Jino dan Kisya

Jino dan Kisya
Kemarahan bunda


__ADS_3

Mata Kisya membulat dengan seketika. Suara itu sontak membuatnya sangat takut. Kisya sesaat melihat mobilnya Jino yang masih terparkir di depan mansion nya. tubuh Kisya bergetar , dengan perlahan kisya menghanpiri asal suara tersebut.


"Dari mana saja Kis ?...


"Bunda." Ucap Kisya pelan.


"Itu mobilnya Jino bukan?..


Ucap bunda dengan wajah yang tidak bersahabat.


"Emmhh , iya bunda."


"Ayo masuk kita bicara."


Bunda Nisya berjalan lebih dahulu ke dalam mansion. Wajah bunda Nisya tak bersahabat. Kisya menjadi gelisah karenaya. Seribu pertanyaan Kisya lontarkan dalam hatinya. Ada apakah gerangan bundanya sepeti itu, hal apa yang akan bunda bahas sekarang?.. pertanyaan demi pertanyaan Kisya lontarkan dalam hatinya.


Kisya masuk k mansionya dan kini mereka telah duduk di sebuah ruang keluarga. Wajah bunda Nisya benar benar terlihat marah. Kita sangat takut melihat wajah marah sang bunda. Sudah lama diabtufka bertemu bundaya. Dan sudah lama sekali dia tidak pernah melihat bundanya sejarah itu.


"A ada apa bunda ?..


Kisya sedikit gugup saat itu.


"Dari mana saja, kamu bersama Jino?..


Ucap bunda Nisya masih dalam mode marah.


"Kami hanya tidak sengaja bertemu, bunda." Ucap Kisya pelan.


"Tidak sengaja di jam kerja?.. kening bunda Nisya mulai mengkerut.


"Iya bunda, tadi aku bersama Lintang makan di resto yang sama dengan kak Jino, dia sedang meeting bersama clien nya."


"Terus kenapa kamu malah pulang bersama Jino?...


"Kikis sendiri yang minta bunda."

__ADS_1


"Apa?.. kikis yang minta?...


"Iya bunda, kikis lihat kak Boy kurang suka dengan kehadiran kak Jino , makanya Kikis membiarkan Lintang bersama kak Boy, jadi Kikis minta kak Jino mengantar Kikis pulang."


"Kamu tidak boleh terlalu dekat dengan Jino Kis...!"


"Ya tapi kenapa bunda, lagian kita hanya tidak sengaja bertemu."


Kisya ingin tau alasan bundanya sepeti itu.


"Kata bunda tidak boleh, ya tidak boleh, kenapa kamu mulai membangkang sekarang?... Bunda Nisya mulai membentak Kisya dengan lantang. Kisya terkejut bundanya bisa semarah itu.  Kenapa begitu tidak sukanya bunda Nisya terhadap Jino. Bahkan kisya ingin mengetahui hal itu.


"Tidak bisakah Kikis  mendengar alasan bunda?... Ucap Kisya ketakutan. Takut pertanyaannya malah menambah kemarahan sang bunda.


"Belum waktunya kamu tau kis!.. Ucap bunda Nisya pelan. Sesaat suasana hening dan sunyi. Baik bunda Nisya ataupun kisya mereka tidak saling berkata.


Kisya masih berada dalam kebingungannya. Kenapa dan kenapa, bunda Nisya bisa berkata seperti itu. Teramat bencilah bunda Nisya terhadap Jino. Sehingga dia begitu marah seperti itu tadi. Ingin sekali dia melontarkan beberapa pertanyaan pada sang bunda. Namun pastinya bundanya tak memberi alasan apapun padanya. Membuatnya berada dalam kebingungannya.


"Bagaimana kondisi Baby Vano?.. Ucap bunda Nisya pelan.


"Syukurlah kalo begitu."


Ucap bunda Nisya pelan Dengan helaan nafas lega.


"Berjanjilah pada bunda, Kikis harus menjauhi Jino , dia tidak baik nak." Ucap bunda Nisya pelan.


"Apa, tidak baik, apanya yang telah dia lakukan bunda, sehingga bunda meng klaim dia begitu...?


Kisya merasa sangat penasaran.


"Jangan tanya alasan apapun. Yang pasti bunda ingin kamu menjauhi Jino." Ucap bunda Nisya sedikit pelan namun penuh dengan penekanan.


Bunda Nisya hanya masih tidak percaya dengan Jino. Bunda Nisya takut sesuatu terulang kembali. Bunda hanya tidak mau putri satu-satunya itu terluka untuk kedua kalinya.


Itu hanya sebuah ketakutan seorang ibu yang ingin melindungi putrinya dari pengaruh orang yang bisa saja melukai hatinya. Karena bunda masih ingat semua kejadian kelam yang membuat Kisya berada dalam defresi. Berat. Bahkan berada di ambang kematian. Sebuah kejadian yang bahkan di bayangkan pun bunda Nisya tidak sanggup.

__ADS_1


Karena itulah bunda Nisya benar-benar tidak mau putrinya dengan dengan orang yang telah menghancurkan hidupnya. Rasa benci bunda Nisya terhadap Jino belum luntur ,karena rasa sakit yang dirasakan bunda Nisya akibat perlakukan jino pada putrinya masih terasa sakit dan perih.


Terlihat Kisya tertunduk dengan wajah yang sedih. Mendengar ucapan sang bunda.


"Bunda hanya tidak ingin kamu kenapa-napa Kis, Jino bukanlah orang yang baik!... Ucap bunda Nisya dengan penuh kasih sayang menggenggam tangan sang putri tercinta. Kisya menatap mata sendu sang bunda. Kisya menggeleng seraya berkata.


"Kak Jino tidak sejahat itu bunda, dia orang yang baik." Ucap Kisya pelan . Bunda Nisya tersentak mendengar ucapan putrinya. Bunda Nisya menepis tangan sang putri dengan kasar.


"Racun apa yg telah di tebarkan kepadamu, dia hanya bagus di luar tetapi busuk di dalam nak, tolong dengarkan ucapan bunda!.. bunda Nisya berkata sedikit kencang.


"Bunda , kenapa bisa sampai berfikir begitu?..


Kisya merasa terkejut melihat reaksi sang bunda.


"Bunda hanya ingin melindungimu sayang, hanya itu nak." Ucap bunda dengan mata yang merah.


"Ia Kikis tau bunda ingin melindungi Kikis, tetapi Kikis bisa jaga diri bunda, dan kak Jino tidak sepeti itu."


Ucap Kisya pelan dengan menundukkan wajah karena tidak berani menatap mata sang bunda yang sedang marah.


"Kamu tidak akan bisa menjaga diri jika sudah bertemu dengan Jino, Kis tolong jawab bunda, apa kamu mulai menyukai dia, apa kamu mulai menyukai Jino?..


Kisya hanya terdiam seribu bahasa tak bisa berkata dan sanggup untuk menjawab pertanyaan dari sang bunda , karena tahu pasti , sang bunda akan mengamuk jika mendengar isi hatinya yang sebenarnya.


"Jawab nak!.. sekali lagi bunda bertanya. Namun. Sekali lagi Kisya hanya bisa terdiam mematung dalam kesunyian.


"Ada satu hal yang kamu tidak tau nak, kamu bilang ingatan ketika kamu sakit, dan yang menjagamu adalah Jeff, siang dan malam dia menjagamu seperti sebuah kapas putih, bunda sangat salut padanya. Dan sekarang kamu menyukai pria lain , apa itu adil untuk Jeff?...


Kisya terkejut bunda Nisya mengetahui isi hatinya. Kisya memang tidak bisa berbohong di depan sang bunda. Dia hanya bisa terdiam merasa sakit ketika mendengar begitu besar perhatian Jeff padanya dan dia malah menyukai pria lain. Kata kata itu sontak membuat dirinya merasakan sesal dihati.


"Lupakan Jino dan pokus pada Jeff, Jeff bukan calon suamimu, tapi dia adalah suamimu yang resmi secara agama."


Ucap bunda Nisya sangat pelan.


Bersambung❤️

__ADS_1


hai readers gimana suka tidak Lee up banyak banyak, yasudah kalo suka tekan love nya ya,bintang juga jempol. oke.. beneran itu menjadi penyemangat loh setiap Lee menulis. terimakasih sudah setia membaca Jino dan Kisya. mohon maaf jika memang ceritaku membosankan.. maf oke.. 😑😨😨


__ADS_2