Jino dan Kisya

Jino dan Kisya
Baby Vano?


__ADS_3

"Sayang kamu sudah mengingat semuanya? Sayang ayo kita pulang kita bicara di rumah, anak kita menunggu!" Ucap Jino dengan wajah yang sedikit tersenyum.


Rasanya pria itu sulit sekali merekahkan bibirnya. Tetapi dia harus berusaha tersenyum untuk membujuk dan merayu Kisya.


"Apa maksudmu anak kita?" Kisya terkekeh sambil menatap Jino dengan matanya yang masih basah. Karena matanya tidak berhenti menetes.


"Baby Vano sayang, buah hati kita yang kita sayangi berdua. Bayi yang sangat kita sayangi dan sekarang sudah tumbuh besar dengan sangat tampan dan lucu," sekali lagi pria itu membujuk sang istri dan mengatakan kepada istrinya tentang Baby Vano.


"Baby Vano, jadi aku yang melahirkan dia, jadi dia lahir dari rahimku, hasil dari pemerkosaan mu?" sekali lagi Kisya terkekeh dengan air matanya yang terus menetes, Kisya tertawa sambil menangis.


Jino hanya bisa menatap sang istri dengan tatapan yang sendu, hatinya berdebar begitu kencang. Dia sangat takut istrinya benar-benar membencinya, dia begitu takut istrinya akan membenci buah hati mereka.


"Sayang tolong maafkanlah aku, demi cinta kita berdua!" Jino menatap Kisya dengan mata yang berkaca-kaca, dia berharap Kisya bisa memaafkannya, dan melupakan semua kejadian buruknya yang telah lama. Dia berharap Istrinya masih merasakan rasa cinta kepadanya, juga kepada buah hati mereka.


"Cinta-cinta, semuanya hanya kepalsuan. Tidak ada yang murni, Aku benci padamu. Aku benci padamu!" Sekali lagi Kisya menjerit mengatakan bahwa dia sangat membencinya. Hati Jino tercabik bagaikan teriris sembilu, ucapan sang istri sudah berhasil membuat jiwanya hancur. Kini dia hanya punya satu harapan yaitu baby Vano buah hati mereka.


"Baby Vano adalah anak kita, kamu boleh membenciku. Tapi kamu harus mengingat baby Vano, dia adalah buah hati kita berdua ada darahmu dan darahku mengalir dalam tubuhnya!" pria itu mencoba membujuk istrinya atas nama bayi mereka berdua, agar Kisya bisa menjadi luluh dan tidak berkeras hati.


"Apa itu, harusnya dia mati dulu. Aku tidak menginginkannya sama sekali, kamu ambil aja bayi itu. Aku-aku tidak menginginkannya," jerit Kisya dengan tangisan yang meledak, dia menolak kehadiran baby Vano dalam hidupnya. Semuanya terasa begitu hampa, buat Jino, ketika mendengar ucapan sang istri.

__ADS_1


"Sayang jangan berkata seperti itu, Baby Vano tidak bersalah, yang bersalah adalah aku, bukan dia!" Tangkas Jino dengan air matanya yang menetes, pria itu sungguh tak bisa lagi membendung tetesan air matanya, dia pun menangis tanpa dia sadari.


"Membuat Kepalaku pusing, aku benci kamu. Cukup jangan berkata apapun. Jangan sebut nama bayi itu, aku bingung. Aku benci padamu. Aku benci padamu. Itu aku benci pada hidupku. Aku benci semuanya aku benci!" Teriak gadis itu dengan sangat nyaring. Kisya menjerit sangat melengking, membuat semua orang yang ada di ruangan itu menatapnya dengan tatapan yang pilu. Tiba-tiba saja wanita itu pingsan seketika.


"Ya Tuhan. Sayang-sayang bangun bangunlah!" Jino begitu terkejut melihat Kisya pingsan seketika, tubuhnya masih terbuka, dengan segera Jino memakaikan pakaian seadanya.


"Siapkan mobil, kita ke rumah sakit sekarang!" Teriak Jino sambil menggendong sang istri dalam peluknya, dia berlari keluar dari gudang itu menuju ke arah mobil. Anak buah Jino Memarkirkan mobil, mendekati ke arah gudang, lalu membuka pintu mobil mempersilahkan Jino untuk masuk ke dalam mobil.


Dalam perjalanan menuju ke rumah sakit, pria itu memeluk sang istri dengan begitu pilu, air matanya tidak henti menetes, dia benar-benar merasa sakit hati oleh keadaan yang sekarang kini telah menimpa mereka berdua.


Seperti sebuah dejavu, Jino kembali memeluk Kisya dalam keadaan pingsan, di dalam perjalanan menuju ke rumah sakit. Tetapi kali ini berbeda, kali ini Kisya pingsan tanpa pendarahan. Kini Jino dan Kisya kembali ke titik nol. Di mana mereka berdua, mulai mengenal sebagai seseorang yang asing.


Perjalanan menuju ke rumah sakit seolah begitu jauh, dan sangat lamban. Jino benar-benar ingin segera sampai ke rumah sakit, karena dia begitu ketakutan terjadi sesuatu kepada sang istri. Setelah menempuh 15 menit perjalanan, akhirnya Jino sampai di sebuah rumah sakit di kota Jeju.


Rumah Sakit satu-satunya terbesar di pulau itu. Jino berlari keluar dari mobil menuju ke dalam ruangan Instalasi Gawat Darurat. Dia dengan perlahan merebahkan tubuh sang istri di tempat tidur kesakitannya.


"Nae anaeleul jeugsi hwag-inhasigi balabnida bagsanim! "


(Aku mohon Tolong segera periksa istri saya Dokter). Jino kembali menangis memohon kepada sang Dokter agar Dokter bisa secepatnya memeriksa sang istri. Pria itu begitu ketakutan melihat istrinya terkulai lemah tak berdaya seperti itu.

__ADS_1


Kisya adalah hidupnya, seseorang yang sangat berharga baginya, dia tidak bisa menerima kesakitan yang Kisya alami seperti itu. Karena itu Jino begitu cemas melihat keadaan Kisya yang belum sadar akan diri.


Dokter itu pun datang menghampiri Kisya, dengan segera memeriksa kondisi Kisya. Sedang Jino hanya bisa berdiri melihat Kisya dengan sejuta kemasannya. Dokter mengatakan bahwa Kisya dalam keadaan shok berat. Sehingga bisa tidak sadarkan diri karena shok yang dialami.


Dokter mengatakan untuk segera memindahkan Kisya ke ruang perawatan, dan Jino dengan segera menyetujui semua perintah sang Dokter.


Di dalam kegalauannya, pria itu langsung menelepon seluruh keluarga yang ada di Indonesia. Meminta Papa Geovandra dan Mama Murni segera datang ke Korea, dia juga menelepon Bunda Nisya untuk segera datang.


Seluruh keluarga begitu terkejut mendengar bahwa kini Kisya telah mengingat kembali ingatannya. Mereka semua bergegas untuk menyusul Jino ke pulau Jeju. seluruh keluarga akhirnya dengan segera berangkat menuju ke Korea Selatan. Butuh waktu berapa jam dari Indonesia untuk sampai ke Korea apa lagi ke Pulau Jeju.


Tetapi entah kenapa Kisya masih belum bisa sadarkan diri, seolah-olah tidur dan tidak mau bangun lagi. Dokter mengatakan bahwa Kisya memang benar-benar defresi. Jino sendiri tidak bisa membayangkan bahwa Kisya memang benar-benar terluka karena dirinya.


Kini Jino menunggu sampai keluarga datang untuk menguatkan hatinya serta hati sang istri.


bersambung.


Kak terimakasih sudah memberikan ucapan selamat tahun baru untuk Jino dan Kisya, untuk yang belum di tunggu ya. caranya seperti di gambar di bawah Ini.


__ADS_1


__ADS_2