
Semuanya sudah duduk dimeja makan. Begitupula Kisya yang sudah di bangunkan Jeff sedari tadi. Sedang baby Vano masih terlelap di kamarnya ditemani oleh maid. Tak ada suara dan semuanya hening. Hanya suara sendok beradu yang mengeluarkan suara seperti denting melodi.
"Bagaimana Jeff kapan rencana kalian menikah ?...
Ucap tuan Geovandra memecah kesunyian.
"Akhir bulan ini pa."
"Uhuk uhuk."
Jino tersedak.
"Ya ampun kamu seperti anak kecil saja Jino, makanya pelan-pelan nak!..
Ucap mama murni sambil menyodorkan segelas air putih kepada putra tirinya.
Jino mengambil gelas air putih itu dan segera meneguknya. Tergorokanya terlihat sakit. Jino menelan dengan sangat susah. Kisya menatap Jino yang kini duduk tepat di hadapannya. Tanpa sengaja Jino melihat Kisya yang sedang menatapnya. Lalu dengan segera Jino membuang muka.
"Jino makan pelan-pelan!..
Ucap papa Geovandra. Dan Jino mengangguk. Kali ini Jino seolah menjadi anak kecil karena tersedak.
"Bagaimana Jeff, tadi kapan rencananya?..
Papa Geovandra bertanya lagi.
"Akhir bulan ini pa."
"Kisya sendiri maunya kapan?..
Tanya tuan Geovandra.
Kisya terdiam seribu bahasa. Mulutnya seolah kaku dengan pertanyaan dari calon ayah mertuanya itu. Kenapa seolah dia tidak bahagia mendengar pertanyaan dari papa Geovandra. Harusnya itu adalah pertanyaan yang paling bisa membuatnya senang. Mengingat bahwa dirinya dan Jeff sudah berpacaran selama 5 tahun.
"Bagaimana kis?..
Sekali lagi tuan Geovandra bertanya.
"Kis , kikis tidak tau om, gimana kak Jeff saja!..
Ucap Kisya gugup.
Jino menatap mata Kisya yang terlihat sangat gugup. Mata elang Jino mencari jawaban dari kegugupan yang Kisya rasakan. Kisya terlihat gelisah . Tanpa sadar Kisya melihat Jino menatap nya dengan penuh tanda tanya. Kisya menelan Saliva sambil terus menatap jino. Kedua pasang manik mata itu saling beradu argumentasi dalam sebuah tatapan. Seolah kedua pasang mata itu sedang berbicara.
Degupan jantung Kisya tak terkendali ketika Jino menatapnya seperti itu. Kista membuang muka dengan segera. Dan Jino melanjutkan makanya.
"Jeff mau akhir bulan ini pa, karena bulan depan Kisya sudah mulai masuk kuliah dan itu akan sangat sibuk untuk Kisya mempersiapkan resepsi, betul begitu kan sayang!..
Jeff menatap Kisya dengan senyuman penuh cinta. Kisya tersenyum dengan manis dan mengangguk. Memang benar semuanya sudah direncanakan sedari awal kalo bulan ini mereka akan segera menikah. Entah kenapa Kisya merasakan sesuatu yang tidak nyaman.
__ADS_1
Harusnya dia merasa bahagia. Tetapi yang Kisya rasakan hanya kebingungan yang berselubung dalam sanubarinya. Kisya ingin mencari tau tentang hatinya. Kenapa bisa merasakan perasaan yang aneh dan membingungkan. Setiap gadis harusnya bahagia ketika kekasihnya ingin menikahinya. Tetapi kenapa kali ini Kisya tidak merasakan rasa bahagia itu.
Kisya malah merasakan kekalutan dan dilema yang membuatnya sangat pusing. Dia ingin sekali tau sebenarnya apa yang terjadi denganya. Dia harus mencari jawaban dari semua pertanyaan dalam hatinya. Sebelum semuanya terlambat.
"Baiklah Jeff , Kis, semuanya akan mama urus, kalian tinggal duduk manis saja ya!..
Ucap mama murni dengan senyuman bahagia. Mama murni tersenyum melihat ke arah Kisya. Kisya yang masih dilema dan resah sama sekali harus berusaha membalas senyum manis mama mertuanya.
Dengan susah Kisya tersenyum. Senyum yang kali ini sangat susah dia lakukan.
"Baiklah ma, papa serahkan semua urusan resepsi sama mama!...
Ucap papa Geovandra.
"Tenang saja pa, mama akan mengatur semuanya sesempurna mungkin, mama akan memilih semua yang terbaik untuk pernikahan Jeff dan Kisya."
Tutur mama murni dengan senyuman bahagia. Bagaimana mama murni tidak bahagia. Ini adalah pernikahan putra kesayangannya. Pastilah dia akan mengatur semuanya dengan sangat baik. Jeff adalah segalanya untuk dia.
" Makasi banyak ya mam."
Ucap Jeff dengan senyuman yang penuh rasa bahagia. Karena ini adalah penantianya selama ini. Jeff memang sudah sah secara agama menjadi suami dari Kisya namun Kisya belum mengetahui hal itu. Karena itulah Jeff ingin segera mengumumkan pada dunia bahwa kisya adalah miliknya.
Namun beda dengan Kisya. Dia hanya bisa terdiam dengan dilema yang dia rasakan. Setiap suap makanan yang masuk ke mulutnya seolah rasanya hambar. Pikiranya melayang entah kemana membuatnya sangat kosong dan hampa. Dia ingin mencari tau apa dan kenapa dia bisa merasakan sebuah rasa yang aneh. Harusnya dia bahagia namun kini sama sekali rasa bahagia itu berubah menjadi rasa bimbang.
Kisya tidak menyadari bahwa setiap gerak gerik Kisya telah sangat diperhatikan oleh sang ayah mertuanya. Tuan Geovandra memperhatikan semua mimik kebingungan sang putri menantu. Sesekali tuan Geovandra memperhatikan Jino juga. Tuan Geovandra mungkin kini telah mengetahui bahwa ada bau cinta terlarang antara Jino dan Kisya. Walaupun salah satu dari mereka masih belum menyadari.
"Jino , bagaimana denganmu?..
Ucap tuan Geovandra sambil menatap sang putra kesayangannya.
"Bagaimana apa?..
Ucap Jino pelan.
"Rencanamu kedepan, kamu tidak bisa terus sendiri merawat baby Vano, bahkan baby Vano butuh sosok seorang ibu!..
Ucap papa Geovandra menatap Jino dengan inten.
Jino mengunyah makanannya. Lalu meneguk air putih yang ada digelas.
"Belum ada rencana apapun!..
Ucap Jino pelan.
"Kamu berencana membiarkan baby Vano besar tanpa kasih sayang seorang ibu!..
"Pa jangan bahas ini !..
Ucap Jino menatap sang papa dengan tajam.
__ADS_1
"Papa hanya ingin cucu papa tumbuh dipenuhi kasih sayang, apa papa salah?..
"Papa tidak salah , tetapi perlu papa ingat, belum tentu orang baru bisa menerima baby Vano dengan senang hati dan merawat baby Vano dengan penuh kasih sayang, vano akan tumbuh penuh kasih sayang dari Jino, dan itu sudah cukup."
Ucap Jino penuh penekanan.
"Kamu berpikirlah kembali, apa kamu tidak butuh pendamping hidup?..
Ucap papa pelan sambil mengunyah makanannya.
"Untuk saat ini tidak!..
"Papa akan mengenalkan kamu dengan anak rekan bisnis papa, dia sangat cantik dan manis, dan kamu pasti suka."
"Kenapa papa memaksa?
Ucap Jino sambil menatap sang papa dengan tatapan heran.
"Karena kamu juga harus bahagia nak, papa tidak mau kamu hidup sendirian seumur hidup kamu, kamu butuh seseorang untuk menjadi rumahmu, menjadi pelipur laramu, menjadi penghangat ketika hatimu mulai dingin."
Tutur papa Geovandra dengan penuh penekanan.
"Baiklah pa, tetapi tidak sekarang."
Ucap Jino sambil meneguk air putihnya.
"Bagus Jino, setelah pernikahan Jeff dan Kisya bersiaplah kamu untuk kencan buta!..
" Ah terserah."
Ucap Jino datar. Jino lalu beranjak dan pergi meninggalkan Meja makan.
"Mau kemana nak?..
Ucap mama murni.
"Jino sudah kenyang ma!..
Ucap Jino dan langsung pergi.
Tuan Geovandra melanjutkan makanya lalu sesaat melihat wajah Kisya yang pucat. Kisya terlihat sangat kebingungan dan wajah kecewa terpancar dalam raut cantiknya. Sepertinya tuan Geovandra sudah bisa menebak kalo Kisya tidak suka mendengar ucapan kencan buta untuk Jino. Seringai senyum tuan Geovandra torehkan lalu dia melanjutkan makan kembali.
Bersambung.
Catatan author❤️
Bagi readers yang belum bisa membuka visual nya Jino dan Kisya, silahkan upgrade aplikasi MangaToon kalian ok. Dan jangan lupa kasi aku semangat dengan tekan love like dan star😘😘😘, alangkah baiknya jika setiap eps kalian kasi like dari eps awal.
terimakasih banyak salam sayang buat semuanya.
__ADS_1