
"Dimana Kisya?...
Sebuah pertanyaan yang sedari tadi Jeff rasakan dalam hatinya.
Jeff terus mencari keberadaan kisya dan Jino.
Rasa khawatir nya sudah tak terbendung lagi. Langkah kaki nya terus menelusuri setiap seluk beluk hotel. Waktu sudah menunjukan jam 8 malam. Dan kini bahkan Kisya tanpa kabar berita.
Kruuuk kruuk kruukk
Suara perut Jeff seolah sedang berteriak meminta untuk di isi makanan. Jeff melupakan rasa laparnya. Yang dia pikirkan hanyalah Kisya. Kekhawatiran Jeff terhadap sang istri membuatnya sangat tak karuan.
Pesta bahkan masih berlangsung . Dan semakin malam semakin meriah. Jeff terduduk di pinggir pantai. Merasa sangat lelah dan frustasi.
"Kamu dimana sayang, aku sudah mencarimu kemana-mana tetapi kamu tidak ada, apakah aku harus melaporkan ke polisi?..
Ucap Jeff dalam hatinya sambil menetap jauh ke arah ombak yang sedang berlarian. Rasa khawatirnya tak terbendung lagi. Kepala nya mulai berdenyut kencang. Rasa pusing dan mual mulai melanda. Perutnya sudah kosong sedari siang .
Jeff belum sempat makan siang dan rencana nya mau dinner saja bersama Kisya. Bahkan dinner saja tidak jadi karena Kisya terlanjur menghilang.
"Ah aku lupa belum makan"
Ucap Jeff sambil memegang perutnya.
Tetapi dia sangat malas untuk kembali ke pesta. Tetapi kalo di biarkan dia bisa saja sakit.
"Aku bisa sakit kalo tidak makan, dan kalo aku sakit ,aku tidak bisa mencari keberadaan kisya lagi!
Ucap Jeff dalam hatinya .
Dia beranjak dari duduknya. Mencoba untuk berdiri. Dan berjalan ke arah pesta.
Sesampainya di pesta mata Jeff Masi mencari setiap sudut untuk menemukan keberadaan kisya. Namun tanpa hasil sama sekali. Tubuhnya mulai lemas karena kelaparan. Dia berjalan ke arah meja prasmanan dan mengambil beberapa makanan. Lalu Jeff makan sesuap demi sesuap.
Makanan dengan kualitas koki Jepang yang terbaik tidak membuatnya merasakan nikmat. Rasa nya hambar dan tidak menarik. Itu karena pikiranya kini terbagi . Rasa makanan yang menurut orang lain sangat nikmat kini bagi Jeff sangat hambar. Jeff makan hanya untuk mengisi perutnya yang kelaparan.
Diteguknya air putih yang hangat. Sedikit membasahi korongkonganya yang kering sedari tadi. Mulutnya Masi mengunyah namun pikiranya menerawang jauh memikirkan keberadaan kisya. Hatinya tak berarah. Tumpuanya hanya Kisya seorang saja
Bagaimanapun malam ini Jeff harus menemukan kisya dengan selamat. Jeff sangat tidak percaya dengan abangnya sendiri. Menurut Jeff sekali menjadi penjahat selamanya akan menjadi penjahat. Jeff selalu berfikiran negatif terhadap abangnya.
Suapan nasi dan beberapa lauk kini mulai memenuhi lambungnya yang sudah mengamuk. Kini Jeff merasakan perutnya cukup kenyang dan berenergi kembali untuk mencari keberadaan kisya. Tak bisa dia hanya duduk menunggu karena hatinya sangat resah penuh dengan kegelisahan.
Di sudut pesta itu Jeff menghela nafas dan memejamkan mata sesaat untuk memikirkan kemana kita-kira Jino membawa kisya. Dia mencoba untuk bangkit dan berjalan untuk mencari keberadaan kisya. Gurat lelah tergambar di wajah tampan nya.
Bayangan Kisya dalam bahaya selalu menggangu pikiranya.
"Dimana kamu sayang, sedang apa sekarang?..
Jeff merasa sangat frustasi di buatnya.
Jeff kembali mencari keberadaan sang istri kesayanganya. Ketakutan dan kecemasan mengiringi seluruh Urat nadinya. Nafasnya memburu tak sabar. Jiwanya seolah berteriak ingin menjerit. Kehilangan Kisya beberapa jam saja sudah membuatnya terasa gila. Jeff begitu khawatir karena kisya hilang bersama Jino.
__ADS_1
Lintang datang menghampiri Jeff dan menawarkan beberapa minuman hangat.
"Tidak terimakasi!..
Ucap Jeff menolak.
"Ada apa?..
Ucap Lintang merasa sangat heran dengan sikap Jeff .
"Kisya hilang"
Ucap Jeff dengan wajah cemas.
"Jangan khawatir, Kisya pasti sedang bersama kak Jino"
Ucap Lintang dengan senyumanya.
"Justru itu, karena Kisya sedang bersama bang Jino aku jadi sangat khawatir"
Ucap Jeff penuh penekanan.
"Tidak apa-apa kak Jeff kenapa terlalu ketakutan yang berlebih begitu!..
Ucap Lintang.
"Kamu lupa apa yang bang Jino perbuat pada kisya setahun lalu?
"Aku tidak lupa kak, tetapi kak Jino sudah berubah kak.. aku tau dia sudah berubah!...
Ucap Lintang merasa yakin.
"Tau dari mana kalo Jino sudah berubah, sekali hewan buas tetap hewan buas!
Ucap Jeff dengan penuh penekanan.
"Kak Jeff..
Tidak ada yang lebih tau Jino dari aku , tidak ada yang bisa mengenal Jino lebih baik selain aku, aku tau Jino sudah berubah, dia berubah 180derajat, menjadi orang yang lebih sabar "
Ucap Lintang .
"Cukup Lintang , tidak usah membelanya dihadapanku!..
Ucap Jeff merasa sangat kesal.
"Sabarlah kak Jeff, mereka pasti pulang, lagian apa yang akan kak Jino lakukan dengan membawa baby Vano ?.. sedang kita tau sendiri bahwa Jino sangat mencintai bayi kecilnya itu. Baby Vano adalah separuh nyawanya kak Jino untuk saat ini "
Ucap Lintang .
"Iya tapi Lintang tetap saja aku merasa sangat cemas.
__ADS_1
"Cemas kenapa?..
"Bisa saja kan Jino tidak bisa menahan nafsunya dan melukai Kisya kembali!..
Ucap Jeff dengan mata yang memburu penuh api kekesalan.
"Tidak akan terjadi apa-apa pada Kisya ,kamu tenang saja!
Ucap Lintang dengan penuh keyakinan.
"Aku tidak yakin dengan hal itu!
Ucap Jeff Masi dengan kecemasanya.
"Kak aku tau kak Jino seperti apa, untuk sekarang dia dalam mode yang sangat aman, namun jika sesuatu hal terjadi terhadap kisya , tentunya itu atas dasar keinginan Kisya juga!
Ucap Lintang pelan.
"Apa maksudmu?..
Jeff merasa sangat marah dengan ucapan Lintang.
"Intinya Jino tidak akan lagi memaksa Kisya !..
Ucap Lintang dengan penuh keyakinan.
Lintang menatap Jeff yang masih tidak bisa mencerna keadaan. Lintang sangat tau betul sikap Jino. Selama 5 tahun dia berpacaran dengan Jino dia sangat tau kalo Jino tidak akan Menyakiti orang yang dia sayang, apapun yang terjadi. Dia tau dengan jelas kini posisinya dihati Jino sudah tergantikan oleh orang lain. Dan orang itu adalah kisya. Makanya Lintang merasa yakin bahwa Kisya akan baik-baik saja.
"Tenanglah kak percayalah padaku!
Ucap Lintang mencoba menenangkan Jeff . Jeff yang masih dengan emosinya tetap tidak bisa tenang. Pikiranya Masi cemas dan ketakutan . Rasa kesal dan kebencian terhadap Jino kini sudah menyebar ke dalam Syaraf sinapsisnya.
Dia merutuki dirinya sendiri kenapa mempercayakan Kisya pada orang yang jelas jelas sudah pernah membuat kisya menderita.
"Aku tetap tidak bisa mempercayai Jino "
Ucap Jeff penuh penekanan.
"Kak hilangkan rasa benci kakak, dia bahkan abangmu sendiri!
Ucap Lintang pelan.
"Bagaimana aku tidak membenci Jino , walaupun dia adalah abangku smediri tetapi dia adalah pria yang telah menodai kekasihku, membuat kekasihku menderita sehingga hampir membunuhnya. Apa kamu lupa perbuatan Jino terhadap Kisya, mungkin kamu lupa Lintang, tetapi aku masih mengingat semua kepedihan Itu"
Ucap Jeff dengan mata yang berkaca-kaca .
Jeff hampir menangis karena mengingat kejadian setahun lalu. Lintang hanya iba melihat keadaan. Jeff.
"Aku tidak melupakan kejadian setahun lalu kak, tetapi aku tau dengan jelas kalo kak Jino tidak akan mengulangi kesalahan yang sama, itu aku sangat yakin , kalo kak Jeff ingin mencarinya ,cari saja!
Ucap Lintang lalu pergi meninggalkan Jeff dalam kegundahanya.
Bersambung
__ADS_1