
Mereka sudah duduk dan sedikit berbincang. Lima menit, sepuluh menit, lima belas menit. Mereka masih mengobrol di dalam kamar pengantin itu. Mereka seolah lupa bahwa si pasangan pengantin itu butuh waktu untuk berdua saja. Jino mengehela nafas beratnya. Jino akhirnya mandi untuk menstabilkan suhu tubuhnya yang memanas. Setelah air shower yang dingin itu mengguyur tubuhnya mungkin hawa nafsu si pengantin berkurang.
Jino sekarang terlihat jauh lebih segar. Dia mengeringkan tubuhnya lalu mengenakan pakaiannya kembali.
Ceklek.
Jino membuka pintu kamar mandi. Dan itu membuat kedua ibunya menatap Jino dengan refleks. Jino tersenyum ke arah Mama dan Ibu mertuanya itu. Lalu Jino berjalan dan menghampiri Kisya yang sedang asik menggendong bayi kecilnya. Baby Vano melihat Jino dan berteriak menjerit kegirangan. Betul saja bayi itu sangat merindukan sang Daddy.
"Hai anak tampan Daddy." Ucap Jino memberikan senyuman penuh kesejukan pada bayi yang baru selesai mengamuk itu. Baby Vano tertawa melihat sang Ayah datang. Bayi itu ingin sekali di gendong oleh sang Ayah. Bayi itu hampir berusia enam bulan dan celotehannya begitu manja dan menggemaskan. Jino kini mengambil alih sang jagoan neon.
Jino memeluk tubuh putra kecinya dengan penuh kasih sayang.dia menghujani buah hatinya Dengan kecupan. Baby Vano sungguh senang bisa berada dalam pelukan sang Ayah. Celotehan bayi itu begitu lucu. Jino melupakan rasa kesalnya dan begitu senang karena melihat dan mendengar celotehan bayinya yang belum bisa dia mengerti.
"Kamu bicara apa nak, ah Daddy tidak mengerti!" Ucap Jino terkekeh. Jino lalu menidurkan Baby Vano di kasur itu. Dan memainkan bayi itu dengan penuh kasih sayang. Kisya menghampiri Jino dan Baby Vano. Kisya begitu tenang melihat Jino dan Baby Vano. Karena mereka berdua adalah kebahagiaan dan sumber kekuatan Kisya saat ini.
"Dari tadi dia mengamuk, Mama dan Bu Nisya sampai kebingungan dibuatnya," Ucap Mama Murni.
"Benarkah, ya ampun kamu kenapa sampai mengamuk seperti itu Baby Boy?" Ucap Jino dengan senyuman lebar menatap sang buah hati yang kini sudah tersenyum menggemaskan. Jino merasa sangat tenang berada dekat dengan sang buah hati. Baby Vano adalah jantung hatinya. Bayi itu adalah sesuatu yang sangat berarti dalam hidup Jino. Sehingga Jino memaafkan kedua mahluk bumi yang menggangu ritual malam pertama mereka, bukan malam pertama, lebih tepatnya pagi pertama mereka.
__ADS_1
"Papa mana Ma?" Tanya Kisya lembut sambil menatap sang Mama dengan senyuman.
"Papa ke lokasi, dan melanjutkan pencarian Jeff." Ucap Mama dengan nada yang sedih. Wajah wanita paruh baya itu tertunduk dan bersedih kembali ketika mengingat nama sang putra yang belum di temukan. Kisya terdiam. Wajahnya berubah menjadi sendu. Kisya mengingat Jeff Kembali. Dan hatinya terasa amat sakit. Bunda Nisya memperhatikan perubahan wajah sang putri kesayangannya. Tadinya Kisya begitu bahagia saat pertama Bunda Nisya masuk ke dalam kamar pengantin. Tetapi kini wajah Kisya sendu dan pilu.
"Kis Baby Vano sepertinya merindukan kamu nak, dia tahu kamu sudah menjadi Mommy nya." Ucap Bunda Nisya dengan senyumanya. Bunda Nisya mencoba mengalihkan perhatian Kisya. Agar Kisya tidak bersedih lagi. Ketika mendengar ucapan seseorang yang mengingatkannya kepada Jeff, saat itu Kisya menjadi begitu sedih dan kacau.
Jino pun melihat perubahan mood Kisya. Kini Kisya menjadi terlihat galau dan pucat. Jino begitu kesal dengan kedatangan kedua mahluk bumi itu. Pasalnya mereka berdua sudah membuat mood Kisya berubah drastis. Berubah seratus delapan puluh derajat. Tadinya Kisya begitu bahagia dan penuh dengan senyum dan cinta di sorot matanya. Tetapi kini Kisya malah menjadi begitu sedih dan pilu. Sorot matanya penuh kepedihan dan sebuah sesal.
Jino benar-benar kesal dengan kedatangan mahluk bumi itu. Mereka berdua mengganggu Jino dan Kisya saat ingin melakukan hubungan suami istri dan sekarang mereka merubah perasaan Kisya. Jino dan Kisya yang tadi hendak pergi ke surga malah terganggu karena kedatangan dua mahluk bumi yang menggangu Semedi mereka. Dan kini Kisya terlihat sangat pilu.
"Kis, gendong Baby Vano!" Ujar Bunda Nisya dengan senyuman manisnya sambil menghampiri Kisya dan duduk di ranjang pengantin sambil menggenggam lembut tangan sang putri. Kisya mengangguk dan menggendong Baby Vano. Jino terlihat kesal karena kedatangan kedua Mamanya membuat Kisya sedih. Mama Murni masih menunduk dengan wajah pilu. Dan Bunda Nisya menyesali karena sudah masuk ke dalam kamar ini.
"Lihat dia sekarang putra mu, seluruh dunia tahu dia adalah putramu, apa kamu tidak bahagia memiliki putra setampan ini?" Bunda Nisya mencoba untuk merubah perasaan Kisya menjadi lebih pokus kepada sang cucu. Bunda sangat menyadari kelemahan Kisya terdapat pada sang bayi kecil yang menggemaskan itu. Kisya tersenyum kecil menatap buah hatinya.
"Iya bunda, sekarang dia adalah buah hati kesayanganku, aku sangat senang." Bunda Nisya dan Jino tersenyum dengan lega. Akhirnya Kisya bisa sedikit menyunggingkan bibirnya dan tersenyum ketika membahas soal Baby Vano. Rasa sayang Kisya kepada sang bayi merubah mood yang pilu dan pedih. Jino mengelus rambut Kisya lembut. Dia berani melakukan itu di hadapan Bunda Nisya karena status mereka sudah syah sebagai suami istri sekarang.
"Dia anak kita sayang!" Ucap Jino perlahan. Kisya menatap jino sesaat dan mengangguk dengan senyuman. Kisya sungguh senang dengan ucapan sang suami. Kisya bisa bersama dengan bayi kesayanganya tanpa ada yang melarang seperti dulu lagi. Dan sekarang bahkan seluruh dunia takan ada yang bisa melarang Kisya untuk terus memeluk dan memberikan cinta yang besar kepada sang bayi.
__ADS_1
Bunda Nisya tersenyum melihat Kisya berubah menjadi senyum lagi. Ah pokonya apapun yang berkaitan dengan Jeff harus Bunda Nisya singkirkan. Bahkan kalo bisa Bunda Nisya harus melarang Mama Murni untuk bertemu Kisya sementara waktu. Karena memang Mama Murni pasti akan mengingatkan Kisya pada sang mantan suami yaitu Jeff.
๐บ Bersambung ๐บ
Catatan Author
Hai sahabat Jino dan Kisya. Lee membuka grup FB Jino dan Kisya. Dan masih ada yang tidak mengerti status Kisya ya. Padahal Lee sudah menjelaskan panjang lebar beserta hadisnya. Ah Lee kecewa masih saja ada yang tidak mengeti. Hehehe mungkin itu sebuah kekurangan Lee karena tidak bisa menjelaskan dengan baik status Kisya.
Kenapa Kisya bisa menikah dengan Jino, ya jelas saja karena keluarga sudah menganggap Jeff meninggal. Walau memang mama murni masih meragukan hal itu.
kenapa Kisya bisa langsung menikah tidak menunggu idah dulu. Ah tolong baca ulang ya chapter MENGHINDARI Perdebatan. Karena masih ada yang tidak mengerti.
Baik hanya segitu saja cacatan dari Lee.. mohon maaf jika bangak typo bertebaran. Manusia tidak luput dari kesalahan. Dan kalian pasti tau bahwa Lee adalah manusia๐๐๐.
Babay salam sayang dari aku kak Lee.
Evangelin_Harvey
__ADS_1