
Setelah rencana usulan bercerai yang diberikan oleh sang Bunda Nisya. Kisya merasa sangat sedih kenapa Bundanya menyuruh dia untuk cepat-cepat bercerai dari Jino. Padahal Kisya sendiri masih menatap hatinya untuk bisa kembali atau berpisah dengan Jino. Tetapi untuk berpisah sendiri Kisya belum siap. Hati kecil Kisya pun menolak sebuah perceraian. Tetapi entah kenapa Bunda harus menjalankan perceraian kepadanya.
Setelah semalaman berpikir dan menangis, akhirnya Kisya terlihat begitu lemas, dia pun tidak bersemangat untuk berbuat apa-apa. Pagi itu Lintang pun melakukan panggilan telepon kepadanya. Lintang mengajak Kisya untuk berjalan-jalan atau sekedar makan di luar.
Kisya pun belum bisa menyanggupi semua permintaan Bunda Nisya. Kisya akan bermain dan berjalan-jalan bersama Lintang. Lintang akan membuat Kisya lupa rasa sesak dalam hatinya Kisya. Akibat saran Bundanya. Tidak bisa lagi di pungkiri kalau dia belum bisa untuk mengatakan sebuah kata perceraian.
Kini Lintang sudah mengajak Kisya untuk berjalan-jalan di sebuah Mall. Berbelanja banyak barang dan perhiasan. Perempuan memang akan sulit untuk melupakan suatu masalah tetapi jika di hadapkan dengan belanja, perempuan akan segera melupakan masalah tersebut. Setidaknya itu tanggapan Lintang. Kisya memang dari dulu kurang senang berbelanja, tetapi kali ini dia mengikuti saran Lintang. Siapa tahu hatinya membaik setelah belanja.
Setelah lelah berbelanja, mereka pun akhirnya pergi ke sebuah kafe untuk mengisi perut mereka yang keroncongan. Tiba-tiba Ardi pun melakukan panggilan telepon kepada Kisya, jika ia meminta untuk bertemu dengan Kisya. Dia ingin meminta maap perihal Rania yang telah berbuat jahat kepada Kisya.
Kini dia sudah di tangkap oleh Polisi karena semua kejahatannya. Papa Geovandra sudah berhasil memenangkan kasus soal Rania. Walaupun Ayah Rania adalah seorang Menteri, tetapi semua barang bukti sudah Papa Geovandra kantongi. Jadi si Ayah Menteri tersebut tidak bisa berbuat apapun.
Walaupun kini Ayah Menteri tersebut mengamuk kepada Ardika, akibat Rania yang ditangkap oleh Polisi. Papa Ardika sendiri hanya bisa terdiam, tidak bisa menjawab apapun. Ardika berkata pada sang Papa, bahwa dia sudah berusaha melindungi Rania, namun kekuatan dari pihak lawan yang benar-benar kuat. Jadi atika tidak bisa melawan dan menyembunyikan lagi semua kejahatan Rania.
Karena itu Ardika sekarang sudah tidak bisa lagi membantu menyembunyikan semua kejahatan Rania. Karena Ardika juga benar-benar sudah bosan membantu adiknya yang selalu berbuat jahat. Ardika sendiri benar-benar merasa lega karena semua kejahatan Rania terbongkar, dengan sendirinya, walaupun Rania adalah adiknya, tapi itu menjadi sebuah beban besar untuknya.
Kisya duduk sendiri di sebuah kafe sambil menunggu Lintang datang. Tiba-tiba Ardi datang mengenakan sebuah kaos ketat yang memperlihatkan badan six pack-nya membuat Ardi benar-benar tampan dengan body seksinya. Ardi bergabung duduk bersama Kisya. Mereka memang janjian untuk bertemu bertiga.
Akan tetapi Lintang masih belum juga datang. Tadi Lintang pamit untuk ke toilet.
"Kak Ardi, ko sendiri? Mana istrimu?"
tanya Kisya dengan senyumannya.
"Istri... Aku bahkan sedang mencari calon istri," ucap Ardi dengan senyumannya.
__ADS_1
"Jangan bilang masih bujangan!" ucap kisya tersebut manis.
"Hmm begitulah,"
"Ya-Tuhan. Pria memang wajib membujang ya, sebelum usia dua puluh lima. Eh tapi suamiku menikah denganku usia dua puluh dua tahun loh," ucap Kisya tanpa sadar sedang membicarakan Jino.
"Betulkah? Ya-Tuhan kamu ternyata sudah lama menikah. Patahlah sudah hatiku," ucap Ardi becanda, padahal Ardi tahu Kisya memang sudah menikah dengan Jino.
"iya dan aku sama Lintang udah punya anak loh. Nama anak Lintang itu Cerry dan anaku Geovano," ucap kisya sumberingah. Mengatakan Vano adalah anaknya. Anak yang selalu dia rindukan. Yang sudah seminggu ini dia tinggalkan.
"Bersyukurlah, kalian sudah hidup bahagia, eh iya aku kesini untuk meminta maap atas semua yang di lakukan oleh adiku," kata Ardika.
"Rania?" ucap Kisya.
"Iya Rania, aku meminta maap atas namanya!" Ardika terlihat sedih mengingat adiknya.
"Tuntutan keluarganmu sangat berat untuknya, dia divonis sepuluh tahun penjara. Dan itu membuat dia stres berat. Kini adiku sudah masuk rumah sakit perawatan jiwa. Aku berharap dia segera sembuh, tetapi tak ada hasil, dia malah tambah mengamuk," ucap Ardika kepada Kisya, dia menuturkan perasaannya dengan begitu sedih. Bagaimanapun dan apapun yang terjadi Rania tetaplah adiknya.
"Aku turut bersedih mendengar kabar tersebut tetapi aku belum bisa memaafkan Rania, mungkin suatu saat aku bisa memaafkan adikmu tapi entahlah," kata Kisya sambil menatap kearah ardika dengan tatapan yang sendu.
"Baiklah itu adalah hak mu, untuk memaafkan sekarang atau besok. Yang pasti aku sudah meminta maaf atas namanya," kata Ardika tersenyum begitu manis menatap Kisya. Tetapi tiba-tiba saja seseorang datang.
"Vano, Baby Vano," ucap Kisya terkejut melihat Baby Vano sedang di gendong oleh seorang wanita yang sangat cantik dan seksi. Terlihat Jino berjalan di samping wanita tersebut. Mereka terlihat sangat serasi.
Hati Kisya terasa sangat perih melihat pemandangan itu. Kisya langsung berdiri dan beranjak lalu mendatangi mereka.
__ADS_1
"Baby Vano. Sini sayang," ucap Kisya ingin menggendong Baby Vano. Mencoba mengambil Baby Vano dari pelukan wanita yang cantik itu.
"Eh eh... Siapa ini? Ada apa ya mbak!"
tanya wanita itu terkejut dengan kedatangan Kisya.
"Mommy mommy mommy..." jerit Baby Vano sambil meronta ingin di gendong oleh Kisya.
"Kak Jino siapa dia. Kenapa Baby Vano menyebutnya Mommy?" tanya wanita itu manja kepada Jino.
"Tasya, dia memang mommy-nya Baby Vano," ucap Jino sambil mencubit hidung Tasya dengan gemas.
"Aw... Kakak ko gitu," ucap Tasya manja.
Kisya lalu menggendong Baby Vano dalam pelukanya.
Kisya menatap Jino dan kini Jino menatap Kisya. Mata mereka bertemu sesaat mereka saling memandang. Jino terlihat begitu merindukan sang istri setelah satu minggu tidak berjumpa. Tatapan syahdu penuh cinta Jino lontarkan pada istri kesayangannya.
Sedangkan Kisya sendiri terlihat begitu kesal karena Jino kini bersama dengan seorang gadis yang begitu cantik. Gadis cantik itu bahkan begitu manja kepada Jino. Membuat darah dalam tubuh Kisya mendadak naik dan bergejolak. Wanita itu merasa suhu tubuhnya memanas.
"Dia dengan seorang gadis berjalan-jalan bersama dengan anaku, keterlaluan. Dia ternyata bahagia di belakang aku, sangat menyebalkan, tidak akan aku biarkan kalian bersama, apalagi menggendong anaku, Baby Vanoku," ucap Kisya dalam hatinya. Wanita itu mendadak kepalanya penuh dengan sebuah makian.
Rasa kesal, rasa marah dan sebuah aroma permusuhan mengerumuni kepala dan seluruh tubuhnya. Entah kenapa saat ini Kisya rasanya begitu kesal melihat Jino bersama dengan wanita lain.
Bersambung.
__ADS_1
Terimakasih kak sudah membaca maka jangan lupa berikan Vote dan like untuk Jino dan Kisya ya.