu dari anakku, Aku mohon jangan mengungkit hal itu. Karena jika Baby Vano tahu kamu bukan ibunya dia akan merasa sangat sakit hati. Aku mohon Kiss perlakukan Baby Vano seperti bayi yang kamu lahir kan sendiri," tutur Jino.


"Kakak kenapa berkata seperti itu aku kan cuma bertanya Aku ingin melihat foto ibunda Baby Vano bukan berarti aku tidak menganggap Baby Vano sebagai Putraku sendiri. Aku menganggap Baby Vano sebagai Putra kandungku yang aku lahirkan sendiri. Aku menyayanginya setulus hati."


"Jika memang benar begitu, anggaplah kamu yang melahirkan Baby Vano jangan pertanyakan siapa, dimana Dan seperti apa ibu yang mengandung dan melahirkan Baby Vano. Anggap saja wanita itu tidak pernah ada, dan yang ada hanyalah kamu seorang. Anggap saja seperti itu.vAku mohon sayangi Baby Vano seperti kamu menyayangi putra-putrimu. Dia adalah anak kita, kamu cukup meyakinkan hal itu dalam hatimu. Tidak usah mempertanyakan hal lainnya." Jino berkata panjang lebar untuk meyakinkan Kisya supaya tetap menyayangi Baby Vano.


"Kenapa Kakak lagi lagi berkata seperti itu. Kenapa Kakak tidak mempercayai aku. Aku menyayangi Baby Vanu tulus, setulus hatiku aku mempertanyakan ibundanya bukan berarti aku tidak menyayanginya." wanita itu mulai meneteskan air matanya dia merasa kecewa kepada sang suami karena tidak mempercayai perasaannya.


Jino begitu terkejut melihat istrinya yang tersayang menitikkan air mata karena ucapannya. Hatinya begitu tercabik dia merasa begitu bersalah dan berdosa telah menyakiti istrinya.


"Maafkan aku sayang, maafkan aku, sudah jangan menangis kita lupakan saja jangan bahas hal ini lagi aku mohon!" ucap Jino sambil memeluk sang istri dengan lembut dia tidak menyangka dia telah menyakiti istrinya sampai istrinya menangis seperti itu.


"Tolong percaya ya, aku akan menyayangi Baby Vano setulus hatiku. Tolong percayai itu!" isak tangis wanita itu tak ter-elakkan lagi. Dia begitu sakit hati Ketika sang suami tidak mempercayai perasaannya.


🌺🌺🌺


Bersambung

__ADS_1


Haii sayaaang.. sabahabat Jino dan kisya.. abang Jino dan kikis bingung cari nama berawalan Geor... untuk baby boynya kelak.. ayo siapa yg mau mengyumbang nama?


__ADS_2