
Tidak disangka waktu begitu cepat persiapan dua minggu menuju pertunangan sangat sebentar, sehingga kini Jeff dan Alana bahkan hanya tinggal menghitung menit saja untuk bisa bersama. Meresmikan hubungan mereka dalam ikatan pertunangan.
Bandung Kota kembang di kediaman Alana Jeff sudah berkumpul bersama keluarga kecilnya, kali ini adalah pertemuan keluarga mereka. Mama dan papa Alana serta mama dan papa Jeff sudah mulai berkenalan satu sama lain.
Jino memang sengaja datang hanya untuk menghadiri pertunangan sang adik, tetapi kali ini dia tidak membawa serta Kisya, karena Kisya sendiri merasa enggan untuk hadir. Kisya takut kehadirannya malah akan menghancurkan semua rencana yang sudah disusun Jeff dengan sangat rapi.
Jino pun mengakui bahwa ide sang istri memang sangat cemerlang. Karena tidak dipungkiri kadang Jino merasa cemburu jika Jeff selalu mencuri pandang menatap kearah Kisya. Wanita itu memang harus bersembunyi dari pandangan mata adik iparnya.
Mama Murni dan papa Geovandra pun menyetujui keinginan Kisya. Jeff sendiri tidak ada komentar, dia mengakui bahwa dengan ketidak hadiran Kikis, akan membulatkan hatinya untuk meminang Dokter Alana menjadi tunangannya.
Kini Jeffan mulai memasangkan cincin di jemari Alana. Alana terlihat begitu senang wajahnya terlihat berseri dengan senyum yang begitu manis. Giliran Alana yang kini memasangkan cincin tersebut di jari manis Jeff.
"Selamat Putraku akhirnya kalian sudah resmi bertunangan. Sebenarnya Mama tidak ingin ada pertunangan. Mama ingin kalian segera menikah, tapi memang untuk pernikahan butuh waktu untuk menyiapkan segalanya," kata mama Murni sambil memeluk dan mencium putra kesayangannya.
"Mama sabar saja, Jeff akan menikahi Alana dengan secepatnya, Jeff akan meminang Alana menjadi istri Jeff 2 bulan dari sekarang. mama sabar saja, Jeff tidak mau pesta pernikahannya biasa saja, Jeff ingin memberikan sebuah pesta pernikahan yang sangat meriah kepada Alana, karena itu Jeff harus menyusun rencana yang sangat baik agar pesta pernikahan kami sempurna," ucap Jeff kepada sang mama lalu mama Murni pun tersenyum. Mama Murni lalu beralih menatap Alana dan memeluk Alana dengan penuh kasih sayang. Kini mama Murni mendapatkan menantu perempuan kedua setelah Kisya, sekarang ada Alana.
__ADS_1
Mama Murni berharap bahwa dengan adanya pertunangan Jeff bisa semakin dekat dengan kedua orangtua Alana. Bukannya mereka tidak mau melangsungkan pernikahan dengan segera, tetapi pihak keluarga Alana dan pihak keluarga mama Murni sendiri belum terlalu akrab. Karena itulah waktu 2 bulan ini akan mereka gunakan sebaik mungkin untuk saling mendekat dan saling mengenal.
"Selamat ya Jeff, Papa sangat bahagia akhirnya kamu dan Alana bertunangan."
"Terima kasih Pa, Papa selalu mendukung Jeff dengan baik," kata Jeff sambil memeluk sang papa, terus sekarang giliran Jino yang datang menghampiri Jeff. Namun Jeff seolah membuang muka dan enggan untuk menatap sang kakak.
"Jeff, aku hanya akan mengatakan selamat untukmu, dan semoga saja hari pernikahanmu kelak bisa selancar seperti hari ini," kata Jino dengan perlahan.
"Terima kasih banyak bang." Pria itu menjawab pelan dengan wajah menunduk, tak sanggup untuk menatap wajah abangnya. begitu pula dengan Jino. Rasa Canggung kini susah menyelimuti kedua kakak beradik itu. Hanya karena seorang wanita bernama Kisya.
Hari yang sangat dinantikan oleh Jeff dan Alana, mereka akan segera meresmikan hubungan mereka dalam sebuah ikatan pernikahan yang suci. Dan nama mereka akan disatukan dalam sebuah buku pernikahan.
Sisa satu hari lagi waktu sampai hari H. Sampai saat itu Kisya tidak menampakkan diri, wanita itu tidak berkunjung ke rumah mama Murni atau bertemu Jeff. Kisya benar-benar menjauhi Jeff. Mama Murni mengerti dan merasa sangat tenang ketika Kisya memutuskan hal itu, karena mau memberitahu Jeff akan terganggu dan goyah ketika melihat Kisya kembali.
Karena itu sekarang Kisya tidak pernah main lagi ke rumah mama Murni, sebaliknya malah Murni yang bergantian main dan berkunjung ke rumah Kisya. Seperti halnya saat ini Mama murni sudah membawa beberapa makanan untuk dibawa ke kediaman putranya.
__ADS_1
"Tunggu Omma datang ya Cucu omma Sayang," ucap mama Murni sambil melakukan video call kepada Baby Vano.
Baby Vano yang berusia 2 tahun benar-benar sangat senang ketika mendengar kabar itu. Melihat ommanya yang paling dia sayang sudah bersiap untuk menemui dirinya.
Baby Vano duduk di atas pangkuan Kisya. Kisya memeluk sang buah hati dengan penuh kasih sayang, terlihat di layar handphone sang mama, Kisya begitu cantik. Tanpa sengaja Jeff melihat ke arah ponsel sang mama, ketika mamanya sedang melakukan video call.
Degg.
Hati Jeff kembali berdetak tatkala mendengar suara wanita yang masih berada di dasar hatinya.
"Ya Tuhan suara itu adalah suara Kisya." Dia merasa begitu cemas dan gelisah hanya sekedar mendengar suara tersebut. Padahal besok adalah hari pernikahannya, Jeff tidak boleh seperti ini, tidak boleh mengurusi Kisya lagi, dia harus bahagia dan tidak boleh membuat Alana bersedih. Bagaimana pun dia harus membuat Alana bahagia. Tetapi kenapa hanya mendengar suara Kisya saja sudah membuat hati pria gusar.
Pria itu tidak tahu harus berbuat apa, dia kini hanya bisa terduduk di balkon kamarnya.
"Alana, bantu aku untuk melupakan dia," ungkap Jeff di dasar hatinya, sambil menatap kearah bintang yang sedang bersinar terang di atas langit yang berwarna hitam.
__ADS_1
Siapa yang mau terluka, siapa yang mau sakit hati, baik Jeff atau yang lainya pasti tidak mau terus-terusan tersiksa seperti ini.